top banner
  I  

Jum'at - 29 April 2011 09:28:03 WIB

Ketika Desaku Tercinta Sudah ODF

Best Practice
Administrator | dibaca: 50865 pembaca
Kebiasaan “plunglap” di blumbang/di sungai atau “merkong” (pamer bokong) kini sudah tidak lagi dijumpai di Desa Karang Tengah, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

odf karangtengahKebumen- Budaya dan perilaku penduduk yang terbiasa buang air besar (BAB) di sembarang tempat, khususnya ke badan air yang juga digunakan untuk mencuci, mandi, dan kebutuhan higienis lainnya, diharapkan dengan adanya Program PAMSIMAS ini, kebiasaan lama tersebut tidak terulang kembali

Pemerintah telah memberikan perhatian di bidang higienis dan sanitasi dengan menetapkan Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Kemudian kegiatan Deklarasi Desa ODF secara nasional telah dilaksanakan di berbagai provinsi, diantaranya di Provinsi Banten, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur.

Adapun Provinsi Jawa Tengah pertama kali dilaksanakan oleh Kabupaten Grobogan pada 2008, dengan mendeklarasikan satu desa, dan pada 2009 untuk Kabupaten Kebumen melaksanakan Deklarasi ODF untuk yang kedua kali. Pada Februari 2011 lalu mendeklarasikan 10 desa, dan pada Maret 2011, kembali mendeklarasikan satu desa yaitu Desa Karangtengah, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah sebagai Desa ODF yang ke- 19.
 
odf karangtengah-aDesa Karangtengah adalah salah satu dari 460 desa dan kelurahan di Kabupaten Kebumen yang sudah ODF. Menariknya, desa ini merupakan desa yang cukup terpencil yang berada di pelosok.

Merupakan daerah perbukitan dengan kondisi tanah berwarna coklat/abu-abu, dengan sebagian besar wilayah desa berupa hutan pinus dan tanaman keras lainnya. Desa yang berpenduduk berjumlah 1.116 jiwa ini, setiap tahun biasanya jika tidak hujan selama 3 bulan, masyarakat sudah mulai kekurangan air, terutama air bersih. Melihat keadaan tersebut, maka selalu minta droping air bersih dengan truk tanki ke pemerintah daerah/kabupaten.

Namun, meski merupakan daerah terpencil, desa ini ternyata berhasil ODF dan mengubah perilaku masyarakat menjadi berperilaku hidup sehat dan bersih. Deklarasi dan serah terima pekerjaan Program PAMSIMAS TA 2010 di Desa Karang Tengah yang dilaksanakan Maret 2011 lalu, berlangsung cukup meriah.

Dihadiri oleh KA Satker, Slamet Mustolkhah, ST, MT, Ketua DPMU, Agus Hanafi, S. ST, MT, Tim Dinkes Kab Kebumen, Drs. Pujiono, Camat, Drs. Agus Susanto, dan MUSPIKA Karanggayam, Kepala dan Tim UPTD Puskesmas/Sanitarian Karanggayam, Agus Kuntoro, S.KM, Budi Handoyo, Lenny Taurusia, beberapa kepala desa di wilayah Kecamatan Karanggayam, Jajaran Perangkat Desa dan Kelembagaan Desa, Karangtengah, Kepala Sekolah (SD) Karangtengah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Masyarakat Desa Karangtengah.

Sekjen Dinkes, Puijono mengatakan, masalah air minum yang sehat ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Karena hasil studi Indonesia Sanitation, sektor-sektor non program tahun 2006 menunjukan bahwa 47% masyarakat masih berperilaku buang air besar ke sungai, sawah, kolam, kebun, dan tempat terbuka.

odf karangtengah-bDengan sudah ODF-nya desa ini, lanjut Puijono, yang namanya “plunglap” di blumbang/di sungai atau merkong” (pamer bokong) sudah tidak layak lagi sekarang. Karena itu Pujiono berpesan, apa yang telah dibangun, agar dirawat bersama-sama. Apalagi dana yang dikucurkan ke Desa Karangtengah dari Pemerintah, baik pusat maupun daerah cukup besar, total keseluruhan Rp 275 juta.

“Jika semuanya dirawat dan dikelola dengan baik, tidak menutup kemungkinan akan mendapatkan bantuan program lainnya. Untuk itu mari bersama-sama berusaha dan berdoa semoga nanti program-program yang lain bisa mengalir ke Desa Karangtengah,” pungkas Pujiono.

Tidak hanya ODF saja yang disinggung Pujiono saat memberikan sambutan dalam acara deklarasi dan serah terima itu. Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) setelah beraktifitas atau sebelum menjamah makanan pun, harus dibiasakan sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit. Karena itu diharapkan, bagi yang sudah mampu, menyediakan wastafel dengan harga yang tidak perlu harus mahal, sehingga kesehatan tetap terjaga sedini mungkin.

“ Besar harapan dengan telah mendapatkan Sertifikat Desa ODF, maka masyarakat dan pemerintah, desa tetap mampu untuk mempertahankan perilaku buang air besar dengan tepat dan benar untuk menuju Desa Karangtengah yang sehat,” tuturnya.

Kebutuhan air minum sebenarnya adalah tanggungjawab pemerintah, diamini oleh Slamet Mustolkhah selaku KA Satker PAMSIMAS Kab. Kebumen. Tetapi karena anggaran dari pemerintah terbatas, akhirnya menjadi tanggungjawab kita bersama. Dan hal ini telah diwujudkan dalam program PAMSIMAS, meski kebutuhan air minum di Kec. Karanggayam ini belum terpenuhi secara merata, namun paling tidak sudah mengurangi beban warga terhadap air minum.

“ Terimakasih kepada semua unsur, para tokoh masyarakat yg telah membantu terselesainya dan terwujudnya program PAMSIMAS ini. Harapan kami dengan telah selesainya program PAMSIMAS ini, nanti segera melalui LKM dilimpahkan kepada BPS/UPS yang bersama KPS-nya, memanfaatkan dan memelihara sarana yang terbangun dengan baik,” ungkapnya.

odf karangtengah-cHal yang sama juga diutarakan Camat Karanggayam, Agus Susanto, setelah sarana terbangun, dapat dikelola dengan baik sehingga tetap bisa mencukupi kebutuhan masyarakat, terutama air bersih baik di musim kemarau maupun penghujan.

“Tidak ada lagi keluhan dari masyarakat dan minta dropping air lagi, karena sudah ada program PAMSIMAS,” tandas Agus.

Agus juga berharap, dengan dibangunnya sarana dan fasilitas dari program PAMSIMAS, pola perilaku masyarakat juga turut berubah, apalagi terkait erat dengan BAB yang sudah pada tempatnya yang sehat meski dibuat sederhana.

Makanya dengan sudah adanya PAMSIMAS, kini sudah ada air bersih, juga jamban sederhana. Karena itu betul-betulah dirawat dan punya rasa memiliki yang besar, sehingga akan terus berkelanjutan, ” ujarnya.

Keberhasilan Desa Karangtengah sebagai desa yang sudah ODF disambut sangat antusias oleh warga desa. Pujo Diono, Sekretaris Desa yang mewakili Pak Kades mengingatkan, untuk memanfaatkan dan dikelola dengan baik sarana air minum yang terbangun ini sesuai kebutuhan. Begitu juga dengan sarana sanitasi yang terbangun.

Taswan, salah satu wakil masyarakat di Desa Karangtengah mengatakan, bantuan program PAMSIMAS di Desa Karangtengah ini, merupakan bantuan program yang tepat sasaran. Sebab, tadinya, warga hanya mengandalkan air sumur dari sumur gali tapi pada waktu musim kemarau 70% nya mengalami kekeringan, sehingga setiap musim kemarau sebagian warga dapat bantuan air dari pemerintah daerah.

odf karangtengah-dOleh karena itu mudah-mudahan dengan adanya bantuan Program PAMSIMAS, kami berharap akses pelayanan air minum dan sanitasi dapat ditingkatkan, kemudian terciptanya perilaku hidup bersih dan sehat, serta tersedianya sarana dan prasarana air minum yang memadai,” katanya.

Pembangunan Sarana Air Minum dan Sarana Sanitasi Sekolah yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat (204 KK) dan diserah terimakan itu, menurut ketua satlak PAMSIMAS, Suryo Negoro, mewakili koordinator LKM Kedung Pane, antara lain, 6 unit Sumur Bor, 6 unit Bak Penampung/Reservoir, 6 unit Pompa, 6 unit Rumah Pompa, 6 unit Power/Listrik, 12 unit HU, dan 1 (satu) paket Perpipaan (496 meter Pipa Transmisi dan 2.499 meter Pipa Distribusi).
Sementara sarana sanitasi sekolah yang terbangun, satu unit Toren/Hidran, 6 unit Tempat Cuci Tangan, 2 unit MCK, 1 unit Septic Tank, 1 unit Pompa, dan satu paket Perpipaan (77 meter). (Wahyu Nugroho-FM CD Kab. Kebumen;Rita)
 
 

Tidak disertai video terkait.