top banner
  I  

Rabu - 14 Januari 2015 05:51:46 WIB

Butuh Rp 30 Miliar untuk Air Bersih Kota Pekalongan

Berita
Administrator | dibaca: 50961 pembaca

Butuh Rp 30 Miliar untuk Air Bersih Kota Pekalongan

 

air minumPekalongan - Para pengelola air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat diminta memperhatikan pengelolaan air dan konservasi air. Hal itu perlu dilakukan untuk menjaga kelestarian air bersih dan mencegah agar tidak terjadi krisis air bersih di Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah.

Asisten II Sekda Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemkot Pekalongan, Sri Wahyuni menjelaskan, saat ini di Kota Pekalongan ada 124 unit sarana Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). Baik melalui bantuan dana Hibah Intensif Kabupaten (HIK), Hibah Insentif Desa (HID) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK). Agar warga tidak kekurangan air bersih, ia mengimbau kepada pengurus PAMSIMAS untuk mengelola air tersebut.

"Bagaimana agar air terus ada. Jangan sampai krisis air bersih," tegasnya pada Workshop Pengelolaan Air Bersih dan Sanitasi Berbasis Masyarakat di Ruang Amarta Setda, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan, Cayekti Widigdo mengatakan, pemerintah mencanangkan target 100-0-100 pada tahun 2019. Yakni 100 persen untuk pelayanan atau pun akses air bersih, nol persen kawasan kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak. Hingga saat ini 72 persen hingga 78 persen penduduk Kota Pekalongan sudah terlayani air bersih.

"Sehingga masih ada sekitar 28 persen yang belum terlayani air bersih,"ucapnya.

Menurut dia, butuh anggaran sebesar Rp 27 miliar hingga Rp 30 miliar agar semua penduduk Kota Pekalongan bisa terakses air bersih. Di sisi lain, pengelolaan air juga sangat penting karena semakin hari, kebutuhan air bersih semakin meningkat.

Terkait hal ini, ia mengimbau kepada para pengelola PAMSIMAS untuk mengalokasikan anggaran guna konservasi air.

"Alokasikan anggaran yang diarahkan untuk kegiatan konservasi,"tuturnya.

Ia mencontohkan, setiap ada anak yang lahir harus diikuti dengan menanam satu tanaman. Ini sangat penting untuk keberlangsungan air bersih bagi generasi berikutnya.

Sebelumnya, ketua Panitia Workshop Pengelolaan Air Bersih dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Suwanto mengatakan, di Kota Pekalongan saat ini ada 101 kelompok swadaya masyarakat (KSM) untuk pengelolaan air bersih.

Jumlah itu terdiri dari 47 KSM PAMSIMAS, 45 KSM DAK air bersih dan sembilan KSM DAK perumahan dan kawasan permukiman.

"Dari jumlah itu, baru 47 KSM yang sudah memiliki paguyuban yang diberi nama Batik Bening," tuturnya. (suaramerdeka.com)


Tidak disertai video terkait.




BACA JUGA :