top banner
  I  

Fasilitator Akan Menjadi Suri Tauladan Bagi Masyarakat

Berita Terbaru
Administrator |Senin - 28 Agustus 2017 13:52:24 WIB | dibaca: 1 pembaca

Sumatera Selatan, 26-31 Agustus 2017, ROMS 5 Sumsel-Babel - Program Pamsimas III  sebagai kelanjutan Program Pamsimas I dan Pamsimas II adalah salah satu program yang dirancang dalam rangka menciptakan masyarakat hidup bersih dan sehat melalui penyediaan layanan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. Pendekatan Berbasis Masyarakat menempatkan masyarakat berperan sebagai pelaku utama dan penentu dalam seluruh tahapan program mulai dari tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan sampai pada tahap operasional dan pemeliharaan. Namun oleh karena keterbatasan kapasitas masyarakat maka masyarakat perlu ditingkatkan kapasitasnya supaya dapat merencanakan dan melaksanakan  program dengan baik, oleh sebab itu tim fasilitator yang ada selalu ditingkatkan kapasitasnya, salah satunya dengan kegiatan penyegaran ini untuk mampu melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat secara terus menerus.

Dengan pendampingan yang dilakukan fasilitator, diharapkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam seluruh tahapan program diharapkan dapat melaksanakan program dengan baik dan benar. Dalam hal ini  peran tim fasilitator sangat dibutuhkan untuk membantu, mendampingi dan memfasilitasi masyarakat. Tim fasilitator tidak hanya dituntut untuk menguasai konsep program tetapi juga harus terampil memfasilitasi setiap kegiatan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Lebih dari itu seorang fasilitator juga dituntut komitmennya untuk melaksanakan tugasnya dengan sepenuh hati, penuh integritas dan dedikasi, karena fasilitator akan menjadi suri tauladan bagi masyarakat.

Pelatihan dibuka oleh Jenton Tambunan, SE. Ak yang mewakili Kepala Satker PSPAM Provinsi Sumatera Selatan beliau menyampaikan banyak hal diantaranya adalah keberhasilan pendampingan tentunya tidak lepas bersumber dari pengetahuan, ketrampilan dan kerja keras semua pihak, baik dari para pelaku program, termasuk para fasilitator masyarakat. Namun satu hal yang sangat penting dalam program pemberdayaan seperti Pamsimas ini adalah adanya komitmen yang tinggi. Agar komitmen itu benar-benar dipegang erat demi keberhasilan program.

Karena pelatihan ini amatlah penting untuk menjaga dan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan komitmen. Hal ini tidak hanya mencakup pendampingan dalam pembangunan, tetapi juga terkait dengan keberlanjutan program SAMS di masyarakat pasca pendampingan Pamsimas. Beliau juga menyampaikan, bahwa mulai tahun ini evaluasi kinerja bagi semua konsultan pelaku Pamsimas akan semakin ditingkatkan, termasuk tim fasilitator. Jadi bagi fasilitator yang berkinerja baik sangat memungkinkan untuk  dipromosi. Tetapi bagi fasilitator yang kinerjanya tidak baik pasti akan diperingatkan bahkan dilakukan pemberhentian hubungan kerja. Untuk itu mohon kinerja yang bagus supaya terus dapat ditingkatkan minimal dipertahankan supaya tetap bagus.

Tujuan dari pelatihan refresher ini adalah melakukan review kegiatan dari pengalaman sebelumnya, atau siklus kegiatan Pamsimas yang telah dilakukan di desa sehingga menjadi pembelajaran bersama untuk mencapai universal akses 100-0-100, Keberhasilan-keberhasilan dalam dampingan ini tentunya akan kita sama-sama kita kembangkan agar kedepan Pamsimas Sumsel-Babel dapat berjalan dengan sangat optimal dan semakin mendekatkan kepada Target-target KPI.

Walaupun hal itu tidaklah mudah mengingat tidak seluruh FM bekerja dari awal program namun sebagian diantaranya merupakan FM pengganti yang belum terlibat pada pendampingan pelaksanaan tahun 2017 tentunya diperlukan sharing informasi secara cepat untuk memahami hal-hal tersebut apalagi saat ini desa tahun 2018 sudah didepan mata yang tentunya diperlukan ke piawaian FM dalam mengawal siklus-siklus di desa dampingan.

Pelatihan Refresher ini diikuti oleh 255 peserta yang terdiri dari FS dan FM Sumsel-Babel. Untuk peserta dari Sumatera Selatan FS dan FM Reguler sebanyak 194 orang dan FM APBD sebanyak 5 orang, untuk peserta dari Bangka Belitung FS dan FM Reguler sebanyak 56 orang. Team Pemandu terdiri dari 13 orang DC dari Sumatera Selatan dan 6 orang DC dari Kep Bangka Belitung, tentunya juga disupport oleh pemandu Provinsi yang terdiri dari CD/CB, WSS, FMS dan DMA dari kedua Provinsi. Mengingat banyaknya peserta kegiatan pelatihan dilakukan di dua hotel berbingtang di kota Palembang ini yaitu Hotel Daira dan Hotel Imara yang terletak di Jalan Sudirman dan merupakan jantung kota Palembang, Sumatera Selatan.Semoga dalam pelaksanaan kegiatan ini dapat tercapai apa yang dikehendaki oleh program serta oleh pemandu maupun peserta. (Damanuri - DMA ROMS-5 Sumsel;Deddy S-Asst.MIS/Web Admin CMAC).


Tidak disertai video terkait.