top banner
  I  

Selasa - 14 Desember 2010 07:49:48 WIB

Program PAMSIMAS Mengubah Desa Cibeusi

Best Practice
Administrator | dibaca: 50872 pembaca
Kondisi Desa Cibeusi berubah setelah program PAMSIMAS hadir pada 2009. 
Desa Cibeusi merupakan desa penerima program PAMSIMAS TA 2009 berada di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Desa ini terbagi atas 7 RW dan 20 RT yang dihuni 2674 jiwa atau 916 KK dengan klasifikasi masyarakat mampu 28 KK (3,06%), menengah 640 KK (69,87%) dan masyarakat miskin 248 KK (27,07%).
 
ksSebelum mendapatkan Program PAMSIMAS (Penyediaan Sarana Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) sarana air bersih di Desa Cibeusi yang berupa pipa-pipa atau selang kecil dari sumber mata air dan sumur gali hanya mencapai 19,98%. Itupun kuantitas airnya sangat terbatas dan tempat pengambilan air yang digunakan kondisinya tidak tertutup sehingga rentan terkontaminasi air kotor di musim hujan dan sampah di musim kemarau
 
Selain itu kesadaran berperilaku hidup bersih dan sehatnya di desa ini masih rendah. Dari 916 KK hanya 367 KK atau 40,07% yang memiliki sarana sanitasi. 
 
ks1Tetapi setelah Program PAMSIMAS datang, yang direncanakan dan dilaksanakan oleh masyarakat, dengan biaya berkisar Rp 275 juta. Dengan rincian Rp 192.500.000,- dari APBN, Rp 27.500.000,- dari dana APBD serta masyarakat Rp 55 juta yang dikelola langsung masyarakat, membuat keadaan di Desa Cibeusi berubah. Kegiatan Program PAMSIMAS yang dilaksanakan itu sendiri berupa pembuatan bangunan penangkap mata air, dilengkapi dengan pipa transmisi ke bangunan penampung air dan dialirkan melalui pipa distribusi ke kran umum yang dibuat sebanyak 7 unit.
 
Selain itu juga di sekolah, SDN Marga Asih dibuat sarana sanitasi berupa 2 unit jamban dan 2 unit tempat cuci tangan, masyarakat desa dan masyarakat sekolah pun diberikan kesadaran pentingnya BAB di tempat tertutup dan pengetahuan tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) oleh para peduli kesehatan (sanitarian, kader kesehatan desa dan lainnya).
 
ks2Dengan semangat bersama dan dukungan berbagai pihak, sarana air minum kini telah termanfaatkan oleh 500 KK melalui sambungan perpipaan dari sumber Mata Air Cipangulaan dan 233 KK masih menggunakan kran umum yang terbangun. Menurut Atang selaku Ketua “BPS Cipangulaan” setiap biaya pemasangan adalah Rp 25 ribu/KK dan biaya material pipa dan aksesorisnya menjadi beban pemanfaat dengan iuran sebesar Rp 3 ribu/ bulan/KK. Sedangkan pengelola sebanyak 6 orang telah menerima honor sebesar Rp 100 ribu /orang setiap bulannya.
 
“Yang menjadi pekerjaan BPS Cipangulaan selanjutnya adalah menyediakan meteran air untuk sambungan KK karena pemanfaat belum semuanya menggunakan meteran air,” tutur Atang.
 
Dari terpenuhinya kebutuhan air bersih ini berbuah dengan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat Desa Cibeusi..esa Cibeusi juga telah berhasil terbebas dari BAB (Buang Air Besar) sembarangan dan membiasakan diri untuk cuci tangan sebelum dan sesudah makan. (Ratna Suminar WSE- DMAC Kab Subang;Rita)

Tidak disertai video terkait.