top banner
  I  

Kementerian Desa Salurkan Bantuan Untuk Tingkatkan Kinerja KP-SPAM

Berita Terbaru
Administrator |Selasa - 05 September 2017 14:10:41 WIB | dibaca: 1 pembaca

Tahun anggaran 2017, Kementerian Desa DPTT, Ditjen PPMD selaku implementing agency Program Pamsimas menyalurkan Bantuan berupa seperangkat peralatan yang dapat mendukung pengelolaan system monitoring dan evaluasi kinerja KP-SPAMS berbasis IT, yang terdiri dari Laptop, printer, modem, dan proyektor. Bantuan ini diberikan kepada 12 KP-SPAMS yang berada tersebar di 3 Provinsi (Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur), 12 Kabupaten (Sumedang, Subang, Tasikmalaya, Garut, Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Sidoharjo, Mojokerto, Lamongan dan Tuban), 12 Desa masing-masing kabupaten 1 desa (Bantarmara, Cibuih, Cijulang, Ciela, Kedung Legok, Sudimara, Bondolharjo, Jatijajar, Kudung Sumur, Ketapanrame, Durikulon , Pongpongan. Saat menyampaikan arahan dalam pembukaan Bimtek Bantuan Model System Monitoring dan Evaluasi KP-SPAMS Berbasis IT di Semarang (28/08) Suprapedi selaku Direktur PSDA dan TTG menegaskan bahwa dengan diberikannya bantuan ini kepada KP-SPAMS dapat meningkatkan kinerja dalam pengelolaan sarana SPAMS terbangun dan dapat mengembangkan akses layanan air minum dan  sanitasi di desa, selain itu juga dapat mengembangkan potensi Sumber Daya Alam berbasis Air melalui Bumdes.

Informasi Teknologi menjadi salah satu daya dukung yang dikembangkan oleh berbagai pihak dalam melakukan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan Program dan kegiatan yang mereka kelola, selain pertimbangan jangkauan pemanfaatan juga informasi yang disampaikan dapat di up date setiap saat sesuai kebutuhan. Pendekatan berbasis masyarakat dalam pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Sanitasi  adalah menempatkan masyarakat sebagai penanggung jawab dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan dan pengelolaannya termasuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Dengan pendekatan tersebut diharapkan sarana prasarana yang dibangun dapat berkelanjutan di tangan masyarakat sendiri. Investasi pemerintah melalui penyediaan sarana air minum berbasis masyarakat diharapkan memberikan kontribusi yang berarti dalam peningkatan akses masyarakat untuk air minum.

Aldi Nur Karim selaku Wakil Ketua CPMU Program Pamsimas Ditjen PPMD saat menyampaiakan laporan ketua panitia pada acara pembukaan menyampaikan  bahwa penyaluran bantuan ini diawali dengan kegiatan monitoring dan evaluasi oleh Tim Pengelola PamsimasDitjen PPMD pada bulan Juni 2017 di sekitar 80 desa yang tersebar di 12 Kabupaten lokasi pilot Bantuan, dan melalui hasil penilaian oleh Tim dengan menggunakan form penilaian kinerja KP-SPAMS maka terpilih 12 KP-SPAMS yang berhak mendapatkan seperangkat alat pendukung monev berbasis IT ini.

Acara Bimtek ini juga dihadiri dari narasumber dari Bappenas dan lintas kementerian pengelola Program Pamsimas. Selama pelaksanaan Bimtek, peserta diperkenalkan beberapa aplikasi model sytem monitoing dan evaluasi berbasis IT, antara lain STMB Smart dan Pamsimas  yang dapat diakses melalui playstore, sehingga peserta dapat mengakses informasi perkembangan kondisi akses air minum dan sanitasi pada smartphone (telepon genggam/Hand Phone), peserta juga dipandu bagaimana membaca data dan memanfaatkan data dan informasi teknologi tersebut sebagai acuan untuk perencanaan program dan kegiatan serta meningkatkan kinerja pengelolaan kelembagaan dalam mengelola sarana air bersih dan sanitasi selanjutnya. Diakhir acara Bimtek peserta melakukan simulasi pemanfaatan data dan informasi berbasis IT baik dari Smart STMB, SIM Pamsimas,  aplikasi Pamsimas dan data-data yang berasal dari Internet, untuk melaksanakan kerja kelompok penyusunan rencana kegiatan dan Program pengembangan layanan air minum dan sanitasi. (Endang Sri Rejeki-Sekretariat Pamsimas Ditjen PPMD, KemenDesa PDTT)


Tidak disertai video terkait.