top banner
  I  

Jum'at - 04 September 2015 08:39:58 WIB

PAMSIMAS III Dukung Akses Universal Air Minum dan Sanitasi Perdesaan Tahun 2019

Berita Pusat
Administrator | dibaca: 50825 pembaca

PAMSIMAS III Dukung Akses Universal Air Minum dan Sanitasi Perdesaan Tahun 2019

 

Sosialisasi ini diselenggarakan menandai dimulainya Program PAMSIMAS - III.

 

Bali - Pelaksanaan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) secara efektif dimulai pada 2008-2012 dan dilanjutkan dengan PAMSIMAS - II pada periode tahun 2013 - 2015. Sampai dengan pelaksanaan PAMSIMAS - II tahun 2014, sudah banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat yang dihasilkan dari pelaksanaan kegiatan pembangunan sistem penyediaan air minum dan sanitasi masyarakat, serta pemberdayaan masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengelola penyediaan air minum dan sanitasi yang dihasilkan melalui program.

pamsimas III 1Sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia dalam mencapai target Millenium Development Goals (MDGs), yaitu berkurangnya setengah jumlah penduduk yang tidak terlayani air minum dan sanitasi yang layak pada tahun 2015.

Pemerintah telah berupaya meningkatkan akses air minum, dimana terjadi peningkatan akses air minum sebesar 4,2% per tahun dalam periode 2011-2013, dengan capaian tersebut akses air minum pada akhir tahun 2013 menjadi sebesar 67,7%. Sehingga diharapkan pada tahun 2015 dapat mencapai bahkan melebihi target MDGs yaitu sebesar 68,8 %.

Namun demikian tantangan pemenuhan kebutuhan air minum dan sanitasi masyarakat masih sangat besar dengan adanya target pencapaian akses air minum dan sanitasi untuk 100% persen penduduk (universal access) pada tahun 2019.

Sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangan Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yang mengamanatkan terwujudnya 100% akses aman air minum, bebas kumuh, dan 100% akses sanitasi yang layak pada akhir tahun 2019.

Berdasarkan hasil pembelajaran yang diperoleh dari hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan PAMSIMAS I dan II, program PAMSIMAS rencananya akan diperluas dan memasuki fase ketiga pada tahun 2016-2019 dengan sasaran program yang tersebar di 412 kabupaten dan 33 provinsi di Indonesia. Sehingga untuk menjamin keberhasilan persiapan dan pelaksanaan Program PAMSIMAS - III maka akan sangat diperlukan dukungan dan peran pemerintah daerah.

Acara Sosialisasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) III 2016 – 2019 yang dilaksanakan pada 31 Agustus – 2 September 2015 kemarin di Bali itu, bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta terkait dengan konsep, pendekatan dan strategi pelaksanaan Program PAMSIMAS - III sebagai program nasional untuk pembangunan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di wilayah perdesaan.

Selain itu memberikan pemahaman kepada peserta terkait dengan pengaturan pelaksanaan Program PAMSIMAS - III, terutama meliputi, persyaratan dan kesiapan yang harus dilakukan oleh pemerintah kabupaten yang berminat menjadi lokasi sasaran Program PAMSIMAS - III, kriteria lokasi desa sasaran dan proses seleksinya dan agenda persiapan Program PAMSIMAS - III, serta melakukan penjaringan minat kabupaten untuk menjadi lokasi sasaran Program PAMSIMAS - III.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Andreas Suhono, yang membuka resmi acara sosialisasi mengatakan, Program PAMSIMAS ini telah banyak memberikan manfaat terutama pada PAMSIMAS I dan II.

“Karena itu  diharapkan PAMSIMAS - III lebih sukses lagi. Dan komitmen serta keterlibatan terutama pemerintah daerah sangat kami harapkan,” tutur dirjen.

Akses air minum memadai kualitas permukiman yang baik dan sanitasi yang layak, merupakan kebutuhan dasar kita semua demi tercapainya kualitas standar hidup dan mendukung kehidupan keluarga yang layak secara produktif.

“ Semoga mendatang bisa lebih baik, sehingga salah satu misi kemen PU yaitu mewujudkan air minum yang layak dapat kita wujudkan bersama,” harap Dirjen. 

Andreas menekankan, gerakan 100 - 0 - 100 menjadi penting, sehingga produktivitas kota akan meningkat dan mendukung ekonomi kita yang berbasis pada daerah perkotaan. Kita harus mewujudkan daerah perkotaan memadai dan mendukung kehidupan yang aman dan produktif. Sehingga pada 5 tahun ke depan maka kita bisa mendapatkan akses universal baik untuk air minum dan sanitasi secara aman.

“ Pencapaian akses aman air minum dan sanitasi tentunya menghadapi tantangan yang cukup berat, salah satunya keterbatasan air baku untuk pemenuhan air minum serta lokasi APBD yang masih terbatas,” sambung Andreas.

Di samping itu, lanjutnya dengan adanya putusan atas uji materi UU No 7 tentang SDA yang menuntut kehadiran negara lebih berperan dalam memihak masyarakat terhadap air. Jadi kehadiran negara dituntut memberikan masyarakat terhadap air.

Adanya keterlibatan berbagai pihak sangat diperlukan. Sehingga upaya pencapaian akses universal dapat diwujudkan.

“ Karena itu kehadiran bapak ibu di acara ini adalah untuk persiapan agar pelaksanaan program lebih baik, serta memiliki nilai strategis sebagai momentum awal dari pelaksanaan program ke depan untuk pencapaian akses universal,” tuturnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali I Nyoman Astawa Riadi mengatakan, Program PAMSIMAS adalah program bersama dalam peningkatan air minum di masyarakat yang melibatkan berbagai stakeholder tingkat pusat provinsi kab/ kota dan masyarakat itu sendiri.

Dengan keterlibatan stakeholder, pelaksanaan program diharapkan dapat mendukung kelancaran program dan capaian tujuan PAMSIMAS di tingkat provinsi yang dilaksanakan di setiap lintas sektor.

Pertemuan sosialisasi yang diselenggarakan ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi kita semua yang akan mengelola program PAMSIMAS di masing-masing daerah terutama dalam meningkatkan komitmen kita bersama terhadap pembangunan air minum dan sanitasi untuk masyarakat secara berkelanjutan, terutama dalam mendukung pencapaian misi pemerintah yaitu mendukung 100 % akses air minum dan sanitasi yang aman 2019, sehingga pelaksanaan program PAMSIMAS nanti dapat berhasil dan diharapkan jauh lebih baik dibanding program PAMSIMAS I dan II.

“ Program PAMSIMAS - III bertujuan mulia yaitu meningkatkan jumlah masyarakat kurang terlayani termasuk masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah perdesaan,” ungkapnya.

I Nyoman Astawa Riadi menambahkan, keberhasilan pencapaian ini didapat cepat, apabila kita memiliki misi bersama, koordinasi setiap tingkat merupakan keberhasilan pembangunan.

“ Selain itu yang lebih penting adalah niat baik, keikhlasan dan dedikasi kita agar masyarakat hidup lebih baik dan sejahtera,” ucapnya

Acara ini diharapkan dapat meningkatkan komitmen peserta terkait dengan pembangunan air minum dan sanitasi yang merupakan tanggung jawab dan urusan wajib daerah, meningkatnya pemahaman peserta mengenai konsep, pendekatan, dan strategi pelaksanaan Program PAMSIMAS – III, meningkatnya pemahaman peserta terkait dengan pengelolaan Program PAMSIMAS – IIIdan adanya komitmen pemerintah kabupaten untuk mendukung persiapan dan pelaksanaan program PAMSIMAS - III di wilayahnya.

Selain Talkshow, kegiatan ini juga diisi dengan penjelasan konsep, pendekatan, dan strategi pelaksanaan program PAMSIMAS III, serta Agenda Persiapan Program PAMSIMAS – III dan penandatanganan surat minat keikusertaan program PAMSIMAS - III yang ditandatangani oleh Bupati/perwakilan pemda dan pameran Program PAMSIMAS - III, menampilkan stand pameran Best Practice PAMSIMAS 2008-2014.

Acara ini mengundang Ketua PPMU Program PAMSIMAS dan Satuan Kerja Pengembangan Air Minum dan Sanitasi, serta kabupaten yang belum ikut serta dalam program PAMSIMAS yaitu Bupati.Dalam kesempatan tersebut ada 5 bupati yang hadir yaitu Bupati dari Takalar Provinsi Sulawesi Selatan, Musi Rawas Prov Sumatera Selatan, Morowali Utara Prov Sulawesi Tengah, Tapanuli Tengah Prov Sumatera Utara dan Barito Timur Prov Kalimantan Tengah.  

Ka Satker PAM Berbasis Masyarakat, Dwiatma Singgih Raharja mengatakan, sosialisasi ini diselenggarakan menandai dimulainya Program PAMSIMAS - III.

 “ Kriteria lokasi desa sasaran dan agenda persiapan utnuk pelaksanaan program PAMSIMAS mendatang dan melakukan penjaringan kab untuk menjadi lokasi PAMSIMAS - III,” ucap Singgih. (Rita Hendriawati – CMAC)


Tidak disertai video terkait.