top banner
  I  

Senin - 23 April 2018 11:45:47 WIB

PAMSIMAS Itu Hebat, Kecil Uangnya, Besar Manfaatnya

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 1138 pembaca

Tanjabbar, Jambi - Pamsimas itu hebat. Itulah penggalan kata kunci dari Kepala Bappeda Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Provinsi Jambi Firdaus Khatab  saat memberikan sambutan pada pembukaan Sosialisasi Pamsimas III Tingkat Kabupaten Tahun Anggaran 2019, Kamis (19/4/2019).  Sosialisasi dilaksanakan di aula Kantor Bappeda Tanjabbar dan diikuti oleh perwakilan OPD terkait, Camat, seluruh kepala desa yang sudah menerima Pamsimas tahun 2017 dan calon desa penerima Pamsimas tahun 2019.

Dalam sambutannya, Firdaus Khatab menyebutkan Pamsimas itu hebat, karena menurutnya Pamsimas itu sangat besar manfaatnya. Pernyataan itu didengarnya langsung dari masyarakat penerima manfaat Pamsimas. Meskipun Kabupaten Tanjung Jabung Barat baru menerima Program Pamsimas III pada tahun 2016 dan dilaksanakan pada tahun 2017, tetapi manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat.   “Pamsimas itu, kecil uangnya, besar manfaatnya. Sebab uangnya tidaklah sebesar proyek-proyek lainnya.  Pamsimas itu dikerjakan oleh masyarakat penerima manfaatnya, kemudian manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, yaitu dapatkmeningkatkan akses aman air minum  dan sanitasi layak secara berkelanjutan, meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, menurunkan kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan menurunkan angka penyakit,” ujarnya dengan suara lantang dan bersemangat.

Firdaus menceritakan, bahwa air bersih dan listrik sudah menjadi impian lama dari masyarakat. Sekarang Tanjabbar sudah terang di malam hari karena sudah dialiri listrik, namun soal air bersih, apalagi air minum, inilah yang menjadi impian masyarakat. Pemerintah kabupaten baru bisa fokus ke pusat kota, dengan hadirnya Pamsimas bisa memenuhi kebutuhan air minum masyarakat di pedesaan. Banyak warga kami yang hidup dengan air berlimpah, tapi dengan air laut. Banyak program yang sudah terbangun selama ini, tapi tidak berlangsung lama, yang kemudian menjadi monumen.

“Saya minta seluruh kepala desa dan pihak terkait lainnya, jangan memandang rendah dan remeh terhadap Pamsimas, jangan dilihat besaran angkanya, tapi lihat besaran manfaatnya, karena Pamsimas adalah solusi. Seluruh Kepala Desa termasuk Camat harus serius mengawal program Pamsimas ini, lengkapi administrasinya, ikuti dan jalankan prosesnya, Insya Allah akan berhasil” harap Firdaus.

Tampil sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Rahmat Tk Sulaiman, TA CD CB ROMS3 Provinsi Jambi, Ketua Pakem Pamsimas Kab. Tanjabbar Cipto H Siregar, Koorprov STBM Prov Jambi Rini Wulandari, DC Pamsima Tanjabbar Putri Dwi Riana Effendi. Kemudian dilanjutkan dengan testimoni dan succes story dari penerima Pamsimas tahun 2017 disampaikan Bilal, Ketua Satlak Desa Purwodadi, Kepala Desa Harapan Jaya, dilanjutkan  Camat Seberang Kota.

Ditampilkannya pelaku penerima Pamsimas desa 2017 pada kegiatan sosialisasi Pamsimas pada desa tahun 2019 dari unsur Satlak, kepala desa dan camat untuk memberikan kesaksian dan menceritakan apa yang sudah dilakukan, apa hasil yang dirasakan, dan kendala yang dihadapi, serta solusi yang ditawarkan. Semua itu dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan pada pelaksanaan desa 2018 dan 2019. Di akhir acara dilanjutkan dengan tanya jawab dalam suasana yang hangat.

Di tempat terpisah, ketua DPMU Pamsimas Tanjabbar Syafrun, ST saat silaturahim dan ditemui TA CD CB ROMS3 Jambi mengungkapkan keprihatinnya soal rendahnya rasa memiliki masyarakat terhadap sarana yang sudah dibangun pemerintah untuk masyarakat itu sendiri bahkan memperbaiki yang rusak kecil di depan rumahnya tidak mau. Sepertinya merasa rugi jika ikut berpartisipasi memperbaiki yang rusak. Semua hanya disandarkan kepada pemerintah.

"Contoh jalan yang berlubang kecil di depan rumahnya, banyak yang cuek dan tidak mau berpartisipasi memperbaiki, malah justru lebih suka mengambil fotonya dan bangga memposting melalui media sosial. Kemudian jika ada yang terjatuh karena jalan yang berlubang tersebut, pemerintah selalu disalahkan, padahal itu akibat ketidakpedulian terhadap jalan yang awalnya rusak kecil tidak ditimbun atau diperbaiki. Untuk kontrol sosial itu bagus, tapi untuk kepedulian menjadi rapuh," ujar Syafrun dengan sedih menyampaikan keprihatinannya. 

Menyikapi hal demikian, dengan semakin menipisnya semangat kolektifitas dan kebersamaan masyarakat serta mulai pudarnya tradisi gotong royong di tengah-tengah masyarakat,  Pamsimas memberikan pembelajaran melalui mekanisme pengumpulan kontribusi masyarakat secara in-cash dan in-kind.  Kontribusi masyarakat tersebut menjadi keharusan bagi desa yang mengikuti program Pamsimas.  Syafrun menilai hal tersebut bisa menjadi titik terang untuk menumbuhkan kembali rasa memiliki, semangat gotong royong dan musyawarah dalam pengambilan keputusan. Tradisi gotong royong dan musyawarah adalah warisan leluhur nusantara.  "Meskipun masih ada kendala dalam mobilisasi in-cash dan in-kind di lapangan, setidaknya proses untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, rasa memiliki melalui kontribusi masyarakat dalam bentuk uang dan tenaga kerja ditunjukkan dalam membangun sarana.   Tentu nilai ini harus ditularkan di tengah-tengah masyarakat, sehingga setiap sarana yang dibangun tidak menjadi monumen  nantinya" tambahnya dengan optimis.

Kabid Pemdes Dinas PMD Tanjabbar Agoes Mamun yang ditemui setelah kegiatan sosialisasi menjelaskan sumber pendanaan kegiatan Pamsimas yang dibedakan antara Desa APBN dengan Desa APBD.  Untuk Desa APBN 70% dananya bersumber dari APBN dan 20% bersumber dari kontribusi masyarakat.  Sedangkan untuk Desa APBD, 70% dananya bersumber dari APBD dan 20% bersumber dari kontribusi masyarakat. Kemudian ditambahkan dengan kontribusi dari Desa melalui APBDesa minimal sebesar 10% untuk fisik atau non fisik. 

Agoes mendukung penuh pelaksanaan program Pamsimas sebagai bagian solusi dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.  “Dana desa memang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.  Jika ada program yang mengarah ke situ, maka dana desa bisa digunakan untuk itu. Jika desa membutuhkan Pamsimas, kemudian diusulkan dana pendukungnya dari dana desa, maka kami bisa mengawalnya. Meskipun Pamsimas pakai istilah minimal 10% dari RKM. Kami tidak mengenal batasan persentase itu," ujarnya menanggapi persyaratan dukungan minimal 10% dari dana desa.

Lebih lanjut Agoes menuturkan bahwa sepanjang masyarakatnya membutuhkan, kemudian kepala desa mengusulkan melalui dana desa dan dilegalkan di APBDes, maka Dinas PMD akan  akan melakukan pengawalan. 

Sementara itu Kabid bidang pemberdayaan melalui kasinya, Defrian menyampaikan akan mendukung keberlanjutan melalui kegiatan penguatan kelembagaan, seperti pelatihan BP-SPAMS.  BP-SPAMS yang memiliki kinerja baik akan diganjar dengan BP-SPAMS Award.  Untyk itu diperlukan surat dari pusat yang menyatakan bahwa kegiatan tersebut dianggarkan melalui APBD.  “Jika ada surat yang mendasari penganggaran itu, kami bisa saja menganggarkan sesuai dengan kondisi keuangan kami. Sebab jika tidak ada surat sebagai dasar, agak sulit kami berargumentasi dengan tim anggaran termasuk juga DPRD.  Sebab prioritas dan kepentingan dalam anggaran, apalagi kita akan fokuskan sesuai dengan RPJMD dan Renstra Kabupaten Tanjabbar,” sebutnya menjelaskan. 

OPD terkait yang mengurusi layanan air minum dan sanitasi di Kabupaten Tanjabbar berkomitmen menyukseskan Program Pamsimas untuk mewujudkan target Universal Access. Sebab air adalah sumber kehidupan, apalagi air minum adalah untuk hidup yang lebih baik dan sejahtera. Semoga!. (Rahmat Tk Sulaiman-TA CD CB ROMS 3 Jambi/Hartono Karyatin-Advocacy & Media Sp. NMC)


Tidak disertai video terkait.