top banner
  I  

Jum'at - 09 Maret 2018 14:00:42 WIB

PAMSIMAS Pondok Meja Muaro Jambi Dipuji

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 448 pembaca

Muaro Jambi, - Sebelum dilaksanakannya FGD Finalisasi Modul Integrasi PJM Pro Aksi ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran desa, dimana Provinsi Jambi menjadi tuan rumah bertempat di Hotel Swiss-Belhotel Internasional Kota Jambi, Kamis, 8/3/2018. Tim Pamsimas Pusat menyempatkan diri mengunjungi desa Pamsimas terdekat dari Kota Jambi. Desa Pondok Meja Kec. Mestang Kabupaten Muaro Jambi terpilih sebagai desa yang dikunjungi.

Hadir dalam kunjungan tersebut PPK Pembinaan Teknis, Henny Wardani Simarmatha dan PPK Pembinaan Pelaksanaan Wilayah I Satker Pembinaan PAM BM, Mince Halima, PPK Kelembagaan, Mikel Tiwang  didampingi PC Pamsimas III Jambi Meding Mahadana serta tim ROMS 3 Provinsi Jambi yaitu TA WSS Nofrizen, TA LGS, Deddy Eka Putra, TA FMS, Ishak dan DC Kabupaten Muaro Jambi, Melda Froza.

Dalam kunjungan tersebut pelaksanaan Pamsimas Pondok Meja Muaro Jambi mendapat pujian dan apresiasi dari tim pusat, karena pelaksanaannya sudah berjalan di jalur yang benar, dimana tingginya antusias dan keterlibatan masyarakat serta berperannya pelaku Pamsimas dengan baik, dibuktikan dengan pahamnya mereka terhadap program Pamsimas. Hal itu disampaikan PPK Pembinaan Teknis Satker Pembinaan PAM BM, Henny Wardani Simarmatha di sela-sela kunjungannya ke desa tersebut.

 “Hal yang membuat saya puas dan senang adalah pelaku Pamsimas di desa Pondok Meja Kec. Mestang Kab. Muaro Jambi ini, baik Satlak, KKM, BPSPAMS, Kepala Desa termasuk teman-teman fasilitator di lapangan sudah paham dengan perannya masing-masing, hal itu sangat positif dan terlihat dari respon mereka terhadap pertanyaan yang diajukan, termasuk pemanfaatan dengan sudah adanya SR melalui swadaya masyarakat” ujar Henny dengan senyum khasnya.

Henny kemudian menambahkan bahwa apa yang dilakukan masyarakat desa Pondok Meja ini perlu dicontoh oleh desa lainnya, dimana peran tokoh masyarakat menentukan keberhasilan program. Sebab sinergi tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan unsur masyarakat lainnya sangat penting dan bisa memancing serta memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi. Inilah sebenarnya roh dari Pamsimas yang disebut dengan istilah berbasis masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Henny yang dikenal aktif dan peduli terhadap kualitas dan keberlanjutan sarana Pamsimas ini tak lupa pula memberikan masukan untuk perbaikan seperti penggunaan logo sesuai POB serta menekankan pentingnya kualitas bangunan. Sebab kualitas bangunan yang dibangun sekarang sangat berpengaruh terhadap kebutuhan pemeliharaan ke depan.

“Untuk langkah berikutnya diperlukan perhatian dalam pengembangan untuk mencapai target 100 % akses air minum dan sanitasi pada dusun yang tersisa, tentu dengan memperhatikan kapasitas sumber. Maka perlu dicek dan dipastikan apakah ada dalam PJM ProAksi strategi pencapaian akses 100 % tersebut atau tidak” ulas Henny menambahkan dengan semangat. Hal senada disampaikan Mince Halima selaku PPK wilayah I Satker Pembinaan PAMBM kepada Koordinator KKM dan ketua BP SPAMS bahwa sarana yang sudah dibangun harus dipelihara dan dirawat dengan baik, jangan biarkan sarana yang sudah susah payah dibangun ini menjadi monumen. Manfaatkan sarananya dengan maksimal, lakukan terus musyawarah dengan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga tetap terjaga rasa memiliki masyarakat terhadap sarana yang terbangun.

Melihat tingginya komitmen Kepala Desa Pondok Meja terhadap pelaksanaan Pamsimas ini, Mince mengharapkan komitmen untuk menyempurnakan akses 100% ini perlu dikawal, sehingga spiritnya tetap terjaga dan diwujudkan melalui penganggaran pada tahun sekarang dan berikutnya melalui dana desa dengan mereplikasi program Pamsimas dalam rangka pengembangan pada dusun lainnya dan untuk keberlanjutannya.

“Besar harapan saya sebanyak 1.566 KK atau 7.986 jiwa penduduk Desa Pondok Meja sekarang yang tersebar di 6 dusun dan 29 RT ini bisa menikmati air bersih tanpa kecuali, sebab beberapa dusun di desa ini terletak di daerah perbukitan, sehingga wilayahnya sangat sulit mendapatkan sumber air” sebut Mince dengan penuh harap sambil memutar pandangannya ke semua arah.

Sementara itu Koordinator KKM Bapak Kliwon menyebutkan bahwa sebelum datangnya Program Pamsimas, sebagian warga masyarakat Pondok Meja mendapatkan kebutuhan airnya dari sumur gali, air sungai yang terdapat di sekitar desa, dan sumber mata air yang jaraknya cukup jauh dari pemukiman yang unsur kesehatannya kurang terjamin. Akibatnya banyak warga yang sering menderita berbagai penyakit, seperti penyakit diare, penyakit kulit, dan lain-lain. Hal ini disebabkan pula dengan kurangnya sarana MCK dan perilaku penduduk yang melakukan pembuangan limbah rumah tangga sembarangan, khususnya limbah tinja yang masih banyak dibuang ke sungai atau kolam warga.

“Alhamdulillah pada tahun 2017 Desa Pondok Meja mendapatkan bantuan dari Program Pamsimas, yang dialokasikan untuk Dusun I, yaitu RT 10, RT 11, dan RT 12. Terpenuhinya kebutuhan air bersih dari tiga RT tersebut, mendorong kami untuk menyelesaikan SR di wilayah Dusun Suka Damai dan akan mengembangkan ke wilayah lain, yaitu di antaranya RT. 03, 04, 05 dan RT 06 bahkan untuk semua wilayah di seluruh Desa Pondok Meja” ujar Kliwon dengan penuh semangat, sembari bersyukur karena mendapat pujian dari Pamsimas pusat.

Lebih lanjut Kliwon selaku Koordinator KKM bersama Ketua BP SPAMS, Suroto berjanji akan terus meningkatkan jumlah warga masyarakat kurang terlayani termasuk masyarakat berpenghasilan rendah di desanya untuk dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi serta meningkatkan penerapan nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka pencapaian target Universal Acess 2019 di sektor air minum dan sanitasi.

Menjawab pertanyaan Mince, Ketua BP SPAMS Tirta Ponja Mandiri, Suroto berjanji akan menjaga, merawat dan mengelola sarana dengan baik sehingga bisa terus berlanjut. Untuk memastikan itu sudah disepakati regulasinya dan ditetapkan dalam Peraturan Desa Pondok Meja Nomor 7 Tahun 2016 tentang tarif pemasangan SR dan tarif bulanan pemakaian air bersih oleh masyarakat konsumen untuk keberlanjutan.

“Sekarang BP-SPAMS Tirta Ponja Mandiri  sudah memiliki aset seperti 1 unit penangkap mata air (brondcapturing), 1 unit rumah pompa, 1 unit menara air, 1 unit mesin centrifugal, 1 unit meteran PLN, perpipaan 2.429 M, 1 unit Kran Umum (KU), 1 unit jamban sekolah, 3 unit tempat cuci tangan dan sambungan rumah (SR) yang sudah terdaftar sebagai pemanfaat sampai saat adalah sebanyak 65 SR” sebut Suroto memaparkan.

Lebih lanjut Suroto didampingi sekretarisnya Rohimi memaparkan teknis pencatatan pemakaian air oleh pengurus setiap awal bulan. Untuk pembayaran tarif per bulan dihitung berdasarkan jumlah pemakaian air yang dihitung dengan meng­gunakan meteran air, dan iuran disampaikan langsung oleh masyarakat ke sekretariat BP SPAMS.

Sesuai dengan Perdes Nomor 07 tahun 2016, bahwa biaya tarif pemasangan sebesar Rp 250.000/ unit untuk pengadaan Water Meter dan Assesories, sedangkan pipa SR ditanggung oleh pemanfaat. Kemudian tarif pemakaian SR dan KU sesuai dengan kategori pemakaian air yaitu, 0 s.d 10 sebesar Rp. 2.000/M3, 10 s.d 20 sebesar Rp. 2.200/M3, 20 s.d 30 sebesar Rp. 2.500/M3, 30 Ke atas sebesar Rp. 3.000/M3, sedangkan biaya beban sebesar Rp. 5.000/bulan. “Adapun sanksi denda bagi keterlambatan pembayaran iuran sebesar Rp. 3000 (jika melebihi tanggal 20/bulan) dan jika 2 bulan berturut-turut tidak melakukan pembayaran maka sambungan otomatis diputus, untuk pemasangan kembali dikenakan biaya Rp.200.000” sebutnya mengakhiri. (Rahmat Tk Sulaiman, TA CD CB ROMS3 Jambi)


Tidak disertai video terkait.