top banner
  I  

“Bukan Lautan Hanya Kolam Susu”

Pengalaman Baik
Administrator |Senin - 27 November 2017 15:09:47 WIB | dibaca: 150 pembaca

Jawa Tengah - Judul diatas adalah sepenggal lirik lagu Kolam Susu nya Koes Plus yang berhubungan erat dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kabupaten Wonosobo yang menjadi bagian integral perencanaan dan pengelolaan dalam rangka mempromosikan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan, yaitu pembangunan Kabupaten Wonosobo  yang dapat meningkatkan keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakatnya di bidang air minum dan sanitasi secara berkelanjutan. Kolaborasi Penyediaan Air Minum (KOLAM) dan Sanitasi Untuk Semua (SUSU) yang dimotori oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Wonosobo diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya di tingkat Kabupaten dalam penyediaan air minum dan sanitasi untuk mewujudkan 100% akses air minum dan 100% akses sanitasi.

Pada tanggal 23 Juni 2016 serangkaian kegiatan KOLAM SUSU diawali  Sosialisasi dan Konsultasi publik, Workshop POB KOLAM SUSU, kemudian acara Donor Meeting untuk menjaring kemitraan bidang air minum sanitasi dari CSR, BUMN,BUMD dan Perusahaan swasta yang ada di Wonosobo dan dilanjutkan dengan Penandatanganan MOU antara Bupati dengan Kepala Desa tentang Desa Tuntas Air Minum tentang Pemanfaatan Dana Desa untuk Penyediaan Air Minum dan Sanitasi.

Sampai dengan bulan November 2017 ini, trend positif dihasilkan dengan direalisasikannya kolaborasi kegiatan dan pendanaan untuk air minum sanitasi, Capaian kinerja air minum dan sanitasi di semester ke-2 tahun 2017 untuk Air Minum dari Rencana 91,79 % direalisasikan 87,55 % dan untuk Sanitasi rencana 61,30 % berhasil direalisasikan 53,64 %, dan hal ini menjadi tantangan kedepan yang sangat berarti  untuk pemenuhan Universal akses di 2019.  Untuk realisasi kegiatan ini dapat diperinci sebagai berikut :

(1). Dana Desa

Dengan adanya Peraturan Bupati  No. 2 Tahun 2017  tentang Pedoman Pelaksanaan Dana Desa tahun 2017, di Bab II Pasal 3 tentang Tujuan Penggunaan Dana Desa dimana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi yang Layak ada diurutan utama, telah memicu Desa-desa di Kabupaten Wonosobo di APBDesa nya untuk memprioritaskan Dana Desa untuk kegiatan air minum dan sanitasi , dari sebelumnya yang rata-rata hanya dianggarkan  5 juta sampai 10 juta meningkat menjadi antara 30 juta sampai 645 juta di lebih dari 28 Desa, diluar dana sharing baik di desa sasaran Program Pamsimas maupun selain desa Pamsimas. Sedangkan untuk Sanitasi adanya kesepakatan agar mengalokasikan dana desa minimal 100 juta untuk pembangunan jamban sehat.

 

(2). APBD

Alokasi APBD untuk bidang air minum dan sanitasi di tahun 2015 sebesar Rp. 21.113.089.361, tahun 2016 sebesar Rp. 15.671.588.384,-, di tahun 2017 sebesar Rp. 28,338,950,000 kemudian di Tahun 2018 menurut RKPD 2018 untuk air minum sanitasi sebesar Rp. 61,061,445,000 dari data tersebut menunjukkan kenaikan anggaran yang cukup signifikan sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam Universal akses 2019

 

(3). Dana Alokasi Khusus

Sejak Tahun 2013, lokasi desa DAK Air Minum diprioritaskan untuk pemenuhan akses air minum di desa Pamsimas dengan harapan keberlanjutan sarana akan langsung dikelola oleh BPSPAMS yang telah terbentuk, Kolaborasi yang dilaksanakan di 1 desa sasaran mendapat 2 pendanaan sekaligus ditahun berjalan, dengan Program Pamsimas dan DAK Air Minum, sehingga capaian pemanfaat langsung bisa dirasakan oleh masyarakat dibawah 1 pengelolaan BPSPAMS, dari tahun ke tahun pendanaan DAK juga meningkat, realisasi DAK Air Minum di Tahun 2017 sebesar Rp. 3.767.000.000 meningkat di Tahun 2018 (Usulan) sebesar Rp. 4.494.000.000,- yang diikuti juga dengan peningkatan DAK Sanitasi .

 

 

(4). Hibah Air Minum Perdesaan dan Hibah Sanitasi

Kegiatan Hibah Sanitasi Perdesaan, Kabupaten Wonosobo baru akan diusulkan di tahun 2018 dengan usulan sebesar 2,5 Milyard, untuk Hibah Sanitasi sudah berjalan sejak 2015, sedangkan untuk Program-program air minum dan sanitasi seperti Pamsimas, Sanimas, SLBM , PPIP dan PNPM Perkotaan memberi sumbangan yang sangat berarti bagi percepatan universal akses 2019, tentunya dengan adanya KOLAM SUSU semua program pemberdayaan untuk air minum sanitasi akan lebih terintegrasi

(5). Lembaga Keuangan

Peran Lembaga Keuangan dalam hal ini perbankan lokal PD BPR BKK Wonosobo telah berkolaborasi dengan Asosiasi SPAMS Perdesaan “Tirta Asri” Kabupaten Wonosobo dimulai tahun 2015 melalui pendampingan dari Program Mitra Prima WSP telah menyalurkan water kredit/ pinjaman tanpa agunan kepada BPSPAMS yang akan mengembangkan layanan SR nya dengan jumlah Rp. 134.000.000 di 4 BPSPAMS, kemudian di tahun 2017 kembali menyalurkan kreditnya sebesar total Rp. 215.000.000,- dengan pendampingan dari water.org dan Asosiasi SPAMS Perdesaan untuk 10 BPSPAMS dengan jumlah pinjaman per BPSPAMS antara RP. 10.000.000,- sampai dengan Rp. 70.000.000,- , Potensi Pengembangan layanan SR dengan water kredit kedepannya sangat besar, karena PD.BPR BKK Wonosobo sudah menyediakan dana sebesar 5 Milyard khusus untuk pengembangan layanan air minum  dan juga untuk sarana sanitasi, dan sangat berharap akses dana melalui water kredit ini akan dimanfaatkan oleh 104 BPSPAMS yang ada di Kabupaten Wonosobo.

(6). CSR

Melalui kegiatan donor meeting untuk air minum sanitasi tercatat sampai 2017 sebesar RP. 650.000.000,- dari beberapa Perusahaan swasta , BUMN dan BUMD terlibat aktif dalam kolaborasi dengan menyalurkan CSR nya untuk kegiatan ini, diantaranya dari PT. Tirta Investama-Aqua, PT Geodipa Energi, PT. Tambi dan PDAM, melalui kegiatan pembangunan sarana sanitasi dan air minum, dan bantuan bibit pohon untuk perlindungan daerah tangkapan air .

Dari Executive summary KOLAM SUSU sampai November 2017 ini teridentifikasi beberapa kendala dalam pelaksanaannya yaitu : Keterbatasan data basis desa ( data realisasi kegiatan bidang air minum sanitasi tingkat desa ) , legalisasi tanah untuk sarana air minum ( lokasi sumber air, Bak penampung ), Kelembagaan Pengelola Air Minum Perdesaan ( Tarif iuran yang tergolong kecil ), Keterbatasan lahan dan kondisi topografi lingkungan ( termasuk masih tingginya faktor buang air besar di kolam ikan). Kendala tersebut menjadi bahasan pelaksana kegiatan kolaborasi untuk lebih meningkatkan peran dan kinerjanya sehingga cita-cita 100 - 0 – 100 di tahun 2019 bisa tercapai di Kabupaten Wonosobo.  (Panggung Dwi P, DC Pamsimas Wonosobo: Deddy S - Asst.MIS/Web Admin CMAC )


Tidak disertai video terkait.