top banner
  I  

Jum'at - 24 November 2017 10:07:16 WIB

Kerja Bersama Untuk Pencapaian Universal Akses 100-0-100 di Provinsi Bali

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 710 pembaca

Bali - Satuan Kerja PSPAM Provinsi Bali melaksanakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi  Pamsimas III Tahun Anggaran 2017 di Badung Bali, Selasa, 21 November 2017 dengan Tema  Kerja Bersama Pembangunan Air Minum dan Sanitasi menuju Universal Akses 100-100 di Provinsi Bali. Kegiatan Rapat ini memiliki nuansa berbeda dengan Rakor Pamsimas Tahap pertama yang dilaksanakan pada tanggal 30 Mei hingga 1 Juni 2017.

Rakor ini dihadiri oleh Kepala Staff CPMU, PPK Pembinaan Pelaksanaan Wilayah II – Satker PAM-BM, dan Co. Team Leader CMAC. Dalam Rakor ini dilakukan acara prosesi pemberian penghargaan kepada Desa Munduk Temu dan Desa Peken Belayu sebagai desa terbaik dengan kategori telah 100% akses air minum dan ODF, dan testimoni dari Kepala Desa Munduk Temu dan Desa Peken Belayu yang bercerita tentang pengalaman terbaik yang dapat dijadikan pembelajaran dalam proses pelaksanaan Pamsimas.

“Ini surprise, karena beliau-beliau dari pusat yang kita undang sebagai narasumber dapat hadir ditengah kita semua. Tentu saja ini wujud dukungan yang besar terhadap pelaksanaan Program Pamsimas di Provinsi Bali. Harapannya, akan berdampak pada kemajuan dan capaian UA 2019, melebihi dari target yang diharapkan oleh program. Selain itu kita memberikan penghargaan kepada desa yang berprestasi dalam pelaksanaan Pamsimas yang dilanjutkan dengan testimoni”  papar Didik Wahyudi, ST, Kasatker PSPAM kepada kepada penulis.

Berkenan membuka Acara Rakor, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bali, yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas PUPR Dewa Ayu Puspa Dewi. Dalam sambutannya, Kadis PUPR berharap Rapat Koordinasi  dan Evaluasi Pamsimas ini dapat mengevaluasi hasil pelaksanaan Pamsimas hingga saat ini. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan rapat koordinasi yang telah diadakan sebelumnya, kita akan lihat dan evaluasi hasil pelaksanaannya untuk dapat kita pelajari dan tingkatkan hasil kinerjanya di masa selanjutnya”.

Kadis PUPR juga memuji respons cepat, dan kerjasama pihak terkait dalam Program untuk mengantisipasi fasilitator yang mengundurkan diri: “Hambatan dan tantangan, diantaranya adalah mundurnya beberapa fasilitator yang menjadi ujung tombak pendampingan kepada masyarakat. Namun demikian, hal tersebut dapat diantisipasi dan diatasi melalui kerja sama berbagai pihak yang terkait. Hal tersebut bahkan dapat memperkuat komitmen Bapak dan Ibu sekalian sebagai pelaku yang terlibat langsung dalam mensukseskan Program Pamsimas ini”

Rakor dan Evaluasi Pamsimas TA 2017 ini dihadiri oleh peserta dari 5 [lima] Kapupaten sasaran Program, terdiri dari unsur DPMU, Satker PIP, District Coordinator, FS dan seluruh TFM dan Faskab STBM dari Kabupaten Tabanan, Buleleng, Gianyar, Bangli dan Kabupaten Jembrana. Rakor ini juga mengundang 3 kabupaten non Pamsimas, yaitu Kabupaten Klungkung, Karangasem dan Badung.

Arahan Ketua CPMU, yang disampaikan Kepala Staff CPMU, Riche Noviasari. point penting dalam mengawal Program untuk pencapaian Universal Akses di Provinsi Bali, yaitu menekankan strategi yang tepat dengan memadukan berbagai program dan berbagai sumber pendanaan baik dari pemerintah, pemerintah daerah, lembaga mitra maupun masyarakat. Strategi ini disebut sebagai kolaborasi yang dapat mendorong tercapainya target akses aman air minum. Untuk meningkatkan akses pelayanan air minum di tingkat masyarakat, perlu kerjasama berbagai pihak, keterlibatan aktif pemerintah daerah, swasta dan masyarakat. Terkait dengan pendanaan air minum dan sanitasi, perlunya perluasan pola kolaborasi pendanaan. Sebagai contoh, pola yang selama ini dijalani dalam program Pamsimas dimana terdapat sharing pendanaan kegiatan Program yang bersumber dari dana APBN, APBD dan APBDes.

Dalam kesempatan itu, Ketua CPMU memberikan PREDIKAT BAIK kepada Provinsi Bali karena berdasarkan laporan progres, diketahui telah lebih 50% desa sasaran [34 desa dari 72 desa] telah mencairkan dana BLM Tahap III dengan progres rata-rata penyelesaian kegiatan telah mencapai 72%.

Selain pujian yang disampaikan terhadap progres penyelesaian fisik, Riche Noviasari, juga mengingatkan pelaku Program di tingkat provinsi dan kabupaten, bahwa usulan desa sasaran 2018 ditargetkan berjumlah 100 desa baru, terdiri dari 80 desa yang akan didanai oleh APBN dan 20 desa dengan pendanaan APBD. Diketahui, hingga saat ini baru 10 desa atau 10% dari target desa yang telah dievaluasi oleh Panitia Kemitraan [PAKEM], Tentunya angka tersebut perlu menjadi perhatian kita bersama, karena Annual Work Plan Pamsimas 2017 telah menyatakan bahwa jadwal pemasukan usulan desa sasaran 2018 dalam Surat Bupati seharusnya disampaikan kepada kami selambatnya pada akhir bulan November 2017. Sehingga dalam kesempatan ini kami menghimbau kiranya dapat disepakati rencana tindak lanjut percepatan penyelesaian usulan desa sasaran tahun 2018 di Provinsi Bali, sehingga proses penetapan desa untuk Provinsi Bali oleh Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR tidak mengalami keterlambatan yang dapat mengakibatkan terlambatnya pula pengalokasian BLM APBN untuk kabupaten.

Pada akhir sambutannya, Riche Noviasari memuji pelaksanaan Pamsimas II di Kabupaten Tabanan, Berdasarkan hasil pemantauan terhadap keberlanjutan tersebut yang dilaporkan dalam SIM Pamsimas, diketahui bahwa di Kabupaten Tabanan (sebagai lokasi Pamsimas II di Bali) semua SPAM masih berfungsi dengan baik dengan total jumlah pemanfaat sebanyak 51.200 jiwa yang terhimpun dalam 15.136 KK di 20 desa. Dalam hal pengelolaan SPAM, diketahui pula bahwa 15 desa dari 20 desa yang ada di kabupaten Tabanan telah memiliki administrasi dan pembukuan keuangan oleh BPSPAM yang baik dan 5 desa di antaranya telah menerapkan iuran di atas biaya pemulihan (cost recovery) untuk SPAM. Kami tentunya berharap agar status ini dapat dipertahankan dan diupayakan untuk lebih dikembangkan lagi ke depan, sehingga dapat menjadi contoh baik bagi desa-desa lain di luar kabupaten Tabanan.

Diskusi Panel yang digelar, menampilkan pembicara dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali dengan judul Strategi Dinas Kesehatan Provnsi Bali dalam mendorong pencapaian STBM  di Provinsi Bali, dan paparan PC ROMS-10 Bali: Strategi ROMS-10 Pamsimas III Provinsi Bali untuk mendukung 100% Akses Air Minum dan Sanitasi dan paparan Kasatker PSPAM, dengan judul Pemantauan dan Pengendalian Pamsimas III di Provinsi Bali

Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pamsimas III Provinsi Bali dimeriahkan dengan pemberian penghargaan kepada 2 desa yang berprestasi dalam pelaksanaan Pamsimas dengan kategori desa yang telah 100 % akses Air minum, dan desa ODF [Open Defecation Free] dari Kabupaten Tabanan, yaitu Desa Munduk Temu Kecamatan Pupuan, dan Desa Peken Belayu Kecamatam Marga.

Pemberian Penghargaan dari Satuan Kerja PSPAM Provinsi Bali untuk desa Munduk Temu diberikan oleh Dewa Ayu Puspa Dewi, selaku Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Bali kepada Perbekel [Kepala Desa] Munduk Temu, dilanjutkan penyerahan penghargaan kepada Perbekel [Kepala Desa] Peken Belayu oleh Riche Noviasari selaku Kepala Staff CPMU Pamsimas. Setelah pemberian penghargaan, kedua Kepala Desa tersebut menyampaikan Testimoni dihadapan seluruh para peserta Rakor

Dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi ini, para peserta menyepakati target capaian KPI 1-16 masing-masing kabupaten, penyelesaian fisik 100% dan serah terima desa TA. 2017, dan Usulan penetapan Desa TA. 2018 masing- masing kabupaten.

Sebelum penutupan Rakor, Co.Team Leader CMAC. Ari Alam mengingatkan tentang target desa yang ditetapkan oleh Program, untuk Provinsi Bali alokasi Desa Sasaran Tahun 2018 sebanyak 100 desa dengan rincian 80 desa APBN dan 20 desa APBD, Berdasarkan Surat Direktur PSPAM Nomor:PR.01.03-ca/306, Tanggal 3 Oktober 2017 Perihal Permintaan Penyampaian Usulan Desa Sasaran Program Pamsimas III TA. 2018, hasi Rakor untuk jumlah desa Provinsi Bali sebanyak 89 desa [masih kurang 11 desa]. Ari Alam mengingatkan untuk dapat memenuhi target 100 desa sasaran Program Pamsimas III TA. 2018.

Selanjutnya, Ari Alam memberikan motivasi kepada seluruh TIM Pamsimas Provinsi Bali untuk bekerja maksimal untuk tercapainya Universal Akses. Acara ditutup secara resmi oleh I Made Budiasa, selaku PPMU Provinsi Bali. (Muslich Basri/TA CD-CB ROMS-10 Bali: Deddy S - Asst.MIS/Web Admin CMAC)


Tidak disertai video terkait.