top banner
  I  

Jum'at - 27 November 2015 14:50:45 WIB

Bungo Deklarasi SBS 28 Desa/Kelurahan

Berita Daerah
Administrator | dibaca: 50761 pembaca

Bungo Deklarasi SBS 28 Desa/Kelurahan

 

Bukan hanya untuk mengukuhkan 28 desa/kelurahan sebagai desa yang masyarakatnya telah terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan, namun juga untuk memicu desa lain yang ada di Kab Bungo, mencontoh keberhasilan desa yang telah SBS.

 

bungo deklarasi 1Bungo - Deklarasi 28 desa/kelurahan yang dilaksanakan pada 23 November 2015 di Desa Tirta Mulya Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo Provinsi Jambi ini, dihadiri Bupati Bungo, H. Sudirman Zaini, Kementerian Kesehatan RI, DPRD Bungo, Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, seluruh SKPD di Kab Bungo, seluruh kepala Puskesmas, seluruh petugas kesehatan lingkungan Kab Bungo dan seluruh kepala desa, dan masyarakat Desa Tirta Mulya.

Dari 28 desa yang mendeklarasikan diri sebagai desa yang sudah mencapai SBS, 6 diantaranya merupakan desa intervensi Program PAMSIMAS TA 2014 dan 2015. Desa tersebut adalah Desa Tirta Mulya, Sumber harapan,Maju Jaya, Lembah Kuamang, Bangun Harjo dan Desa Gapura Suci. Keenam desa ini tersebar di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Pelepat dan Pelepat Ilir.

bungo deklarasi 2Deklarasi ini dilakukan bukan hanya untuk mengukuhkan 28 desa/kelurahan sebagai desa yang masyarakatnya telah terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan, namun juga untuk memicu desa lain yang ada di Kab Bungo, mencontoh keberhasilan desa yang telah SBS dan mendapatkan penghargaan dari bupati Bungo sebagai hasil dari usaha masyarakat untuk berhenti buang air besar sembarangan.

Bupati Bungo H, Sudirman Zaini menekankan kepada camat yang belum mencapai SBS, untuk segera bersinergi dengan kepala desa dan Puskesmas untuk mencapai status sebagai desa SBS. Apalagi surat edaran Bupati Bungo tentang Pelaksanaan STBM pada April 2015 lalu, telah diedarkan ke seluruh camat, desa dan kelurahan yang ada di Kab Bungo. Salah satu poin yang tertuang dalam surat edaran tersebut adalah, kepala desa dan lurah wajib membuat peraturan dusun, terkait dengan Stop BABS.

bungo deklarasi 3" Dengan masih banyak warga Bungo yang masih BAB sembarangan, akan berdampak pada menurunnya tingkat kecerdasan anak-anak balita usia sekolah. Karena kebiasaan BABS dapat meningkatkan angka kecacingan pada anak-anak, nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak malah diambil cacing. Jadinya, banyak anak-anak dan balita akan kekurangan gizi, dan itu berdampak terhadap menurunnya IQ anak," jelasnya.

Sementara itu, F. Eko Saputro, SKM. M.Kes selaku Kasubdit PASD Kementerian kepada semua kepala desa yang hadir, semua desa PAMSIMAS di Kab Bungo harus SBS minimal 50% dari semua desa yang di intervensi Program PAMSIMAS untuk mendapatkan Program PAMSIMAS - III yang akan launching tahun depan. Hal ini tentu saja melecut semangat petugas kesehatan lingkungan untuk melakukan pemicuan dan monitoring demi tercapainya desa SBS.

Kepala Desa Tirta Mulya, Paino mengatakan, sebelum ada Program PAMSIMAS, terdapat 39% masyarakat yang BAB Sembarangan, dari 940 KK dengan 758 rumah. Artinya, sebelum ada program PAMSIMAS, masih ada sekitar 300 KK yang terbiasa buang air besar di kebun dan di kolam.

Namun setelah adanya pemicuan yang dilakukan sanitarian dan bidan desa sebagai salah satu bentuk kegiatan yang wajib dilakukan pada program PAMSIMAS, masyarakat mulai berubah kebiasaan, dari yang biasa ke kolam dan kebun sekarang mulai ke WC sederhana. (Hanifah - Faskab STBM Kabupaten Bungo;Rita)


Tidak disertai video terkait.