top banner
  I  

Selasa - 25 Juli 2017 13:59:18 WIB

Manfaatkan, Pelihara dan Kembangkan

Berita Pusat
Administrator | dibaca: 51185 pembaca

Kalsel - Bupati Tapin, H. M. Arifin Arpan menyampaikan pesan betapa pentingnya masalah perilaku masyarakat dalam mengakses air minum dan sanitasi, “jangan hanya sekedar membangun sarana fisiknya saja tetapi harus dimanfaatkan dan dipelihara serta dikembangkan” tegas Bupati Tapin. Begitu juga halnya ketika air mudah diakses tetapi masyarakat masih buang air besar sembarangan (BABS). Roh kegiatan Pamsimas ini adalah perubahan perilaku, semakin mudahnya air bersih/minum diperoleh semoga semakin mempercepat atau akselerasi dalam pencapaian stop BABS. Dengan adanya perubahan prilaku yang semakin baik yang ditunjang akses air minum dan sanitasi, semoga mampu berkontribusi dalam perbaikan kualitas hidup-indeks pembangunan manusia. Pesan Bupati Tapin ini disampaikan dalam Aacara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PPK Pamsimas III dengan Koordinator Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) desa sasaran program Pamsimas III Tahun 2017.

Dalam rangka melanjutkan Sustainable Development Goals (SDG’s) melalui universal access 2019 dengan target akses air minum dan sanitasi 100% yang layak, Satker Pembangunan Infrastruktur Permukiman (PIP) Kabupaten Tapin menggelar kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PPK Pamsimas III dengan Koordinator Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) desa sasaran program Pamsimas III Tahun 2017 pada tanggal 10 juli 2017 di Aula Kabinet Pemerintah Kabupaten Tapin.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Tapin, Camat, Kepala Desa sasaran Program Penyediaan Air Minum dan sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), Pokja AMPL, DPMU, Pakem, Koordinator KKM dan Tim Pamsimas Kabupaten Tapin.

Dalam program PAMSIMAS III, Pemerintah pusat dan daerah bersama sama dengan Pemerintah dan masyarakat berencana meningkatkan pelayanan air bersih dan sanitasi berkelanjutan diseluruh Indonesia yang ditarget tercapai pada tahun 2019 mendatang.

Sebagaimana dalam hasil kegiatan, yang disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR Kab.Tapin Zainal Aqli ST MT mengatakan, Program Pamsimas ini harus merupakan suatu sistem bukan lagi pembangunan sarana yang setempat-setempat. Maksudnya adalah sistem perpipaan dan sambungan rumah melalui sistem penyediaan air minum dan sanitasi (SPAMS). Sederhana nya seperti PDAM Desa. SPAMS Perdesaan bukan merupakan saingan dari PDAM, tetapi sebagai mitra dalam pencapaian akses 100% air minum.

Dalam kegiatan ini ditegaskan kembali bahwa penyediaan "Air Minum Aman" yang berarti, air minum yang didapatkan dari fasilitas yang layak, tersedia ketika membutuhkan, dan tidak terkontaminasi tinja (E.Coli), "semua wajib didapatkan oleh masyarakat", harus memenuhi unsur 4 K (Kuantitas, Kualitas, Kontinuitas dan Keterjangkauan) kata Zainal.

Dalam program PAMSIMAS III untuk Kabupaten Tapin, dikatakan Zainal, Sebanyak 22 Desa di 9 (sembilan) Kecamatan mendapatkan program Pamsimas untuk Tahun 2017 ini. Anggaran PAMSIMAS untuk 16 desa berasal dari dana APBN sebesar 3,9 Milyar dan 6 desa dari dana APBD sebesar 980 juta, dimana kisaran anggaran antara 161 juta sampai 315 juta, ditahun ini tersebar di 9 (sembilan) Kecamatan. Dengan besarnya dana yang dikelola oleh KKM maka perlu diperhatikan untuk kelengkapan administrasi beserta berkas pendukungnya agar tidak menjadi Temuan pada saat Audit". lanjut Zainal.

"Walaupun tidak semua desa mendapatkan program PAMSIMAS III pada tahun 2017, masih bisa mengikuti seleksi desa tahun 2018 yang dilakukan pada pertengahan tahun 2017 ini. Sebagai contoh sudah ada beberapa desa yang cukup baik dalam pelaksanaan program air minum dan sanitasi di Kabupaten Tapin yang bisa dijadikan pemicu bagi desa-desa yang lain", kata Zainal. M. Ali Riza, ST DC Kabupaten Tapin-Kalsel


Tidak disertai video terkait.