top banner
  I  

Senin - 06 Juli 2015 10:06:42 WIB

4 K Syarat Membangun Sarana Air Minum

Berita Pusat
Administrator | dibaca: 51376 pembaca

4 K Syarat Membangun Sarana Air Minum

 

Membangun sarana air minum tidak asal membuat tetapi harus memenuhi syarat 4K yaitu kuantitas, kualitas, kontinuitas dan keterjangkauan.

 

4 k syarat 1Bali Pelatihan koordinator kabupaten dan penyegaran fasilitator keberlanjutan Program PAMSIMAS - II TA 2015 untuk Regional III berlangsung sejak 2 hingga 7 Juli 2015 di Hotel Mercure Harvestland Kuta, Denpasar, Provinsi Bali.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh koordinator kabupaten dan fasilitator keberlanjutan dari ROMS 5, 6 dan 7 dengan jumlah peserta sebanyak 141 peserta.

Ketua CPMU PAMSIMAS Pusat Ir. Agus Ahyar, M.Sc dalam pembukaan menyampaikan bahwa dengan kegiatan pelatihan yang diselenggarakan pada bulan ramadhan ini, tidak menjadi halangan namun justru akan menjadikan amal ibadah, karena menyediakan air minum merupakan hal yang vital bagi kebutuhan hidup manusia khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

" Pekerjaan penyediaan air minum adalah kegiatan yang sangat serius, tidak bisa main-main karena air minum menyangkut kehidupan, masyarakat perlu air seumur hidup, kalau main-main malah bisa menjadi dosa," tutur Agus Ahyar.

Ketua CPMU melanjutkan, kegiatan PAMSIMAS dalam upaya menyediakan air minum dengan pemberdayaan masyarakat, bukanlah pekerjaan yang mudah, karena merubah pola pikir masyarakat supaya mandiri dan tidak lagi tergantung kepada pemerintah maupun pihak lain. Agus juga menekankan bahwa untuk membangun sarana air minum tidak asal membuat tetapi harus memenuhi syarat 4K. Empat K (4K) yang dimaksud adalah kuantitas, kualitas, kontinuitas dan keterjangkauan. Artinya bahwa air minum yang disediakan jumlahnya cukup sesuai kebutuhan, memenuhi syarat kesehatan atau layak untuk dikonsumsi, pelayanannya berkesinambungan, dan jaraknya tidak terlalu jauh dari permukiman atau tempat tinggal masyarakat.

4 k syarat 2" Inilah yang menjadi tugas pokok fasilitator keberlanjutan," tegas Agus.

Agus Ahyar bercerita tentang pentingnya pelatihan itu ibaratnya seorang tukang penebang kayu yang tidak pernah mengasah kampaknya. Pada awalnya dalam satu hari si tukang kayu dapat menebang sampai 100 pohon, tetapi pada minggu kedua dalam satu hari hanya dapat menebang 50 pohon, minggu ketiga dalam satu hari hanya mampu menebang 10 pohon dan pada minggu keempat ternyata hanya mampu menebang sebanyak 1 pohon. Oleh karena itu penting bagi kita untuk terus selalu mengasah kampak kita supaya tetap mampu menebang pohon dalam jumlah banyak.

" Itulah sebabnya perlu pelatihan terus menerus seperti sekarang ini, " ungkap Agus.

Pada kesempatan itu, Agus Ahyar juga menegaskan bahwa seorang fasilitator akan berkoordinasi dan dibina oleh koordinator kabupaten. Koordinator kabupaten sebagai dirigen, bertugas melakukan pembinaan kepada fasilitator keberlanjutan jika ada gejala tidak melakukan tugasnya dengan baik. Karena rentang kendali fasilitator keberlanjutan berada di tangan koodinator kabupaten. Selanjutnya jika ada koordinator kabupaten tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, maka harus dibina oleh koordinator provinsi.

4 k syarat 3Pelatihan ini juga KaSatker PAM BM Dwiatma Singgih Raharja ST, PPK Pengembangan Air Minum & Sanitasi Provinsi Bali, serta Ir. Danny Sutjiono. Pelatihan ini juga difasilitasi Tim Pemandu PAMSIMAS yang terdiri dari para Pemandu dari TDS, CMAC, Advisor Asosiasi dan ROMS.

Pada prosesnya, peserta coordinator kabupaten yang berjumlah 72 orang dibagi menjadi dua kelas. Sedangkan jumlah peserta fasilitator keberlanjutan sebanyak 69 orang dibagi menjadi tiga kelas yang dipisahkan berdasarkan wilayah regionalnya.

Namun pada sesi tertentu peserta yang terdiri digabung dan dibagi ke dalam enam kelas. Di masing-masing kelas gabungan, peserta berdiskusi, sharing dan saling bertukar pengalaman atas pelaksanaan tugasnya dalam mengatasi masalah yang dialaminya sehingga terjadi proses pembelajaran bersama.

Proses pembelajaran diawali dengan berbagi pengalaman peserta di lokasi tugasnya. Kemudian diskusi pengenalan masalah dengan mencari akar masalah serta mendiskusikan pokok solusi dengan langkah-langkah konkrit yang akan dilakukan.

Pembelajaran ini penting untuk memberikan gambaran konkrit kepada peserta dalam melaksanakan tugasnya. Dengan demikian keberfungsian SPAMS dengan berbagai masalah yang ada diharapkan dapat segera ditangani dan menjadi berfungsi semua. (Sugeng Trihandoko TDS;Rita)


Tidak disertai video terkait.