top banner
  I  

Rabu - 21 Februari 2018 13:37:11 WIB

Serah Terima Pamsimas Kabupaten Sumbawa Barat

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 492 pembaca

Sumbawa Barat; Selasa tanggal 20 Februari 2018 Bupati Sumbawa Barat melaksanakan serah terima asset dan pengelolaan Pamsimas Tahun Anggaran 2017 kepada 14 Kepala Desa yang dipusatkan di Desa Tua Nanga Kecamatan Poto Tano. Pada tahun anggaran 2017 Kabupaten Sumbawa Barat melaksanakan Program Pamsimas pada 14 desa sasaran meliputi: 4 desa di Kecamatan Taliwang yaitu Desa Banjar, Batu Putih, Labuan Lalar dan Seloto. Di Kecamatan Seteluk ada 3 desa yaitu Desa Kelanir, Lamusung dan Meraran. Di Kecamatan Poto Tano ada 2 desa yaitu Desa Senayan dan Tua Nanga. Di Kecamatan Brang Ene ada 3 Desa yaitu Desa Lampok, Mataiyang dan Mura sedangkan di Kecamatan Brang Rea ada 2 desa yaitu Desa Lamuntet dan Moteng.

Dalam pelaksanaan Program Pamsimas pada 14 desa diwajibkan menyediakan APBDesa minimal 10% dari total anggaran selain itu juga diwajibkan untuk membangun Sambungan Rumah (SR) minimal 50 unit per desa, dengan demikian pada saat ini sudah terbangun 700 SR dan sisanya menjadi kewajiban daerah dan masyarakat.

Serah Terima Aset dan Pengelolaan Program Pamsimas Kabupaten Sumbawa Barat ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada 14 Kepala Desa yang dilakukan bupati dan disaksikan oleh Pimpinan DPRD, Kajari, Kapolres, Dandim, Presiden Direktur Bank Mandiri wilayah NTB, Sekda, Kasatker PSPAM NTB, PC ROMS-10 NTB,  Pimpinan SKPD, Camat, dan media setempat Pos Kota NTB. Sebagai bentuk rasa syukur telah mengalirnya air minum di rumah-rumah masyarakat acara serah terima dimeriahkan pula dengan tarian-tarian adat setempat.

Pada kesempatan ini Manawari, S.Pd selaku Kepala Desa Tua Nanga pada acara testimoni menyampaikan rasa terima kasih kepada bupati yang telah menjadikan desanya untuk mendapatkan Program Pamsimas karena sebelum adanya Pamsimas masyarakat Desa Tua Nanga sangat kekurangan air bersih. Desa Tua Nanga masuk dalam katagori desa rawan air yang berada didaerah pinggiran pantai dan selama ini merupakan desa terisolir dengan akses jalan tanah yang sulit dilalui oleh kendaraan, untuk menuju ibu kota kabupaten dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. Walaupun sudah beberapa kali mendapat bantuan pembangunan sarana air bersih tetapi tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat karena air payau atau sarana rusak tidak lama setelah diserahkankan kepada desa.

Dengan adanya Pamsimas yang mewajibkan masyarakat membentuk Badan Pengelola Sarana dengan bimbingan yang terus menerus dari fasilitator masyarakat dan dukungan dari aparat desa maka saat ini masyarakat merasa tentram hatinya karena yakin bahwa kebutuhan air minum yang selama ini sangat diharapkan dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Pada akhir testimoni Kepala Desa Tua Nanga mengucapkan rasa syukur yang mendalam bahwa selain telah tercukupi kebutuhan air minum dan semua masyarakat memiliki jamban sehat, pada saat ini jalan menuju Desa Tua Nanga juga sudah di aspal sehingga masyarakat lebih mudah menjalankan aktivitasnya.

DR. Ir. H. W. Musyafirin. M.M. selaku Bupati Sumbawa Barat dalam pidatonya menjelaskan bahwa pembangunan kebutuhan dasar akan air minum dan sanitasi serta bebas dari rumah kumuh sudah menjadi visi misi Pemerintah Daerah. Dimulai dengan membentuk “agen gotong royong” pada tiap-tiap desa yang bertugas menjadi pelopor dan menggerakkan semua program kegiatan yang dilakukan secara gotong royong. Berkat kegigihan mereka program pembangunan 5.600 jamban pada tahun 2016 dapat berhasil dengan baik dan pada tahun 2017 Kabupaten Sumbawa Barat dinyatakan “Bebas Buang Air Besar Sembarangan”. Sampai akhir 2017 telah berhasil pula dibangun rumah layak huni sebanyak 123 unit dari berbagai sumber dana yang dibangun di atas lahan masyarakat dengan cara gotong royong.  Seiring pembangunan jamban dan rumah layak huni yang akan terus diperbaiki kualitasnya juga dibarengi dengan pembangunan sarana air minum pada seluruh wilayah Sumbawa Barat untuk menuju Universal Akses pada tahun 2019.

Pada akhir sambutannya Bupati Sumbawa Barat berpesan kepada 14 Kepala Desa dan masyarakat penerima Pamsimas agar senantiasa menjaga dan mengelola sarana yang sudah dibangun dengan baik agar dapat dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan air bersih setiap hari, “dengan pengelolaan yang baik dan benar maka kebutuhan air bersih dijamin bisa berlanjut sampai anak cucu nanti” ujar bupati sebelum menutup sambutannya dengan ucapan hamdallah (Mulyatno-PC NTB;Deddy S-WDA NMC).


Tidak disertai video terkait.