top banner
  I  

FAQ

About
Administrator |Selasa - 18 Desember 2012 15:22:29 WIB | dibaca: 433 pembaca
  • 1. Apa itu Program PAMSIMAS ?

    PAMSIMAS merupakan salah satu program dan aksi nyata pemerintah (pusat dan daerah) dengan dukungan Bank Dunia, untuk meningkatkan penyediaan air minum, sanitasi, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam menurunkan angka penyakit diare dan penyakit lainnya yang ditularkan melalui air dan lingkungan.

  • 2. Apa tujuan Program PAMSIMAS ?

    PAMSIMAS bertujuan untuk meningkatkan praktik hidup bersih dan sehat di masyarakat, meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki akses air minum dan sani-tasi yang berkelanjutan, meningkatkan kapasitas masyarakat dan kelembagaan lokal (pemerintah daerah maupun masyarakat) dalam penyelenggaraan layanan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat dan meningkatkan efektifitas dan kesinambungan jangka panjang pembangunan sarana dan prasarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat.

  • 3. Siapa yang menjadi sasaran dan penerima manfaat dari program ini?

    Kelompok miskin di perdesaan dan pinggiran kota (peri-urban) yang memiliki prevalensi penyakit terkait air yang tinggi dan belum mendapatkan akses layanan air minum dan sanitasi. Penerima manfaat dari program Pamsimas adalah warga desa/kelurahan yang belum mempunyai akses terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang layak terutama kelompok miskin, dan masyarakat terpinggirkan (indigenous people) atau disebut juga masyarakat adat rentan yang diidentifikasi oleh masyarakat sendiri, disepakati dan ditetapkan bersama oleh masyarakat desa/kelurahan melalui proses musyawarah warga.

  • 4. Apa kriteria desa sasaran Pamsimas?

    Secara umum kriteria desa sasaran Pamsimas adalah:

    • Belum pernah mendapatkan program Pamsimas.

    • Cakupan akses air minum aman masih rendah.

    • Cakupan akses sanitasi aman masih rendah.

    • Prevalensi penyakit diare (atau penyakit yang ditularkan melalui air dan lingkungan) tergolong tinggi berdasarkan data Puskesmas.

    • Memenuhi biaya per penerima manfaat yang efektif dan efesien.

    • Adanya pernyataan kesanggupan masyarakat untuk menyediakan kader pemberdayaan masyarakat bidang AMPL (kader AMPL) minimal 3 orang.

    • Menyediakan kontribusi sebesar minimal 20% dari kebutuhan biaya RKM yang terdiri dari 4% in cash dan 16% in kind

    • Menghilangkan kebiasaan BABS (Buang Air Besar Sembarangan).

  • 5. Siapa pelaksana program Pamsimas ?

    Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Pera selaku Executing Agency (EA) bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan program secara menyeluruh.

    Sementara Implementing Agency (IA) adalah Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda), Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Pemmberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Jenderal PP dan PL Kementerian Kesehatan dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum. IA bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan komponen program yang menjadi tanggung jawabnya.

  • 6. Ada berapa komponen dalam program Pamsimas ini ?

    Penyaluran bantuan teknis dan pendanaan tersebut, di tingkat masyarakat dilakukan melalui 5 (lima) komponen program yaitu :

    a. Komponen 1: Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Kelembagaan Daerah,

    Penanggungjawab tingkat Pusat: Ditjen Bina Pembangunan Daerah dan Ditjen PMD. Penanggungjawab tingkat Daerah: Bappeda dan BPMD/Bapermas

    b. Komponen 2: Peningkatan Perilaku Higienis dan Pelayanan Sanitasi.

    Penanggungjawab tingkat Pusat : Ditjen PP dan PL, Kementerian Kesehatan Penanggungjawab tingkat daerah: Dinas Keseha

    c. Komponen 3: Penyediaan Sarana Air Minum dan Sanitasi

    Penanggungjawab tingkat Pusat : Ditjen PP dan PL, Kementerian Kesehatan. Penanggungjawab tingkat Daerah: Dinas Pekerjaan Umum (atau dengan nama lain).

    d. Komponen 4: Insentif Desa/Kelurahan dan Kabupaten/Kota

    Penanggungjawab tingkat Pusat : Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU.

    e. Komponen 5: Dukungan Manajemen Pelaksanaan Program

    Penanggungjawab tingkat Pusat : Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU.

  • 7. Seperti apa pendanaan program Pamsimas ?

    Pendanaan program Pamsimas melalui sumber dana pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN) dari Bank Dunia, rupiah murni dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota serta dana kontribusi swadaya masyarakat dan sumber dana lain yang tidak mengikat.

  • 8. Bagaimana pola pembiayaan dari program ini ?

    Sharing program APBN dan APBD dimana dana APBN membiayai BLM untuk sejumlah 80% dari kebutuhan pendanaan desa sasaran, dan APBD wjib membiayai BLM minimal 20% kebutuhan pendanaan desa sasaran.