top banner
  I  

Senin - 03 Agustus 2015 07:06:53 WIB

Kabupaten Bantul Deklarasi SBS 14 Desa di Hari Jadi ke 184

Berita Daerah
Administrator | dibaca: 50915 pembaca

Kabupaten Bantul Deklarasi SBS 14 Desa di Hari Jadi ke 184

 

Pemerintah daerah diharapkan memiliki komitmen yang tinggi dalam mengupayakan keberlanjutan dan perluasan pelaksanaan program air minum dan sanitasi dengan menggunakan model pendekatan program PAMSIMAS, termasuk menuntaskan Stop Buang Air Besar di Sembarang Tempat dan perilaku PHBS lainnya.

 

Bantul - Sebagai bukti keberhasilan upaya Kabupaten Bantul Provinsi DIY untuk menciptakan PHBS bagi masyarakatnya khususnya Stop BABS (Stop Buang air besar Sembarangan), pada 24 Juli 2015 lalu, melaksanakan deklarasi SBS 14 desa dari 7 kecamatan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bantul. Ke 14 desa tersebut sudah tidak ada lagi warganya yang BAB Sembarangan.

Dengan bertambahnya desa yang SBS di Kab Bantul, maka telah tercapai sebanyak 46 desa verified ODF (Open Defication Free) atau 6 kecamatan yang seluruh desa/warganya telah 100% SBS yaitu Kecamatan Pleret, Bantul, Sanden, Kasihan, Srandakan dan Sewon (berdasarkan data dalam Web STBM 24 Juli 2015) atau telah 61,33% desa dari seluruh desa 75 desa di Kab Bantul telah SBS.

kabupaten bantul 1Padakabupaten bantul 2  kabupaten bantul 3acara tersebut hadir Direktur Penyehatan Lingkungan Ditjen PP dan PL dr Imran Sp.KO, Kasubdit PASD Direktorat PL Eko Saputra, SKM, M.Kes. Hadir pula Bupati Bantul, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY diwakili oleh Kepala Bidang P2MK dan Kepala Dinas Kesehatan Kab Bantul bersama-sama Bupati Bantul.

Acara ini juga dihadiri oleh masyarakat Bantul yang berjumlah sekitar 200 orang lebih yang terdiri dari kader masing-masing dusun, kepala dusun, kepala desa dan camat serta masyarakat umum dan undangan.

Bupati Bantul Sri Widati mengucapkan selamat kepada kepada desa-desa yang telah dan siap untuk deklarasi. Semoga kegiatan ini semakin memberikan motivasi bagi kader dan warga masyarakat Bantul dalam mengembangkan dan meningkatkan partisipasi dalam bidang kesehatan, sehingga menjadi masyarakat yang sehat, sejahtera, dan cerdas serta menjadi masyarakat yang berdaya mengatasi permasalahan kesehatan.

" Untuk Kecamatan Banguntapan, Sewon dan Sanden yang telah mencapai akses jamban di atas 90%, telah melakukan verifikasi dan siap untuk deklarasi kecamatan Stop BABS. Selamat," ucap bupati.

Pada kesempatan tersebut,Kepala Dinas Kesehatan Drg Maya Sintowati M.Kes dalam laporannya menyampaikan peran masyarakat dalam pembangunan bidang kesehatan di Kab Bantul sangat besar. Peran tersebut banyak terwakili oleh kader kesehatan. Kegiatan Posyandu, Desa Siaga, Pokja Desa Sehat, Dasa Wisma, PKK dusun, menunjukkan banyaknya peran kader kesehatan dalam masyarakat. Dengan jumlah kader 7.000 orang yang bekerja ikhlas tanpa imbalan, merupakan potensi yang sangat besar untuk pembangunan kesehatan di masyarakat.

Salah satu kegiatan masyarakat dalam upaya peningkatan derajad kesehatan adalah Desa Siaga dan Forum Kabupaten Sehat. Keduanya mempunyai tujuan yang sama. Untuk lebih mengoptimalkan peran masyarakat maka kedua lembaga digabungkan menjadi Forum Desa Siaga Sehat.

"kabupaten bantul 4 Semoga kegiatan masyarakat lebih efektif baik di tingkat kabupaten, kecamatan, desa maupun di dusun," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Penyehatan Lingkungan (PL) Ditjen PP dan PL memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada bupati dan masyarakat Bantul yang telah berupaya menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat dan mendukung .program kesehatan lingkungan lainnya, sehingga diharapkan Kab Bantul akan mampu melaksanakan dan mencapai target universal akses tahun 2019 dan SBS kabupaten dapat diselesaikan tahun 2016.

Dr Imran mengatakan, peningkatan akses terhadap air minum dan sanitasi diawali dengan perubahan perilaku, terbukti telah berkelanjutan secara konsisten di masyarakat. Sesuai RPJMN bidang air minum dan sanitasi, target MDGs serta Universal Access Sanitasi Indonesia Tahun 2019, diperlukan dukungan semua unsur baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga donor, dan semua pihak yang peduli terhadap air dan sanitasi.

Program PAMSIMAS - II menggunakan pendekatan STBM dalam cakupan wilayah kab/kota (district wide) untuk mendorong perluasan penerapan ke seluruh wilayah kab/kota dan diharapkan mampu menggerakan, membangun komitmen daerah dalam mendukung dan memperkuat daya ungkit program dan pembiayaan STBM.

kabupaten bantul 5" Kita dapat menghemat kurang lebih Rp 40 triliun per tahun pengeluaran, jika kondisi sanitasi baik, melalui modifikasi lingkungan dapat mengurangi resiko terjadinya diare hingga 94% dan 9 juta anak Indonesia tergolong pendek (stunting) yang sebenarnya dapat dikurangi hingga 30% dengan sanitasi yang layak," ungkapnya.

Pernyataan deklarasi dari 7 kecamatan, 14 desa dipimpin oleh Camat Banguntapan diikuti oleh camat dan kepala desa yang menyatakan deklarasi, desa yang deklarasi SBS di Kab Bantul adalah Desa Trimurti, Parangtritis Kec Srandakan, Desa Srimulyo (desa PAMSIMAS - II) Kec Piyungan, Desa Sumbermulyo Kec Bambanglipuro, Desa Singonsaren (desa PAMSIMAS - II) Wirokreten, Tamanan Kec Banguntapan. Desa Timbulharjo, Pendowoharjo, Bangunharjo, Panggungharjo Kec Sewon, Desa Terong (desa PAMSIMAS - II) Kec Dlingo, Desa Bantul dan Ringinharjo Kec Bantul.

Selesai pembacaan ikrar deklarasi SBS oleh kepala desa disaksikan masyarakat dan undangan yang hadir, dilanjutkan dengan penyerahan piagam deklarasi oleh Bupati dan Direktur PL didampingi Kepala Bidang P2MK Dinas Kesehatan DIY dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.

Kehadiran Program PAMSIMAS II di Kab Bantul sangat dibutuhkan oleh desa-desa yang berpenduduk miskin dan sulit akses air dan kesulitan untuk membangun jamban yang sehat permanen (JSP) namun dengan tekad berubah perilaku, maka kami malu BAB Sembarangan lebih baik numpang tetangga atau masjid/mushollah, atau kami gotong royong membangun jamban cemplung tertutup.

Dengan adanya deklarasi SBS di 14 Desa di Kab Bantul ini, semoga yang diharapkan Direktur PL dan harapan kita semua bisa tercapai dengan adanya dukungan pemerintah daerah dan masyarakat. (Nanang Besmanto - Koordinator STBM DIY;Rita)


Tidak disertai video terkait.