top banner
  I  

Senin - 27 November 2017 14:26:39 WIB

Masyarakat Jantho Antusias Shooting Film Ekspedisi Pamsimas

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 1258 pembaca

Aceh Besar, 21 November 2017 - Pemerintah Desa Jantho Kecamatan Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar bersama masyarakat antusias pada shooting film Pamsimas di desa tersebut pada tanggal 19 November 2017 s/d 21 November 2017, ucap Ansari, Kepala Desa  Jantho, Senin (20/11).  Shooting film tersebut berdasarkan surat pemberitauan tentang Shooting Film Publikasi Program Pamsimas III yang ditanda tangani oleh Ketua CPMU Pamsimas, Ir. Tanozisochi Lase, M.Sc.

“Gampong” Jantho sebutan desa bagi masyarakat Aceh di Kabupaten Aceh Besar dipilih sebagai lokasi dimulainya shooting  pembuatan film “Ekspedisi Pamsimas dari Aceh hingga Papua”.   Sesuai tema film, shooting dimulai dari ujung barat bagian utara NKRI, Provinci Nanggroe Aceh Darussalam.  Secara umum film ini  akan  menggambarkan    berbagai   kisah   masyarakat   dalam   upaya   meningkatkan   kesejahteraan    hidupnya   melalui peningkatan  akses  air minum dan sanitasi.

“Pemerintah Gampong Jantho, BP SPAMS Forsaka Jantho, anak sekolah SDN 1 Jantho  beserta masyarakat sangat mendukung terlaksananya shooting film Pamsimas di desa kami.  Kami menyambutnya dengan sangat senang hati, mereka telah menjadi tamu istimewa masyarakat Jantho”,  ucap Ansari yang menjabat sebagai Kepada Gampong Jantho sejak tahun 2008 ini.

Lebih lanjut Ansari mengatakan telah menyiapkan anggota masyarakat, ibu-ibu, anak-anak dan 18 orang renger  binaan Flaura Fauna Internasional (FFI) yang bertugas menjaga sumber air ikut berpartisipasi dalam kegiatan shooting film tersebut. “Lokasi shooting film telah dipilih berdasarkan briefing dengan tim film sehari sebelum melakukan shooting.  Lokasi shooting dipilih yaitu reservoar dan rute jaringan pipa secara grafitasi. “Rute shooting sedikit jauh, kita harus naik gunung sekitar 5 km dengan ketinggian 60 meter dari desa, kemudian jalan kaki ke sarananya”, tambah Ansari yang didampingi Abdussalam selaku Ketua BP SPAMS Forsaka Jantho..

Rata-rata rumah penduduk Desa Jantho dari kayu dan rumah setengah permanen, pekerjaan sehari-hari masyarakatnya bertani, berkebun dan beternak sapi dan kambing.  Sumber penghasilan warga dari menjual hasil tani, kebun dan ternak, rata-rata warga dikategorikan miskin.

“Air minum dari Pamsimas telah melayani 110 kepala keluarga warga Jantho dan desa sekitarnya” ucap Ansari.  Kepala Desa menyampaikan program Pamsimas sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat Gampong Jantho dan sekitarnya.  Kepala Desa juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pusat yang telah memilih desanya dipilih menjadi lokasi shooting film Ekspedisi Pamsimas dari Aceh hingga Papua.

Aceh terpilih sebagai satu dari enam lokasi shooting (Bali, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan  Papua) untuk pembuatan film Pamsimas tahun ini. Jantho, Aceh Besar desa pasca telah bisa memberi layanan air minum hingga melayani 6 desa di sekitarnya (Jantho, Weu, Awek, Bung, Data Cut dan Jalin). “Suatu hal yang sangat langka, sekalipun di Indonesia”, ucap Wiendra Perdana, Co. PC Pamsimas Provinsi Aceh.

Lebih lanjut Wiendra Perdana mengatakan sudah selayaknya Jantho mendapatkan kesempatan menjadi bahan perbincangan nasional dan masuk dalam produksi film Ekspedisi Pamsimas, dari Aceh sampai Papua. “BP-SPAMS Forsaka telah mengelola air Pamsimas yang dinikmati oleh 6 Gampong beserta masyarakatnya sekitar 3.000 jiwa, sangat luar biasa” ucap Wiendra Perdana, yang turut didampingi oleh Effendi, Koordinator Kabupaten (DC) Aceh Besar, Bahagia Ishak Co-DC Aceh Besar, Riza Pahlevi AM, Senior Fasilitator dan Amri, DAO Aceh Besar.

Selama di Aceh, Tim Film Ekspedisi Pamsimas juga akan melakukan shooting ke Kabupaten Aceh Jaya, tepatnya di Gampong Cok Dulang.  Untuk shooting di desa ini, Tim Ekspedisi Pamsimas rencananya akan mengajak Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Aceh Ir. Samsul Bahri, M.Si bersama Host Pamsimas Ricky Perdana, untuk menelusuri jalur pipa menuju intake dan reservoir yang berada di perbukitan.  (Bahagia Ishak, Co-DC Aceh Besar/ Hartono Karyatin-Social Media & Communications Sp.)


Tidak disertai video terkait.