top banner
  I  

Kamis - 06 April 2017 15:28:17 WIB

Penerapan Output Based Sebagai Strategi Percepatan Penambahan Jumlah SR

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 51049 pembaca

Penerapan Output Based Sebagai Strategi Percepatan Penambahan Jumlah SR

 

Bertempat di Hotel Aryaduta, Jakarta pada hari Rabu, 5 April dilaksanakan Rapat Teknis dalam rangka Penyiapan Pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perdesaan APBN 2017. Membahas strategi percepatan penambahan jumlah sambungan rumah baru melalui penerapan output based atau pemberian hibah berdasarkan kinerja yang terukur.

Diawali laporan panitia oleh Chandra R.P. Situmorang selaku Ketua CPMU Hibah Air Minum dan Sanitasi Tahap II dan dilanjutkan kata sambutan dan arahan oleh Agus Achyar selaku Ketua CPMU Program PAMSIMAS, Dirjen Cipta Karya serta pembukaan acara oleh Ubaidi Socheh Hamidi selaku Direktur Pembiayaan dan Transfer Non Dana Perimbangan, Dirjen Cipta Karya.

Dilanjutkan dengan Diskusi Penyiapan Pelakanaan Program Hibah Air Minum Perdesaan APBN 2017 dengan Nara Sumber : 1) Agus Achyar selaku Ketua CPMU Program PAMSIMAS, Dirjen Cipta Karya dengan Materi Kebijakan dan Pelaksanaan Program PAMSIMAS. 2) Chandra R.P. Situmorang selaku Ketua CPMU Hibah Air Minum dan Sanitasi Tahap II dengan Materi Pelaksanan Program Hibah Air Minum Perdesaan APBN TA 2017. 3) Jamiat Aries Calfat selaku Kasubdit Hibah, Dana Darurat, dan Dana Insentif Daerah, Dirjen Cipta Karya dengan Materi Tata Kelola Pelaksanaan Hibah Daerah. 4) Rachmat Fitriyadi selaku Kasubditwas Bidang Industri dan Distribusi I, BPKP dengan materi lesson learned uji petik verifikasi Program Hibah Air Minum Perdesaan APBN TA 2017.

Hasil diskusi dari narasumber dapat disimpulkan bahwa pada pelaksanaan Program Hibah Air Minum dan Sanitasi ini terdapat kriteria sasaran, yaitu masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) yang ditetapkan oleh masing-masing kepala daerah, dengan acuan daya listrik yang terpasang pada rumah tangga tersebut ≥ 1300 VA dan 50% diantara target sasaran memiliki daya listrik ≤ 900VA yang ditetapkan oleh masing-masing kepala daerah. Melalui baseline survey dapat diperoleh hasil untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi mayarakat penerima manfaat dan kondisi pelayanan daerah penerima Hibah.

Dari pencapaian yang dilakukan oleh seluruh Provinsi, Gresik sebagai salah satu yang terbaik dan berhasil 100% mencapai Prestasi dari Pelaksanaan Program PAMSIMAS, dan yang kedua dari Dharmasraya, Sumatera Barat 97,5% berhasil pencapaian untuk Program PAMSIMAS. (AT Pulungan-Desain Graphis CMAC;Deddy Web Admin CMAC)


Tidak disertai video terkait.