top banner
  I  

Rabu - 28 April 2010 04:09:43 WIB

Air Bersih Lancar, Warga Desa Patika Raih Semangat Baru

Best Practice
Administrator | dibaca: 50795 pembaca

Tak pernah terbayangkan sebelumnya, semangat hidup warga Desa Patika, Kec. Sarudu, Kab. Mamuju Utara, Sulawesi Barat semakin bertambah seiring dengan lancarnya penyaluran air bersih di rumah-rumah warga desa tersebut.

mamuju1Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dimulai pada tahun 2009 hingga 2010, memberikan kehidupan baru bagi warga Desa Patika.

Seperti yang dirasakan Podding (46), salah satu warga desa yang merasakan hidupnya seperti dimulai kembali berkat adanya program Pamsimas. Podding mengatakan, sebelum program Pamsimas ada, sekitar 1010 jiwa dari 240 kepala keluarga warga di Desa Pattika, menggantungkan hidupnya dari sumber air bersih yang harus dipikul dari jarak 3 kilometer.

Itu pun harus melewati jalur perbukitan yang terjal dan mendaki. Selain terkendala jauhnya jarak tempuh untuk mengambil air, warga juga kesulitan mengangkut air dalam jumlah yang banyak untuk kebutuhan rumah tangga lainnya, karena terbatas sarana dan fasilitas.

“Sebetulnya sudah ada puluhan sumur galian milik warga. Hanya saja kualitas airnya keruh dan kurang layak buat air minum.” aku Podding.

Baharuddin, anggota DPRD Mamuju Utara yang juga berasal dari Desa Patika, menyebutkan bahwa Program Pamsimas ini merupakan bantuan pertama yang masuk ke desa ini, sejak Desa Patika dimekarkan dari Desa Induk Sarudu. Berkat adanya bantuan Pamsimas, ungkap Baharuddin, standar hidup masyarakat Desa Patika semakin sempurna.

Warga Desa Pattika terbagi dalam 4 dusun, yakni dusun Patika, dusun Latansa, dusun Bulubola dan dusun Polewali, mayoritas dari etnis bugis perantauan dari Kab. Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Sebagai sumber mata pencaharian, warga mengandalkan perkebunan kakao. Berkat lancarnya sistem pengairan dari pemasangan pipa Pamsimas, proses pemupukan bibit kakao milik warga semakin dimudahkan.

Pada saat program pemasangan pipa berlangsung, partisipasi warga begitu antusias demi upaya peningkatan taraf hidup bersama. Hampir semua warga ikut ambil bagian dalam proses penggalian dan pemasangan pipa sepanjang 5 kilometer.

Memegang prinsip Sipatuo Sipatokkong atau sikap kegotongroyongan yang sangat dijunjung tinggi oleh seluruh warga desa, proses pengerjaannya menjadi ringkas yaitu hanya memakan waktu satu minggu saja. Hasil kerja keras ini ternyata tidak hanya dinikmati oleh warga Desa Patika. Tapi juga oleh warga Desa Doda, desa yang dilalui jalur pipa air bersih. Warga Desa Patika bersepakat untuk membagi air bersih dengan mendirikan satu hidran umum di Desa Doda.

Hal ini tentunya berdampak positif bagi kerukunan warga antar dua desa yang bertetangga. Sedianya, sebagai wujud rasa syukur warga Desa Patika dengan suksesnya pemasangan pipa saluran air bersih yang direncanakan bertahan hingga selamanya ini, warga akan menggelar hajatan syukuran.

Perayaan ini menurut Podding, adalah bentuk rasa syukur pada Sang Pencipta yang telah memberikan kehidupan dan sumber-sumber daya alamnya, serta wujud rasa terima kasih dari warga pada program Pamsimas yang mengalirkan air bersih ke rumah-rumah warga.

mamuju2Selain digunakan sebagai air minum, aliran air bersih dari pipa juga digunakan untuk kebutuhan sanitasi warga Desa Patika. Perilaku warga Desa Patika sejak puluhan tahun yang menghemat penggunaan air bersih juga berubah. Dulu air dihemat hanya untuk diminum saja, tidak untuk keperluan lain seperti mencuci tangan sebelum makan. Namun kini berkat lancarnya aliran air bersih dari pipa program Pamsimas, warga Desa Patika semakin terbiasa mencuci tangan sebelum makan. Ini merupakan perubahan prilaku yang positif dan dapat meningkatkan taraf hidup warga Desa Patika dalam membudayakan pola hidup sehat.

Bukan hanya itu, sebelum adanya program Pamsimas, jumlah jamban yang ada di Desa Patika bisa dihitung dengan jari saja. Kebiasaan warga lebih dominan membuang hajat di tempat terbuka, seperti di tanah lapang atau di semak-semak. Kebiasaan ini jelas membawa dampak buruk bagi kesehatan lingkungan warga Desa Patika, karena kotoran manusia mengandung kuman mikrobiologi yang dapat menular lewat udara.

mamuju3Lagi-lagi, berkat adanya saluran pipa air bersih dari program Pamsimas, jumlah jamban di Desa Patika semakin lama semakin bertambah. Mulai dari rumah-rumah warga, hingga ke sarana publik seperti di SD Inpres Patika atau masjid-masjid. Mayoritas pendapat warga Desa Patika, setelah lancarnya aliran air bersih di desanya, merasa seperti hidup kembali dengan suasana yang lebih menyenangkan dan makin menyehatkan.

Bukan hal yang tidak mungkin, ketersediaan air bersih di desa ini akan membawa kemajuan taraf hidup dan lingkungan hidup warga Desa Patika mendatang. (Ovelio Layuk – Fasilitator Kab. Mamuju Utara; Rita)


Tidak disertai video terkait.