top banner
  I  

Kunjungan Edukasi Pengelola Program Pamsimas Kabupaten Bogor ke Kabupaten Purbalingga

Pengalaman Baik
Administrator |Kamis - 16 Maret 2017 14:10:41 WIB | dibaca: 50451 pembaca

Kunjungan Edukasi Pengelola Program Pamsimas Kabupaten Bogor ke Kabupaten Purbalingga

Kabupaten Bogor merupakan salah satu lokasi pelaksana Program Pamsimas III, dimana kegiatan pengelolaan program Pamsimas di Kabupaten Bogor sudah dimulai sejak ditetapkannya Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sebagai lokasi Pamsimas tahun 2016-2019.

Kegiatan Program Pamsimas di Kabupaten Bogor yang sudah dilaksanakan antara lain persiapan pemilihan desa, yang saat ini sudah dalam tahap penyampaian usulan desa calon lokasi Program Pamsimas III. Dalam rangka peningkatan pemahaman terhadap pengelolaan Program Pamsimas bagi para pengelola Program Pamsimas baik tingkat Kabupaten maupun tingkat desa di Kabupaten Bogor, Pengelola Program Pamsimas Kabupaten Bogor melakukan kunjungan edukasi (Study Banding) ke Kabupaten Purbalingga.

Dasar pemilihan lokasi  Kegiatan kunjungan edukasi di Kabupaten Purbalingga ini adalah sebagai berikut :

  1. Kabupaten Purbalingga adalah Kabupaten pelaksana Program Pamsimas sejak tahun 2008.
  2. Kabupaten Purbalingga menjadi salah satu Kabupaten yang sering menjadi narasumber dalam berbagi pembelajaran keberhasilan dalam pengelolaan Program Pamsimas di acara-acara Program Pamsimas Pusat, Awal Februari 2017 Kabupaten Purbalingga yang diwakili dari Asosiasi BPSPAMS dan Kepala Desa berbagi pengalaman dalam Lokakarya Sinergi Program dan Pendanaan pembangunan air minum dan sanitasi menuju akses universal 2019 yang dilaksanakan oleh Bappenas di Jakarta.
  3. Beberapa pembelajaran dalam pengelolaan Program Pamsimas di Kabupaten Purbalingga yang menjadi referensi untuk kegiatan edukasi ini antara lain:
    1. Pengelola Program Pamsimas sudah menerapkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan air minum dan sanitasi secara terintegrasi dengan program sejenis.
    2. Asosiasi BPSPAMS sebagai mitra Pemda dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan  air minum dan sanitasi sudah diterapkan
    3. Beberapa desa pelaksana Pamsimas sudah mengintegrasikan PJM ProAksi (Perencanaan Jangka Menengah Program Air Minum, Kesehatan dan Sanitasi, yang disusun melalui pendampingan Pamsimas) ke dalam dokumen Perencanaan Reguler Desa
    4. Beberapa desa pelaksana Pamsimas sudah mengalokasikan dana desa untuk pengembangan maupun pemeliharaan sarana PAMSIMAS. Pada tahun 2016, ada 18 desa yang masuk dalam pengembangan BP SPAMS dengan menggunakan dana desa dan alokasi dana desa.
    5. Desa dengan tertib administrasi dan penyiapan regulasi dalam mendukung keberhasilan dalam pembangunan air minum dan sanitasi desa, merupakan pembelajaran yang sangat strategis bagi para kepala desa.

Kegiatan kunjungan Edukasi ini dipimpin oleh Ketua DPMU Pamsimas Kabupaten Bogor, Joner K Marpaung yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor. Sebelum keberangkatan rombongan menuju Purbalingga dilakukan acara pelepasan oleh Kepala Dinas PUPR Yani Hassan (08/03), dalam sambutannya Yani berharap dengan dilaksanakan kunjungan Edukasi ini para peserta dapat mengambil pembelajaran keberhasilan para pengelola Program Pamsimas di Kabupaten Purbalingga sebagai bekal untuk pelaksanaan Program Pamsimas di Kabupaten Bogor. Yani juga menegaskan bahwa Kabupaten Bogor siap melaksanakan Program Pamsimas untuk mendukung pencapaian akses universal air minum dan sanitasi 2019.

Kegiatan kunjungan edukasi ini dilaksanakan selama dua hari (9-10/03/17), sesampai di Kabupaten Purbalingga peserta kunjungan eduksi disambut oleh para pengelola Program Pamsimas Kabupaten Purbalingga di kantor Bappedalitbangda. Proses belajar dimulai dengan penyampaian paparan mengenai strategi pengelolaan Program Pamsimas oleh Iswanto Sugondo selaku Ketua Panitia Kemitraan Pokja AMPL Purbalingga, dalam paparannya pria yang akrab dipanggil Gondo ini menggarisbawahi bahwa kunci keberhasilan sinergi program dan pendanaan pembangunan air minum dan sanitasi, khususnya program Pamsimas di Purbalingga ini adalah koordinasi antar OPD (Organisasi Perangkat Daerah), dan sosialiasi serta advokasi yang berkesinambungan kepada para pengambil kebijakan dan juga para perangkat Desa selaku ujung tombak pelaksanaan pembangunan air minum dan sanitasi.

Pada kesempatan ini selain Gondo, narasumber dari pihak pengelola Pamsimas tingkat desa juga berbagi pengalaman dalam perjuangannya untuk memenuhi akses air minum dan sanitasi di desanya,  Maghfur selaku ketua Satlak Pamsimas desa Baleraksa ketika menyampaikan paparannya mengungkapkan bahwa program air bersih merupakan kebutuhan yang sangat mendesak di desanya.

Saat mengikuti sosialisasi peminatan mengikuti Program Pamsimas untuk tahun 2017, penduduk desa Baleraksa kembali bersemangat untuk menggapai cita-cita yang sudah sangat lama di idam-idamkan. Hal ini, di karenakan mayoritas warga Desa Baleraksa kesulitan dalam mendapatkan air bersih yang layak. Sebanyak 58% persen masyarakat belum mendapatkan kecukupan akses yang layak. Bahkan kondisi pada saat musim kemarau tampak memprihatinkan. Banyak warga yang harus ngangsu (membawa air) dengan jarak yang jauh dan harus membeli air. Imbas dari itu, di salah satu dusun yaitu Dusun Karangwringin terkena endemi penyakit diare.

Kendala yang dihadapi desa Baleraksa ketika akan mengikuti Program Pamsimas adalah desa ini tidak mempunyai sumber air baku, namun dengan tekad kuat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga pihak Pemerintah Desa tidak tinggal diam, jalan keluar yang mereka ambil adalah bekerjasama dengan desa Tunjungmuli untuk mendapatkan pasokan air baku yang berjarak sekitar 6 km Setelah di lakukan perhitungan teknis, dapat di ketahui bahwa kebutuhan pendanaan untuk membawa air dari Tunjungmuli ke bak reservoar di Baleraksa memakan biaya mencapai 675 juta rupiah berasal dari APBDes 2017 yang akan di gunakan untuk pengadaan dan pemasangan pipa 3 inch, pembuatan intake. Sehingga total kegiatan mencapai Rp 990.742.000,- dimana dana Rp. 315.000.000,- yang direncanakan berasal dari BLM Pamsimas, In-Cash dan In-Kind akan digunakan untuk pengadaan dan pemasangan jaringan distribusi ke 280 SR yang akan melayani di dusun 3 dan 4.

Diakhir paparannya, Magfur menyajikan pemutaran film dokumentasi yang mengisahkan bagaimana perjuangan desa Baleraksa dan seluruh jajaran yang terlibat untuk memperjuangkan rencana pembangunan sistem penyediaan air minum melalui Program Pamsimas 2017 dan kesiapan Pemerintah desa menyediaakan anggaran APBDesa 2017 sebesar Rp. 675 Juta. (film/video, terlampir).

Setelah sesi pembelajaran di kelas, peserta kunjungan edukasi menuju Desa Bojong sebagai contoh pengelolaan sarana air minum dengan opsi grafitasi dan di desa Bandingan sebagai contoh pengelolaan sarana air minum dengan opsi sumur Bor.

Keberhasilan Desa Bandingan dalam pengelolaan Program Pamsimas ini adalah komitmen aparat pemeritah desa untuk membangun keswadaan masyarakat dalam membangun desa (dikuatkan dengan dikerluarkannya Perdes), sehingga masalah in Cash dan in kind bukan satu hal yang sulit mereka laksanakan.

Desa Bandingan juga sudah mampu membuktikan integrasi PJM ProAksi ke dalam RPJMDesa dan memprioritaskan ke dalam RKP Desa pertahun sejak tahun 2010-2017, sejak menjadi desa Pamsiams tahun 2009.

  • 2010 : APBD, program perluasan jaringan (Bantuan pipa) (Rp. 16,2 juta)
  • 2011 : APBN, Program HID (Rp. 200 juta)
  • 2012 : APBN, PNPM Integrasi (Rp. 147 juta)
  • 2013 : APBN, DAK Sanitasi (Rp. 300 juta)
  • 2014 : APBN, DAK Air Minum (Rp. 300 juta)
  • 2016 : Dana Desa, Rp. 250 juta
  • 2017 : APBN: Hibah Air Minum Perdesaan (pengusulan) 100 SR

Jika tahun 2017 desa Bandingan mendapatkan program Hibah Air Minum Pedesaan maka Desa Bandingan di tahun 2018 akan mencapai akses air minum 100%. Desa Bandingan juga sudah akses sanitasi 100%, desa Bandingan merupakan desa pertama di Kabupaten Purbalingga yang telah ODF (th 2011) dan untuk mejaga tetap ODF didukung dengan Perdes.

Diakhir kegiatan kunjungan Edukasi para peserta yang rata-rata Kepala Desa, Ketua KKM dan Satlak, bertekat untuk mewujudkan desa mereka mencapai akses universal air minum dan sanitasi di tahun 2019.

Dari catatan perjalanan ini semoga dapat menginpirasi seluruh pembaca untuk tidak lelah belajar dari keberhasilan dan cerita perjuangan masyarakat untuk mendapatkan akses air munum aman dan sanitasi layak, demi menuju Indonesia sejahtera.(Endang Sri Rejeki-Sekber;Deddy-CMAC)


Video Terkait: