top banner
  I  

“Manfaatkan dan Rawat Maksimal SPAMS Yang Dibangun”

Berita Terbaru
Administrator |Senin - 04 Desember 2017 13:23:54 WIB | dibaca: 93 pembaca

Kalimantan Selatan - “Manfaatkan dengan maksimal dan rawat dengan baik SPAMS yang telah dibangun”, itulah pesan singkat yang disampaikan oleh Bupati Balangan Drs. H. Ansharuddin, MSi dalam Acara Pembukaan Pelatihan Penguatan Kapasitas Pengurus KKM & Pengelola SPAMS Perdesaan Program Pamsimas Tingkat Kabupaten Balangan. Bupati Balangan dalam arahannya juga berpesan pentingnya penggunaan air secara baik dan hemat. Pelatihan berlangsung satu hari, yaitu tanggal 15 November 2017 bertempat di Aula Pertemuan Kantor Bupati Balangan, kegiatan sepenuhnya dibiayai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat kabupaten Balangan. Dalam Acara Pembukaan ini turut hadir perwakilan Pakem dari Bappeda, Dinas PU, Kesehatan, DPMPD, perwakilan beberapa Kepala Desa, serta unsur dari Asosiasi SPAMS perdesaan kabupaten Balangan, ROMS Kabupaten Balangan - Tim DC & SF-FM,  serta dari ROMS Provinsi FMS dan TA CD CB yang sekaligus bertindak sebagai salah satu narasumber.

Dalam Laporan Panitia yang disampaikan oleh H. Saini, Am,pd bahwa Pelatihan ini dimaksudkan sebagai pencerahan kepada Pengurus KKM & Pengelola SPAMS Perdesaan agar semakin memahami dan mampu mengelola SPAMS yang berkelanjutan, memberdayakan pengelola, meningkatkan kapasitas pengelola dalam upaya menjadi bagian dalam percepatan target Universal Akses tahun 2019. Adapun desa-desa yang diundang adalah perwakilan dari desa-desa Pamsimas 2013-2016 yang berjumlah 98 orang. Desa-desa ynag diundang bervariasi, ada desa-desa yang pernah menerima Program HID, HKP maupun yang pernah bermitra dengan pihak swasta-CSR. Semoga dengan pelatihan ini pesan dari panitia para pengelola mampu meningkatkan dalam pengelolaan administrasi dan keuangan serta meningkatnya pemahaman terkait sistem SPAMS perdesaan.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan-materi oleh Urat Iskandar Noor selaku  Kepala Dinas DMPD, dalam paparannya beliau menekankan salah satu alasan Dinas DPMD mendukung kegiatan Pamsimas karena merupakan salah satu sektor Pembangunan AMPL yang menjadi prioritas Kabupaten Balangan. Pembangunan AMPL tidak hanya lintas sektor tetapi juga berbasis masyarakat, dan ini sangat ideal pada kondisi perdesaan sehingga upaya percepatan penambahan akses atau penerima manfaat air minum dan sanitasi. Beliau juga berpesan kepada seluruh peserta pelatihan agar dapat memberikan perhatian serius, karena dari 98 desa Pamsimas di kabupaten Balangan baru 70 desa yang dikategorikan Berfungsi Baik, sementara itu untuk pencapaian status desa Stop BABS-ODF baru 35 desa.  Terkait ketidakberfungsian, sangat disayangkan kata beliau asset sarana air minum yang tidak bisa dimanfaatkan maksimal. Kinerja iuran juga baru 50%, padahal ini salah satu ruhnya dalam operasioanal dan pemeliharaan, jika iuran tidak cukup untuk perbaikan apalagi untuk pengembangan. Beliau juga mengapresiasi kepada sejumlah desa yang telah berhasil dalam pengelolaan, semoga bisa menginspirasi dan memotivasi bagi desa-desa lainnya.

Sementara itu materi dan pesan yang disampaikan oleh Zulkifli selaku TA CD-CB ROMS Provinsi Kalimantan Selatan, bahwa aspek kelembagaan salah satu aspek penting dalam pengeloaan air minum dan sanitasi perdesaan. KKM dan BPSPAMS harus punya orientasi pelayanan yang profesional bahwa pemeliharaan prasarana dan sarana harus memposisikan air sebagai komoditi ekonomi, tidak sekedar komoditi sosial. Jika ada masyarakat bertanya, mengapa mesti ber-iuran atau air yang didapatkan harus bayar, ini penekannya pada proses mendapatkan air tersebut. Yang dibayar adalah jasa layanan, bagaimana air yang di dalam tanah, diproses (water treatment), air yang di pegunungan atau air sungai-permukaan butuh biaya yang tidak sedikit investasi dan prosesnya menjadi air yang layak konsumsi. Ada masa atau umur pakai menara, pompa, perpipaan dsb. Lakukan layanan dengan baik, terbuka, transparan dan akuntabel. Dalam pelatihan ini peserta juga diingatkan kembali pentingnya aspek pengamanan lingkungan dan social, termasuk issue gender, disabilitas dan stunting. Disela-sela pemaparan materi diputarkan beberapa film seperti Universal Akses 2019, Peduli Air, Menanam Air.

Terkait aspek teknis penguatan BPSPMAS, Basir Daud selaku FMS ROMS Provinsi Kalimantan Selatan menekankan bahwa selain air yang didisribusikan ke masyarakat harus memenuhi unsure 4 K (Kuantitas, Kualitas, Kontinuitas dan keterjangkauan), juga sangat penting dalam Perhitungan Iuran, Penetapan Iuran, Penerapan Iuran dan Pencatatan Iuran. Sejumlah format dijelaskan kembali seperti format Pemantauan/Kinerja BPSPAMS terkait apakah BPSPAMS sudah mempunyai dokumen rencana kerja, pengelolaan administrasi dan keuangan, kinerja layanan air minum dan sanitasi, dan kemitraan.

Beragam pertanyaan dan masukan serta harapan para peserta pelatihan, terkait paparan-materi yang disampaikan narasumber. Pada akhir sesi pelatihan Wahyudin Noor dari anggota Pakem – DPMD Kabupaten Balangan, menyampaikan bahwa akan ada tindaklanjut setelah pelatihan ini berupa kunjungan lapangan secara berkala ke desa-desa yang dilatih apakah ada peningkatan pemahaman dan penerapan apa-apa yang menjadi kesepakatan dan sejumlah aspek-aspek yang dilatihkan. Bagaimana desa-desa yang iurannya masih dibawah biaya operasioanal dan pemeliharaan bisa meningkat, pencatatan administrasi dan keuangan yang standar, adanya rencana kerja dan sebagainya. (Zulkifli (CD-CBS ROMS 13 Pamsimas Kalsel: Deddy S-Asst.MIS/Web Admin CMAC)

 


Tidak disertai video terkait.