top banner
  I  

Kamis - 17 Desember 2015 04:21:04 WIB

Rakornas PAMSIMAS : Tiga Layer Strategi untuk Pembinaan Partisipasi Masyarakat

Berita Daerah
Administrator | dibaca: 50798 pembaca

Rakornas PAMSIMAS : Tiga Layer Strategi untuk Pembinaan Partisipasi Masyarakat

 

Perlu terobosan dan inovasi terutama untuk mendorong partisipasi dan motivasi karena sistem layanan air minum ini harus dibangun dan diselesaikan.

 

pembukaan rakornas 1Jakarta- Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Andreas Suhono mengatakan, Program PAMSIMAS sampai pada tahun 2014, berkontribusi pada capaian peningkatan akses terhadap pelayanan air minum yang aman sebanyak lebih dari 8,6 juta jiwa dan sanitasi layak bagi lebih dari 7,1 juta jiwa penduduk, di wilayah pedesaan dan pinggiran kota di 10.823 desa yang tersebar di 233 kabupaten/kota dari 32 provinsi di wilayah Indonesia.

Sebelumnya pada pelaksanaan program PAMSIMAS I yang sudah dilaksanakan dalam periode 2008-2012, telah berkontribusi pada peningkatan capaian akses aman pelayanan air minum dan sanitasi sebanyak lebih dari 6 juta jiwa penduduk di wilayah pedesaan dan pinggiran kota. Sementara program PAMSIMAS II yang telah dimulai sejak 2013, diharapkan akan mampu meningkatkan capaian akses aman pelayanan air minum dan sanitasi sebanyak 5,6 juta jiwa lagi hingga 2016 pada 5.000 desa.

pembukaan rakornas 2Dalam kesempatan tersebut Andreas optimis target yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan kerjasama dan kerja keras dari semua pihak. Untuk itu diperlukan terobosan dan inovasi terutama untuk mendorong partisipasi dan motivasi karena sistem layanan air minum ini harus dibangun dan diselesaikan.

PAMSIMAS ini sendiri sambung Andreas, memiliki 3 layer strategi untuk melakukan pembinaan partisipasi masyarakat melalui kebijakan pokok yang dikeluarkan Cipta Karya. Layer pertama, adalah pembangunan sistem, yaitu pembangunan jaringan perpipaan. Kedua, fasilitas pemerintah daerah untuk PDAM yang melibatkan pemerintah daerah kabupaten/kota.
" Kita menghadapi tahun ke depan jumlah penduduk perkotaan lebih besar dari perdesaan, sehingga pelayanan air minum akan mengalami kesulitan menambah pelayanan. Untuk itu secara sistem kita akan melayani dengan spams regional. Demikian pula secara bertahap Sambungan Rumah ini harus ditingkatkan. Target akhir 2019 adalah 60 % SR dan 40% non perpipaan," ungkap Andreas saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengembangan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) II Tahun 2015, di Jakarta, Rabu (16/12).

Sementara itu, layer ketiga adalah pemberdayaan masyarakat melalui prinsip dasar korelasi dan relevansi keberlanjutan dan sustainability PAMSIMAS melalui proses perencanaan, pelaksanaan, pengoperasian dan perawatan.

Layer ketiga ini melakukan peningkatan akses air minum dan sanitasi, melalui pendekatan berbasis masyarakat. Output dalam standar teknis dan pedoman diperjelas supaya apa yang menjadi stigma terkait Bansos dapat diubah.

pembukaan rakornas 3" Banyak sekali contoh dan sukses story yang perlu kita publikasikan bahwa memang SR dan infrastruktur dari PAMSIMAS ini ternyata lebih efesien dan ekonomis dibandingkan SR dari PDAM. Kalau dari PDAM sekitar Rp 10 juta, sementara dari PAMSIMAS cuma Rp 2,5 juta. Jadi tidak semua Bansos itu merugikan masyarakat. Banyak sekali yang terkait infrastruktur ini sangat membantu program pemerintah dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat," pungkas Andreas.

Terkait dengan Bansos, Andreas mengemukakan, ada beberapa program yang terkait dengan Bansos yang menghadapi beberapa masalah. Tentunya masalah ini berimbas kepada PAMSIMAS, dimana mau tidak mau Bansos ini dianggap sebagai program yang banyak terjadi penyelewengan.

Namun Andreas mengatakan, Program PAMSIMAS yang merupakan bagian dari Bansos, tidak sama dengan program Bansos lain, karena memberikan banyak manfaat. Ini dilihat dari audit BPKP dimana penyimpangan hanya terjadi 0,05%.

" Ada surat dari KPK bahwa bentuk pertanggungjawaban tidak boleh lagi seperti yang dilakukan dengan hanya menunjukan kuitansi yang ditunjukan, kecuali kelompok masyarakat berbadan hukum. Peraturan Menkeu diubah menjadi belanja barang dan belanja modal. Karena kalau dulu Bansos itu bisa berlanjut setelah tahun berjalan, sekarang harus selesai di tahun berjalan," jelasnya.

Karena itu lanjutnya, momen ini adalah saat yang penting terutama saat melewati pelaksanaan PAMSIMAS I dan II dan sebentar lagi akan memasuki PAMSIMAS III. Dan pastinya ada beberapa hal yang perlu dicermati bahwa memang lingkungan strategis kita sudah berubah. (Rita Hendriawati CMAC)


Tidak disertai video terkait.