top banner
  I  

Warga Natakehe Tak Lagi Berebut Air Minum Dengan Kambing

Pengalaman Baik
Administrator |Kamis - 28 Januari 2016 07:52:56 WIB | dibaca: 29 pembaca

Warga Natakehe Tak Lagi Berebut Air Minum Dengan Kambing

 

Program PAMSIMAS memenuhi kebutuhan air minum di Dusun Natakehe yang belum pernah tersentuh program air minum sejak pertengahan tahun 1960.

 

warga natakehe 1Dompu - Tangannya yang renta sesekali mengelap keringatnya yang mengucur di kening dengan ujung sarungnya sembari penuh kesabaran menunggu ember yang ia bawa terisi penuh air. Terik matahari siang itu tak terasa olehnya, Wanita tua itu terlihat menikmati suara percikan air yang keluar dari kram umum belakang rumahnya. Raut muka hitam yang mulai dihiasi keriput tertutupi senyum sumringah memberi makna akan beban berat telah terlepas dari pundaknya.

Ina Mariam, warga penghuni Dusun Natakehe Desa Tembalae Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat itu memang patut bahagia, karena sekarang tidak lagi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan air minum sehari-hari. Hanya melangkah lima meter ke belakang rumahnya lalu putar kran, air pun mengucur deras ke ember.

Hal tersebut berkat kegiatan Progam PAMSIMAS II tahun 2015 yang membangun kran umum dan hidran umum untuk akses air 118 jiwa dari total 321 jiwa, termasuk Ina mariam yang menghuni Dusun Natakehe.

"Sekarang selain mudah mendapat air, kami pun tidak merasa takut meminumnya. Tidak seperti kemarin-kemarin harus was-was minum air karena tercampur air liur binatang, takut kena penyakit," kata Ina yang usianya sudah setengah abad itu.

Ina mengisahkan sejak lahir dan tinggal di kampungnya itu, sangat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih dan air minum keluarganya. Ibu dari 2 anak itu hanya mengandalkan sumur rembesan yang digali warga pada pinggir badan sungai kering yang terletak di sebelah timur kampung dengan jarak sekitar 200 meter.

" Kami harus bangun pagi agar bisa lebih awal sampai di sungai, kalau terlambat bisa-bisa kambing atau sapi yang duluan minum airnya. Sehari saya hanya mampu 5 ember tanggung saja untuk minum dan masak. Kalau untuk mandi dan cuci langsung ke sumur," jelas wanita yang berprofesi petani itu.

warga natakehe 2Kisah yang dilakoni Ina Mariam merupakan potret kehidupan sebagian besar warga Dusun Natakehe. Dan siapa sangka dusun yang dihuni 321 jiwa atau 107 kepala keluarga dan dilewati jalan lintas menuju pantai Lakey, salah satu lokasi wisata berselancar terbaik dunia ini, belum pernah disentuh oleh program air minum sejak dihuni oleh warganya sekitar pertengahan tahun 1960.

Dahlan Manan, ketua RT 01 Dusun Natakehe mengatakan program kegiatan air minum dari pemerintah maupun swasta sebenarnya sudah masuk di Desa Tembalae. Akan tetapi semua program selalu diprioritaskan ke dusun-dusun lain yang berdekatan dengan kantor desa.

"Seingat saya sudah 4 program air minum untuk desa kami, tapi semuanya untuk dusun lain. Alasannya selalu sama, dana program tidak cukup bangun jaringan baru ke dusun kami. Terus masalah struktur tanah dan ketinggian yang tidak memungkinkan dibuat jaringan air minum," ungkapnya.

Keberuntungan akhirnya berpihak kepada mereka, karena Program PAMSIMAS II melalui KKM Mandiri dan Satlak Desa Tembalae masuk dan memfasilitasi pembangunan jaringan dan sarana air minum di permukiman yang hampir 100 persen petani.

warga natakehe 3"Telah dibangun, 2 kran umum dan 2 hidran umum untuk warga Natakehe. Juga dibuat jaringan perpipaan baru berupa 234 m PVC 3 inc, 3000 m PVC 2 inc, serta 264 m PVC 1 inch, " terang Koordinator KKM Mandiri Desa Tembalae, Abakar.

Abakar menambahkan, KKM Mandiri bersama Satlak juga telah mengoptimalisasi sarana air penyediaan minum pada dusun pelita dan dusun restu meliputi pengadaan pipa PVC 1 inch sepanjang 513 m untuk jaringan distribusi dan pembangun 11 unit kran umum guna melayani 602 jiwa.

Abakar mengatakan, anggaran yang terserap dalam pembangunan sarana air minum secara keseluruhan sebesar Rp 318.482.100,- terdiri dari Rp 253.312.000 sumber APBN dan Rp 12.665.600,- in cash, dan Rp. 50.662.400,- in kind.

"Peruntukannya berupa pengadaan pipa dan asesories sebesar Rp 219.468.000,-, pembangunan HU 2 unit Rp 29.630.750,-, KU 7 unit dengan Spal Rp 28.189.350,-, KU tanpa Spal 8 unit Rp 18.387.000,- dan pengadaan water meter 4 unit Rp 2.020.400,-.

Biaya operasional KKM Rp 6.817.600,- serta kegiatan PHBS dan penguatan kapasitas masyarakat sebesar Rp 7.740.000, " terangnya.

Kini Ina Mariam dan Dahlan Manan maupun warga Dusun Natakehe bisa lega dan dapat mengakses air minum dengan mudah. Tapi agar kemudahan ini dapat dinikmati dalam jangka panjang, tentunya opersional dan pemeliharaan SPAM menjadi fokus perhatian warga selanjutnya. (Anshori - DFMA Dompu;Ritai)


Tidak disertai video terkait.