top banner
  I  

Kamis - 12 April 2018 10:01:23 WIB

Rapat Koordinasi dalam Rangka Kolaborasi Pencapaian Akses 100% Air Minum Provinsi Bali

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 379 pembaca

Denpasar, Bali - Pamsimas III di Provinsi Bali, meliputi 5 kabupaten, yaitu Tabanan, Gianyar, Bangli, Buleleng dan Jembrana, serta pada tahun 2018 ditambah dengan 2 kabupaten yaitu Karangasem dan Klungkung, dengan Target pencapaian IKU Provinsi  yang berbasis data  SIM. Target Indikator Kinerja Utama (IKU) Provinsi Bali yang di berikan oleh Pamsimas Pusat Tahun Anggaran 2017 s.d 2019 adalah 240 desa sasaran, dengan target tambahan jiwa pemanfaat air minum Pamsimas III adalah 235.602 Jiwa, dan target tambahan jiwa pemanfaat air minum hasil kolaborasi dengan dana lain. sampai tahun 2019 dengan total jiwa pemanfaat 480.549 Jiwa. Sesuai Hasil Rapat Koordinasi Tingkat Provinsi tanggal 21 November 2017 dengan Hasil Target Indikator Kinerja Utama (IKU) Provinsi Bali yang telah di sepakati dan ditandatangani bersama:  Target Indikator Kinerja Utama (IKU) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2017 s.d 2019 adalah 265 desa sasaran, dengan target tambahan jiwa pemanfaat air minum Pamsimas III adalah 396.446 Jiwa, dan target tambahan jiwa pemanfaat air minum hasil kolaborasi dengan dana lain sampai tahun 2019 dengan total jiwa pemanfaat 621.521 Jiwa.

Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum menyelenggarakan Rapat Koordinasi Dalam Rangka Kolaborasi Pencapaian Akses 100% Air Minum Pada Program Pamsimas III Provinsi Bali bertempat di Swiss-Bell Resort Watu Jimbar Jalan Danau Tamblingan No. 99A Sanur. Kegiatan Rakor ini diselenggarakan tanggal 6 April 2018 yang dihadiri Ketua dan seluruh anggota PPMU Provinsi Bali, ROMS-10 Provinsi, Ketua dan seluruh anggota DPMU, Satker PIP, ROMS-10 Kabupaten, Fasilitator Senior, Fasilitator Teknik (FM WSS), Fasilitator Pemberdayaan (FM CD), dan Fasilitator STBM di 5 [lima] kabupaten pelaksana Program Pamsimas, yaitu Kabupaten Jembrana, Buleleng, Tabanan, Bangli dan Gianyar, Kegiatan Rapat Koordinasi ini juga mengundang calon kabupaten baru yakni Kabupaten Karangasem, Klungkung dan Badung yang dihadiri dari unsur Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Kesehatan dan para Direktur PDAM seluruh Bali. Rapat Koordinasi ini dengan mengundang 100 orang dan pada saat kegiatan ini diselenggarakan dihadiri 92 orang.

Narasumber Rapat Koordinasi ini yaitu Ketua CPMU Pamsimas Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR selaku Keynote Speech, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bali, Bappelibang Provinsi Bali, BPKP Perwakilan Provinsi Bali, Bapelitbang Kabupaten Bangli dan Kepala Satker PIP Kabupaten Tabanan.

Ketua PPMU Pamsimas  Provinsi Bali selaku penyelenggara menyampaikan tujuan dari pertemuan ini adalah membangun komunikasi, dan penyamaan persepsi, dalam pemahaman terhadap rencana, strategi- implementasi, serta capaian Program Pamsimas di Tingkat Provinsi dan Kabupaten TA. 2018 dan melakukan pembinaan dalam hal pengelolaan administrasi pelaporan dan keuangan Program Pamsimas III bagi para pelaksana dan pemangku kepentingan yang terkait dengan Program Pamsimas di Tingkat Provinsi dan Kabupaten TA. 2018.

Acara rapat koordinasi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi Bali. Arahan dan Pembukaan Kepala Dinas PUPR menyampaikan Program Pamsimas di Provinsi Bali telah dimulai sejak tahun 2014, pada program Pamsimas II yang diikuti oleh 1 kabupaten yaitu Kabupaten Tabanan.  Pembangunan SPAM di 20 desa menunjukkan hasil yang memuaskan. Pada Rapat Koordinasi Nasional Pamsimas tahun 2017, Kabupaten Tabanan telah mendapatkan award dari Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sebagai Kabupaten Terbaik dalam pengelolaan program Pamsimas. Penghargaan juga diterima oleh Desa Munduk Temu Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan, salah satu desa peserta Program Pamsimas tahun 2014 yang sudah mendeklarasikan 100% akses air minum yang aman dan 100% akses sanitasi yang layak.

Ketua CPMU Pamsimas Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Tanozisochi Lase,  selaku Keynote Speech dengan moderator Ketua PPMU, Ketua CPMU  menyampaikan materi dengan tema: Pamsimas sebagai Platform Pembangunan SPAM Perdesaan. Tercapainya 100% pelayanan air minum, yakni 85% terlayani akses sesuai prinsip 4K (Kuantitas, Kualitas, Kontinuitas, dan Keterjangkauan) dan 15% sesuai kebutuhan dasar. Capaian Akses Air Minum Layak, pada Tahun 2017 sebesar  72,04%, dan target 2019 [100%], terjadi Gap 27,96%. SPAM Berbasis Masyarakat adalah Program yang direncanakan Oleh Masyarakat, dilaksanakan Oleh Masyarakat dan dikelola Oleh Masyarakat. Pendampingan/Pemberdayaan & Penyaluran Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM).

Kegiatan Rakor ini juga menghadirkan narasumber Kepala Bidang Pengembangan Infrasturktur dan Wilayah, Badan Perencanan Daerah Penelitian dan Pengembangan [Bappedalitbang] Provinsi Bali, Tema yang disampaikan: Sinergitas Perencanaan Pembangunan Daerah dalam Rangka Mewujudkan Unieversal Akses 2019 dengan mengupas Tantangan, Peluang dan Kendala dalam Pemenuhan Target Universal Akses 2019.  Pemateri yang akrab dipanggil Bu Nia ini memaparkan bahwa 3 tantangan sekaligus kendala untuk mewujudkan Universal Akses.  yaitu: 1) Kurangnya Koordinasi dan Sinergitas antara Pemerintah Pusat dan Daerah serta Pemerintah dengan masyraakat dan pihak Swasta, 2) Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan Lingkungan, 3) Minimnya alokasi anggaran baik dari Pemerintah Pusat, maupun Pemerintah Daerah. Pendekatan Pembangunan Infrastruktur: 1). Pendekatan Penyusunan RKPD 2019 dilakukan dengan Penguatan Pelaksanaan Kebijakan Money Follow Program Prioritas. 2).Penguatan tsb dilaksanakan dengan Pendekatan Holistik-Tematik, Integratif dan Spasial dengan memperhatikan (Pengendalian perencanaan, Penguatan perencanaan dan penganggaran, Penguatan perencanaan berbasis pengembangan wilayah, Penguatan integrasi sumber pendanaan.

Pada Rapat Koordinasi ini juga menghadirkan best practice/ contoh baik dari dua kabupaten yakni Kabupaten Tabanan, keberhasilan kolaborasi desa Pamsimas dengan DAK dan HAMP hingga mencapai 100% akses air minum aman serta Kabupaten Bangli Desa Serai Kecamatan Kintamani dengan Tapping PDAM  hingga sudah mencapai 85 SR (Sambungan Rumah). Panel diskusi dengan dua pembicara Kasatker PIP Tabanan dan Ketua Pakem Kabupaten Bangli. Kasatker PIP, Si Nyoman Sudana menyampaikan Strategi Penyusunan Perencanaan Kolaborasi DAK Dan HAMP Dengan Program Pamsimas, adapun Ketua Pakem/ Kepala Bidang Apartur Eksosbud dan Infrastruktur Bappedalitbang Kabupaten Bangli I Nyoman Udiana Mahardika menyampaikan Kolaborasi Program Pamsimas dengan Sistem Tapping PDAM di Desa Serahi Kintamani Bangli

Setelah dilaksanakan Desk masing-masing Kabupaten dalam rangka Penyiapan dan Perencanaan Kegiatan DAK Bidang Air Minum untuk Mendukung Program Pamsimas III. Rakor ini menghasilkan kesepakatan sebagai berikut: a). Kabupaten Jembrana Usulan DAK 2019 berdasarkan Data SIM : Jumlah Desa 12 , Sumber Air Baku (Air Permukaan dan Mata Air), Kapasitas SPAM 28,2 lt/dt, Kategori Pendanaan Peningkatan dan Perluasan, Rencana Tambahan Pemanfaat 9.190 jiwa dan 2.927 SR dengan perencanaan Dana yang dibutuhkan Rp. 10,845,859,873. b). Kabupaten Tabanan Usulan DAK 2019 berdasarkan Data SIM : Jumlah Desa 5 , Sumber Air Baku (Mata Air), Kapasitas SPAM 12 lt/dt,   Kategori Pendanaan Peningkatan dan Perluasan, Rencana Tambahan Pemanfaat 6.763 jiwa dan 2.017 SR dengan perencanaan Dana yang dibutuhkan Rp. 7.707.000.000, c). Kabupaten Gianyar Usulan DAK 2019 berdasarkan Data SIM : Jumlah Desa 3 , Sumber Air Baku (Mata Air), Kapasitas SPAM 6 lt/dt,   Kategori Pendanaan Perluasan, Rencana Tambahan Pemanfaat 3.816 jiwa dan 896 SR dengan perencanaan Dana yang dibutuhkan Rp. 2.688..000.000, d). Kabupaten Bangli Usulan DAK 2019 berdasarkan Data SIM : Jumlah Desa 4, Sumber Air Baku (Mata Air), Kapasitas SPAM 14,35 lt/dt, Kategori Pendanaan Peningkatan dan Perluasan, Rencana Tambahan Pemanfaat 3.520 jiwa dan 881 SR dengan perencanaan Dana yang dibutuhkan Rp. 3.805..000.000. e). Kabupaten Buleleng Usulan DAK 2019 berdasarkan Data SIM : Jumlah Desa 17 , Sumber Air Baku (Mata Air), Kapasitas SPAM 52,2 lt/dt,   Kategori Pendanaan Peningkatan dan Perluasan, Rencana Tambahan Pemanfaat 42.186 jiwa dan 11.784 SR dengan perencanaan Dana yang dibutuhkan Rp. 55.250.418.994. (ROMS-10 Bali;Deddy S-WDA NMC)


Tidak disertai video terkait.