top banner
  I  

Selasa - 10 April 2018 10:35:12 WIB

Awalnya Cuek, Sekarang Jadi Idola Masyarakat

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 330 pembaca

Barito Kuala, Kalsel - Ibu Wahidah (38 Tahun) adalah seorang wanita yang menjabat sebagai Kepala Desa Sei Kambat Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Sudah sejak tahun 2015 menjabat sebagai kepala desa, berpenampilan sederhana namun memiliki cita-cita mulia salah satunya yaitu mewujudkan semua warganya memiliki akses terhadap air bersih dan sarana sanitasi.

Awalnya sebelum menjadi Kades di Desa Sei Kambat, beliau adalah Anggota Satuan Pelaksana (Satlak) tepatnya Bendahara pada pelaksanaan Program Pamsimas II Desa Reguler di Desa Sei Kambat pada tahun 2014. Sarana yang dibangun berupa menara air (Reservoir), pengolahan air dan pipa distribusi. Sarana Air Minum berfungsi hingga saat ini dengan jumlah SR yang dilayani sebanyak 50 SR melayani sekitar 200 jiwa, dikelola dengan Iuran sebesar Rp. 5.000,00/m3. Dari hasil iuran  cukup untuk biaya listrik, honor pengelola dan biaya obat kimia untuk pengolahan.

Desa Sei Kambat dengan luas 32 Km2 terdiri dari 5 RT dengan jumlah penduduk 1.330 jiwa, sebelum Program Pamsimas masyarakat kesulitan dalam pemenuhan air bersih, mereka hanya mengandalkan air sungai kecil yang melalui desa mereka. Apalagi kalau musim kemarau, air sungai akan kering sehingga sangat sulit dalam pemenuhan air bersih. Ditambah dengan kebiasaan buruk masyarakat yang melakukan BAB di sungai.

Saat ini dari Sarana Air Minum Program Pamsimas Tahun 2014 dapat melayani sebagian dari RT. 1 yaitu sebanyak 50 SR. Tahun 2017 Desa Sei Kambat mendapatkan Dana APBD guna menambah sistem sarana air minum untuk melayani kawasan RT.2 dan RT.5 . Selanjutnya untuk mewujudkan Universal Akses air minum masyarakat , dengan mengandalkan 2 Sistem Air Minum yang ada maka tahun 2018 akan ditambah perpipaan sepanjang 1 km untuk memenuhi pelayanan pada RT. 1, RT. 3 dan RT.4, serta menampah daya kapasitas mesin pompa sehingga dapat melayani semua RT. Semua menggunakan pendanaan dari Dana APBDesa. Selain itu beliau juga akan membangun Depo Air Minum menggunakan sumber dari air Pamsimas dengan dana APBDesa dan dikelola oleh BUMDES. Dan selanjutnya akan melakukan kerja sama dengan pihak-pihak swasta/perusahaan untuk suplay air bersih.

Bu Wahidah bercerita bahwa awalnya Program Pamsimas kurang mendapat respon yang bagus oleh masyarakat juga oleh Aparat Desa pada saat itu, mereka mengatakan bahwa Program Pamsimas adalah program yang sia-sia, mereka tidak yakin bahwa air sungai yang digunakan bisa dijadikan air bersih apalagi semua dilaksanakan dan dikelola oleh masyarakat. Penolakan-penolakan oleh sebagian masyakarat itu membuat KKM dan Satlak yang telah dibentuk menjadi hampir putus asa. Namun tidak bagi Bu Wahidah, beliau yang saat itu menjabat sebagai Bendahara Satlak bertekat untuk terus  lanjut di Program Pamsimas  dan meyakinkan Pengurus KKM dan Anggota Satlak lainnya bahwa Program Pamsimas akan membawa kebaikan bagi Desa Sei Kambat. Tantangan kembali dihadapi ketika mau pelaksanaan, di mana tidak ada yang mau menghibahkan tanah untuk pembangunan sarana. Dan kembali Bu Wahidah guna mensukseskan pelaksanaan Program Pamsimas menghibahkan sebagian tanah keluarga untuk Pembangunan Menara Air (Reservoir) dan Alhamdulillah dapat berfungsi hingga sekarang.

Kesungguhan dan perjuangan serta keberhasilan Pelaksanaan dan Pengelolaan Sarana Air Minum Program Pamsimas di Desa Sei Kambat membuat sebagian besar warga meminta Bu Wahidah untuk maju dalam Pemilihan Kades pada tahun 2015. Dan alhamdulillah beliau sukses menjadi Kades Sei Kambat sampai dengan sekarang.

Selain di bidang air bersih, Bu Wahidah juga ingin mewujudkan warganya bebas BAB Sembarangan. “Program Pamsimas banyak memberikan dampak yang positif bagi masyarakat” kata Bu Wahidah. Dulu sebelum Program Pamsimas masuk warga banyak BAB di sungai, namun perlahan masyarakat mulai menyadari pentingnya hidup bersih dan sehat, apalagi melihat bahwa sumber air Pamsimas yang digunakan dari sungai, kalau mereka terus BAB di sungai maka sama dengan meminum “kotoran” mereka sendiri. Bu Wahidah membangun WC Umum dari tahun 2015-2017 sudah terbangun 100 buah WC Umum, dimana 1 buah WC umum digunakan 2-3 rumah tangga.  Saat ini sungai di Desa Sei Kambat sudah bebas dari jamban-jamban di sungai. Semoga keinginan Kades dan warga Desa Sungai Kambat dapat terwujud guna kesejahteraan warga Desa Sei Kambat menuju universal akses tahun 2019. (Arif Mulyadi-DC Kabupaten Barito Kuala; Zulkifli CB-CD ROMS 13 Kalsel;Deddy S-WDA NMC)


Tidak disertai video terkait.