top banner
  I  

Rabu - 11 Agustus 2010 04:18:12 WIB

Terimakasih PAMSIMAS…. Aku Lega

Best Practice
Administrator | dibaca: 50864 pembaca

Mengambil air bersih saja, harus berjalan sejauh 3 km, sementara untuk keperluan mandi, terpaksa kami menggunakan air dari sumur gali yang terkadang masih terasa asinnya air laut.


Kampung Padang merupakan salah satu penerima bantuan program PAMSIMAS tahun 2009 dengan jumlah penduduk 3602 orang 405 KK. Terletak di Kenagarian Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas 175 KM dari Kota Simpang Empat Kab. Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. Berbatas sebelah utara Pigogah, Selatan Lautan Hindia serta timur Jorong Pasar Baru dan sebelah Barat Pigogah.


sukses01Pada saat program PAMSIMAS dimulai dengan kegiatannya, terdata hanya 80 KK yang sudah bisa mengakses sarana air bersih dan 370 KK yang belum terakses sama sekali.


Masalah sanitasi menjadi sangat rawan sekali karena keterbatasan sarana air bersih yang membuat para masyarakat BAB (Buang Air Besar) di pantai, sembarang tempat dengan menggali pasir. Hal ini sangatlah menyedihkan, apalagi kondisi tersebut ada di desa pantai yang kumuh, seperti Kampung PadangDulu


Sebelum program PAMSIMAS hadir, warga sangat sulit mendapatkan air bersih. Alfian, salah seorang warga menuturkan untuk mengambil air bersih saja, harus berjalan sejauh 3 km, itupun tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, bahkan jika ada uang maka waga membeli air yang harga Rp 2 ribu per jerigennya. Sementara untuk keperluan mandi, terpaksa kami menggunakan air dari sumur gali yang terkadang masih dipengaruhi asinnya air laut.


Kami kini mambiak aia jauh bana 3 km dan kalau lai ado pitih aia kami bali Rp 2 ribu perjerigen, sadang untuk mandi kami buek sumua mamakai tanah berpasir memakai drum dan kadang - kadang dipengaruhi asin aia lauik baitulah nasip kami pak jo aia. (masyarakat mengambil air jauh sekali yakni 3 km dan jika ada uang air kami beli Rp 2 ribu per jirigen. Sedangkan untuk mandi masyarakat membuat sumur galian berpasir memakai drum sebagai cincinnya, bahkan kadang-kadang dipengaruhi oleh asin air laut begitulah keadaan kami),” tutur Alfian.


sukses02Di Kampung Padang sendiri air bukan hanya dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci dan memasak saja. Tetapi diperlukan juga bagi kapal- kapal nelayan yang akan mengarungi Samudera Hindia. Untuk satu kapal kecil saja yang akan berangkat, paling tidak membawa 5 dirigen apalagi kalau kapal besar, membutuhkan sampai 5 drum.


Pamsimas telah menganggarkan untuk Desa Kampung Padang Rp 274.976.400,- dan telah mampu menyediakan sarana seperti bangunan SAB dengan bangunan intake saringan dan reservoarnya serta telah tersebarnya 11 kran umum dan kegiatan perubahan perilaku telah terjadi baik di sekolah maupun di masyarakat.


Sebelum Pamsimas hadir di Kampung Padang, masyarakat mengatakan mereka tidak mampu dan tidak bisa melakukan pekerjaan pipa, namun kini mereka mengatakan sudah bisa, terbukti 11 rumah sudah dialiri air. Berdasarkan peraturan yang tertuang dalam AD/ART BPS, tahun pertama mereka melakukan penyambungan rumah tanpa meteran, tetapi di tahun kedua memakai meteran.


sukses3Saat ini per rumah tangga membayar Rp 20 ribu. Untuk masuk ke rumah-rumah, warga membayar Rp 90 ribu untuk kas, dan Rp 100 ribu sebagai upah pasang dan material sementara asesoriesnya di tanggung pemilik rumah.


Masyarakat bersama BPS Kampung Padang dan kepala jorong pun sepakat bahwa jika dalam tempo 3 bulan ada masyarakat yang tidak membayar maka sambungan air ke rumahnya akan diputus.


sukses4Muhammad Djais, Ketua LKM Kampung Padang mengatakan dalam pelaksanaan program PAMSIMAS, awalnya masyarakat susah diajak bergotong royong, sampai-sampai ia harus memanjat ke atas pohon kelapa memanggil warga untuk gotong royong.


Karena tempat tinggal mereka di pinggir laut dan bermata pencaharian sebagai nelayan dimana di malam hari melaut yang pulangnya pagi, menjadi sedikit kendala. Namun kegigihan dan keinginan untuk mendapatkan air bersih akhirnya kendala tersebut teratasi dan kini masyarakat Kampung Padang sudah menikmati air untuk kebutuhan sehari-harinya.


“Lega….senang…Alhamdulilah, masyarakat sudah menikmati air, terima kasih PAMSIMAS, terima kasih semuanya yang telah membantu mewujudkan air bersih ini,” ungkap Muhammad Djais berbinar. (Petrizal Tamanudin - WSSE Kab Pasaman Barat;Rita)


Tidak disertai video terkait.