top banner
  I  

Kamis - 22 April 2010 03:00:59 WIB

Sekarang Tidak Perlu Mendaki Gunung Lagi

Best Practice
Administrator | dibaca: 50745 pembaca

Sebelum program Pamsimas hadir di Kelurahan Peta, Kota Palopo masyarakat harus mengambil air untuk keperluan makan, minum, mencuci dan kegiatan sehari-harinya ke pegunungan yang jaraknya 250 m, itupun hanya dengan menggunakan ember.

Kota Palopo merupakan salah satu wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan yang melaksanakan program Pamsimas. Di Tahun 2008, ada 9 Kelurahan yang menjadi daerah sasaran Pamsimas, salah satunya adalah Kelurahan Peta yang terletak 5 km dari kota Kecamatan Sendana dan terdiri dari 7 RW yang letaknya tersebar. Mata pencaharian sebagian besar masyarakat Kelurahan Peta adalah berkebun. Jika dibagi menurut clusternya maka masyarakat Kel. Peta masih sekitar 60% merupakan masyarakat miskin/tidak mampu.

Setelah dilaksanakan proses identifikasi masalah dan analisa situasi oleh LKM Sipakatau Kel. Peta didampingi oleh tim fasilitator masyarakat, maka RW3 (lingkungan Rantenase) yang dijadikan sasaran Program Pamsimas, dengan alasan bahwa di wilayah ini belum pernah ada bantuan sejenis dari program lain.

Masyarakatnya termasuk masyarakat miskin. Untuk mengambil air saja harus berjalan sejauh 250 meter ke daerah pegunungan, bahkan untuk menempuh RW 3 harus berjalan kaki dan mendaki gunung sejauh kurang lebih 1 km baru ditemui pemukiman warga. Masyarakat hanya bisa mengambil dengan menggunakan ember saja setiap harinya. Hal ini tidak sesuai dengan kebutuhan mereka setiap hari.

Dengan adanya program Pamsimas, masyarakat serta aparat pemerintahnya sangat mengharapkan agar kelak setelah Pamsimas dilaksanakan maka mereka tidak jauh lagi untuk mengambil air bersih.

Program pamsimas dilaksanakan dengan adanya kontribusi masyarakat berupa in cash dan in kind. Adapun kontribusi in cash masyarakat Kel. Peta dilaksanakan dengan pengumpulan dari pintu ke pintu yang dilakukan oleh LKM.

palopo1Sedangkan kontribusi in kind lebih banyak dilakukan oleh anggota LKM dan masyarakat RW 3, mengingat RW lain letaknya tersebar sehingga tidak ikut berkontribusi. Kontribusi in kind inipun dilakukan masyarakat berupa tenaga yang dilakukan dengan perjuangan dan keikhlasan naik turun gunung mengangkut alat dan bahan yang diperlukan untuk membangun sarana air bersih sarana sanitasi.

Kontribusi ini tidak hanya dilakukan oleh laki-laki tapi juga perempuan dan anak-anak di RW 3 karena mereka sangat membutuhkan air bersih dan jamban di sekolah. Oleh karena itu mereka harus bekerja sama dan bekerja keras untuk membangun sarana air bersih dan sarana sanitasi untuk kepentingan bersama serta demi kesehatan mereka dan anak-anaknya.

Dari awal dimulainya pekerjaan yakni pengangkutan bahan dan alat, pemasangan pipa sampai ke pembangunan sarana yang telah direncanakan, semua terlaksana berkat kontribusi masyarakat setempat dan dukungan dari lurah setempat.

Dan dari bulan Juli 2009 sarana air bersih telah dekat dengan masyarakat dan masyarakat sangat berterima kasih kepada Fasilitator, LKM, Lurah serta dinas-dinas terkait karena telah memperhatikan mereka walaupun mereka terpencil dari kota dan sampai sekarang belum menikmati listrik. Tapi yang paling mereka butuhkan yakni air bersih telah mereka nikmati tanpa harus mendaki gunung sejauh 250 m lagi. (Yuanita Tri anthy F Kord. Fasilitator Kota Palopo; Rita)

palopo2  palopo3

Kondisi sebelum PAMSIMAS dilaksanakan

 

 Kondisi setelah PAMSIMAS dilaksanakan

 



Tidak disertai video terkait.