top banner
  I  

Selasa - 27 Maret 2018 10:26:54 WIB

Rakyat Menjerit, PAMSIMAS Solusinya

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 606 pembaca

Lombok Tengah,NTB -  “Berakit-rakit ke hulu berenang renang ketepian, bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian”, itu pepatah yang cocok untuk masyarakat dusun Wareng dan Dusun Sanggeng Desa Sukadana Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Dusun dengan jumlah penduduk 1.115 jiwa atau 240 KK itu selama ini sangat sulit mendapatkan air bersih untuk kebutuhan air minum dan keperluan sehari-hari. Untuk mengatasi persoalan kekurangan air secara turun temurun nenek moyang mereka membangun sumur resapan yang dapat menampung air pada musim hujan sedangkan pada musim kemarau mereka membeli air tangki atau galon di desa sebelah.

Upaya untuk mendapatkan air bersih yang cukup banyak dan tersedia sepanjang musim sudah pernah dilakukan secara swadaya dengan melakukan pengeboran, akan tetapi karena pengeborannya masih pada daerah permukaan dan kualitas pompa yang tidak memenuhi standar maka pada musim kemarau air pada pengeboran habis dan ketika pompanya rusak masyarakat tidak mampu memperbaiki apalagi membelinya, sehingga bak penampung yang dibuat dari buis beton berubah fungsi menjadi bak “Penampung Air Hujan”.

Desa Sukadana yang berpenduduk 8.889 jiwa dan memiliki 17 dusun tersebut pada tahun 2016 mengikuti sosialisasi kabupaten pada program Pamsimas, karena kondisi akses air minum dan sanitasi yang sangat rendah maka desa mengajukan proposal dan oleh Panitia Kemitraan disetujui untuk ditindaklanjuti. Proses siklus Pamsimas pun diikuti sampai tuntas dan tersusunnya Rencana Kerja Masyrakat (RKM) selanjutnya oleh Bupati diusulkan untuk mendapatkan bantuan dari dana APBN tetapi menimbang bahwa Desa Sukadana diluar area Cekungan Air Tanah (Non CAT) maka harapan masyarakat yang sudah tinggal sejengkal mendapatkan bantuan pembangunan sarana air minum sirna sudah.

Jeritan hati 1.115 jiwa masyarakat Dusun Wareng dan Sanggeng ternyata mampu mengguncangkan singgasana Bupati Lombok Tengah dan akhirnya melalui Bappeda dan Dinas PUPR diputuskan Desa Sukadana pada Tahun Anggaran 2017 mendapatkan bantuan dana APBD sebesar 120 Juta dan kekurangannya menjadi kewajiban masyarakat untuk memenuhi. Berita bahagia ini sampai sudah ditelinga masyarakat kedua dusun tersebut dan selanjutnya dengan cepat masyarakat mengumpulkan uang iuran yang menjadi kwajiban mereka minimal 4% dari total anggaran yang direncanakan.

Walau sebenarnya Desa Sukadana tidak mendapatkan program Pamsimas tetapi karena cintanya masyarakat dengan program Pamsimas maka mereka tetap menginginkan melaksanakan program dengan aturan Pamsimas dan mendapatkan dampingan secara penuh oleh fasilitator dan ROMS. Sebagai wujud suka citanya, masyarakat  memberi nama Program Pamsimas III yang tertoreh pada bak Reservoir. Pada tanggal 22 Maret 2018 KKM melakukan serah terima pengelolaan sarana kepada BPSPAMS terdiri dari; Sumur Bor, Pompa, Rumah Pompa, Reservoir, Jaringan Perpipaan, Kran Umum, dan 28 unit Sambungan Rumah.

Selanjutnya BPSPAMS membuat rencana kerja pengembangan sarana dan pemasangan sambungan rumah yang ditargetkan pada akhir tahun 2018 ini telah terbangun 100% SR sebanyak 240 unit, target awal sampai bulan Mei ini akan dipasang sambungan rumah sebanyak 63 unit. Kebahagiaan masyarakat desa Sukadana belum terhenti karena pada tahun anggaran 2018 desa Sukadana ditetapkan oleh Bupati Lombok Tengah menjadi desa sasaran program Pamsimas melalui sharing dana APBD yang direncanakan untuk dusun Kener, dusun Pogem, dusun Perendek dan dusun Emontong (Mulyatno-PC NTB;Deddy S-WDA NMC).


Tidak disertai video terkait.