top banner
  I  

Sinergi ROMS 3 dengan OPD untuk Jambi Tuntas 2021

Berita Terbaru
Administrator |Jum'at - 13 April 2018 10:24:59 WIB | dibaca: 250 pembaca

Jambi- Keberhasilan program pemberdayaan seperti Pamsimas dimulai dari lancarnya komunikasi antar pelaku, terlaksananya koordinasi dan sinergi antar stakeholder. Hal itulah yang dilakukan oleh tim ROMS3 Jambi yang dikoordinir oleh Meding Mahadana selaku PC nya. Berbekal kemampuan komunikasi yang humanis, sejuk dan menyenangkan, suasana kerja menjadi asyik dan menyenangkan.

Kondisi itu tidak saja dirasakan oleh personil ROMS, tetapi juga dirasakan oleh OPD terkait. Keberadaan ROMS dipandang sangat mendukung untuk mewujudkan Visi Jambi Tuntas tahun 2021. Untuk pencapaian target Universal Access 100-0-100 salah satunya melalui Program Pamsimas diupayakan juga Tuntas sesuai dengan target waktu yang sudah ditetapkan. Berbagai kegiatan koordinasi yang dilaksanakan oleh OPD Provinsi Jambi dengan menghadirkan peserta dari banyak OPD di tingkat kabupaten, PC ROMS 3 Jambi dan TA nya diminta menyampaikan materi terkait dengan air minum, khususnya tentang Pamsimas dan kaitannya dengan stunting.

Pada Senin, 9 April 2018 PC Pamsimas Jambi, Meding Mahadana menjadi narasumber mewakili Dinas PUPR Prov. Jambi pada acara Rapat Kerja Kesehatan Daerah Provinsi Jambi yang mengusung tema Sinergisme Provinsi dan Kabupaten/kota dalam mewujudkan percepatan eliminasi tuberkolosis, penurunan stunting dan peningkatan mutu cakupan imunisasi menuju Jambi Tuntas 2021 di Abadi Covention Centre Jambi, selama 3 hari, yaitu tanggal 9-11 April 2018.

Pemilihan PC ROMS 3 Jambi, Meding Mahadana bersama TA LGS, Deddy Eka Putra, mewakili Dinas PUPR Jambi menyampaikan materi pada acara bergengsi di tingkat Prov. Jambi ini, dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan RI dan juga anggota DPR RI Komisi IX Zulfikar Achmad, serta diikuti oleh sekitar 300 an peserta yang terdiri dari berbagai unsur. Merupakan sebuah kepercayaan kepada ROMS atas koordinasi dan komunikasi yang terbangun selama ini. Forum itu menjadi panggung dan media yang strategis untuk menjadikan Pamsimas primadona sebagai platform dan berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat.

Materi yang disampaikan oleh PC ROMS 3 Jambi, Meding Mahadana bersama dengan LGS, Deddy Eka Putra mewakili Dinas PU PR Provinsi Jambi adalah Kebijakan Dinas PUPR terkait Eliminasi TBC dan Penurunan Stunting dalam Program Perumahan, Pamsimas dan PPSP. Pada awal penyampaiannya, Meding mengutip pernyataan Menteri Kesehatan RI terkait dengan upaya menekan angka penyakit TBC dan penurunan Stunting adalah dengan mewujudkan air minum dan sanitasi yang layak bagi seluruh penduduk Indonesia tidak terkecuali Provinsi Jambi.

Dalam paparan PUPR Jambi yang disampaikan Meding bahwa misi kelima Jambi terkait langsung dengan sanitasi dan air minum yaitu aksesibilitas dan kualitas terhadap prasarana, sarana dan utilitas permukiman. Misi ketiga dari Jambi Tuntas merupakan penterjemahan terhadap misi kelima Program Pembangunan Provinsi Jambi 2016-20121 dan terkait dengan upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat terutama sanitasi dan air minum yang layak.

“Penuntasan target Universal Access melalui Program Pamsimas di Provinsi Jambi sudah menjadi komitmen bersama dan itu terkait dan selaras kebijakan Program Pembangunan Provinsi Jambi 2016-2021 dengan kebijakan misi Pembangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi 2016-2021” ujarnya sambil berdiri mendekati peserta.

Lebih lanjut dipaparkan bahwa berdasarkan kebijakan tersebut, maka kebijakan Dinas PUPR Jambi terhadap penurunan Stunting salah satunya melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Kebijakan kementerian Pekerjaan Umum terhadap pembangunan infrastruktur melalui program 100-0-100 dengan target akses air minum dan sanitasi yang layak pada tahun 2019, 100% terlayani oleh penduduk Indonesia, hal tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan infrastruktur oleh Kementerian Pekerjaan Umum  dan Perumahan Rakyat RI Tahun 2015-2019.

 “Tujuan dilaksanakannya Program Pamsimas dan hubungannya dengan penanganan Stunting adalah melalui intervensi penyediaan air minum dan penyediaan sanitasi yang layak serta penerapan PHBS di masyarakat dan di Sekolah. Untuk mendukung penanganan Stunting di Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Kerinci pada tahun 2018 sudah diajukan 10 desa dalam tambahan desa sasaran Program Pamsimas” sebut Meding dengan lugas.

Hal itu sudah disebutkan melalui Surat Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR Nomor. PR.01.03-Ca/83 Tanggal 19 Februari 2018, Perihal : Konfirmasi Tambahan Desa Saaran Pamsimas Untuk Penanganan Stunting Tahun 2018. Kemudian sudah diusulkan melalui Surat Bupati Kerinci Nomor 050/070/V/BP4D/2018, Perihal Usulan Desa Sasaran Program Pamsimas untuk Mendukung Penanganan Stunting Tahun 2018 Kabupaten Kerinci. Sejalan dengan Instruksi Menteri dalam Negeri Nomor 440/1959/SJ, tentang Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2018.

Kemudian ditambahkan oleh Deddy Eka Putra selaku LGS Provinsi Jambi, bahwa Pamsimas di Provinsi Jambi sudah dimulai pada Program Pamsimas II pada 4 kabupaten yaitu Kab.Kerinci, Kab.Merangin, Kab.Sarolangun dan Kab.Bungo. Jambi belum ikut pada Program Pamsimas I.

Lebih lanjut disampaikan Deddy bahwa pada tahun 2014 telah dilaksanakan Program Pamsimas pada  33 desa dan pada tahun 2015 pada 37 desa yang tersebar pada 4 kabupaten dengan total 70 desa pada Pamsimas II. Kemudian pada tahun 2017 Pamsimas III dilaksanakan pada 9 kabupaten yaitu Kab. Kerinci, Kab. Merangin, Kab. Sarolangun, Kab. Bungo dan Kab. Batanghari, Kab. Muaro Jambi, Kab.Tanjung Jabung Timur, Kab. Tanjung Jabung Barat dan Kab Tebo.

“Semua kabupaten di Provinsi Jambi sudah berkomitmen untuk mewujudkan universal access, hal itu ditandai dengan dilaksanakan Program Pamsimas pada 144 desa di tahun 2017 dan pada tahun 2018 direncanakan pada sebanyak 172 Desa. Kemudian semua kabupaten penerima Program Pamsimas telah menyusun RAD AMPL sebagai bentuk komitmen dalam dukungan program dan pendanaan. Didalam Dokumen RAD AMPL yg disusun juga termuat Program dan Kegiatan Pemerintah Daerah dalam penanganan Stunting. Selain itu sumber pendanaan pencapaian 100-0-100 serta penanganan Stunting tidak saja bersumber dari APBN dan APBD tapi juga dari Dana Desa melalui APBDes dan CSR. Untuk Tahun 2019 seluruh Desa Pasca Pamsimas di Propinsi Jambi diusulkan dalam DAK Penugasan Air Minum, agar pencapaian 100 0 100 segera terwujud” Demikian disampaikan Deddy Eka Putra dengan penuh semangat.

Setelah paparan materi disampaikan dilanjutkan dengan diskusi, peserta sangat antusias untuk bertanya. Pertanyaan yang disampaikan kepada Meding juga berasal dari kementerian, kenapa 10 desa di Kabupaten Kerinci menerima program desa Stunting. Kemudian ada juga pertanyaan dari Kabupaten Merangin terkait dengan Kick Up Pamsimas. Semua pertanyaan dijawab dengan gamblang oleh Meding dan dibantu oleh Deddy Eka Putra terkait pertanyaan peran Pemerintah Daerah dalam program AMPL dan penanganan Stunting terutama dalam hal pendanaan. (Rahmat Tk Sulaiman, TA CD CB, Deddy Eka Putra, TA LGS ROMS 3 Jambi;Deddy S-WDA NMC)


Tidak disertai video terkait.