top banner
  I  

Senin - 20 Juni 2011 05:49:36 WIB

BP SPAMS Jaya Mandiri Sukses Mengelola Sarana dari PAMSIMAS

Best Practice
Administrator | dibaca: 59452 pembaca
Keberadaan Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BP SPAMS) adalah sangat penting, pasca pelaksanaan kegiatan atau pembangunan sarana air minum dan sanitasi dari program PAMSIMAS. BP SPAMS ini diharapkan bisa menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dalam mengelola sarana yang telah dibangun dan bahkan mengembangkannya, hingga warga sekitar bisa menikmati air bersih dan sanitasi semua.
bpspams jayamandiri
Bila BP SPAMS ini mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, yaitu antara lain, menerapkan tarif air minum yang terjangkau dengan pembukuan keuangan yang baik, serta menjalankan tata kelola organisasi secara konsisten, maka akan dipertimbangkan untuk mendapatkan dana Hibah Insentif Desa (HID).

Dibentuk pada 2009 ketika program PAMSIMAS hadir di Desa Randumukti Wareng, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, BP SPAM Jaya Mandiri memulai kegiatannya begitu tongkat estafet untuk pengelolaan dan pengawasan sarana yang telah terbangun dipegang.

Kiprahnya selama 2 tahun ini perlu dijadikan contoh bagi BP SPAM desa lainnya dalam mengelola, sarana air minum dan sanitasi program PAMSIMAS. Salah satu contohnya adalah menerapkan aturan-aturan serta pola kemitraan dalam mengelola sarana yang telah terbangun. Seperti, bila pembayaran terlambat yaitu melebihi tanggal 10 setiap bulannya, maka dikenakan tambahan denda sebesar sebesar dua ribu lima ratus rupiah.

Karena sumber kehidupan BPS adalah pendapatan yang diperoleh dari iuran penggunaan air. Pada umumnya perhitungan tarif air sampai saat ini masih di bawah standard. Dalam perhitungan belum dimasukkan biaya penyusutan, terutama penyusutan untuk pembelian pompa submersible yang nilainya cukup besar. Dengan demikian harga air per meter kubiknya  menjadi murah.

Kondisi ini menyebabkan pendapatan BPS rendah sehingga bila kondisi ini berlangsung terus menerus, maka bila pada suatu saat ada kerusakan, terutama kerusakan pompa, maka tidak ada biaya untuk membeli atau memperbaiki.

Namun itu tidak terjadi di BP SPAMS Jaya Mandiri. Karena sosialisasi yang terus menerus dilakukan untuk menyadarkan masyarakat pengguna, agar mereka bersedia menerima tarif yang telah disepakati. Karena itu tidak heran masyarakat Desa Randumukti tidak keberatan dengan tarif yang diberlakukan dan mereka disiplin membayar.

Selain itu, BP SPAM Jaya Mandiri juga menggandeng pihak ketiga dalam upaya mempercepat peningkatan pelayanan. Dan pihak ketiga yang digandeng BP SPAM Jaya Mandiri adalah salah satu bank perkreditan swasta. Dalam kerjasama ini, pihak bank memberikan pinjaman sebesar Rp 5,4 juta untuk pemasangan 9 unit SR. Kemudian bagi masyarakat sebagai konsumen berminat, dapat mengangsur selama 10 bulan melalui BP SPAM.

Hal ini dirasa cukup efektif dan lebih murah dibanding bila BP SPAM memasang dengan biaya sendiri, dimana calon konsumen harus mengangsur selama 3 bulan. Ini jelas memberatkan konsumen.

Berkat penerapan aturan dan disiplin mematuhi aturan yang telah disepakati itu, BP SPAM Jaya Mandiri ini berhak mendapatkan hibah insentif desa karena memiliki kinerja yang baik. Di BP SPAM ini, setiap bulan ada peningkatan pendapatan dan posisi saldo sampai dengan akhir Maret 2011 sebesar Rp 40 juta. Sementara dari sisi sanitasi ada peningkatan jumlah anggota masyarakat yang mempunyai akses ke jamban yang sehat atau penambahan pembuatan jamban sehat. Sampai Maret 2011 ini, sudah terpasang 198 SR dimana satu rumahnya ada yang ditempati 2 KK bahkan 3 KK. Padahal waktu Maret 2009 lalu baru 25 SR yang terpasang. Ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap penyediaan air bersih.

bpspams jayamandiri 1Sementara, di samping sudah terpasang sambungan rumah, di desa ini juga sudah terpasang 9 Kran Umum yang bisa melayani 135 KK karena satu KU biasanya dipakai untuk 10 rumah. Jadi tidak dipungkiri pada 2011 ini, mereka berhak memperoleh hibah insentif desa sebesar Rp 200 juta  untuk peningkatan pelayanan.

Alhamdulilah tahun ini kita dapat HID Rp 200 juta,  tutur Nurkholis, Ketua BP SPAM Jaya Mandiri.

Nurkholis juga mengatakan, ketika ada keuntungan, BP SPAM pun melakukan pembagian yang cukup adil yang bisa dikatakan mereka telah melakukan CSR pada skup yang kecil namun memiliki makna yang besar. Yaitu 40% untuk cadangan (pemeliharaan), 20% untuk kontribusi desa, 15% untuk pengelola, 15% untuk kegiatan sosial, 10% untuk  dana pendidikan.

Pak Rusadi, Kepala Desa Randumukti, yang merupakan pembina BP SPAM turut aktif mengikuti perkembangan BP SPAM, ia mendukung kepengurusan dan menggerakan anggota masyarakat desa dalam melaksanakan aturan yang telah ditetapkan BP SPAM.

Misalnya dengan kewenangannya mengajak anggota masyarakat untuk melakukan kerja bakti pemeliharaan prasarana. Atau bila ada masyarakat yang langsung datang mengadu atau menyampaikan keluhannya lewat short message service (SMS) misalnya,  airnya keruh. Nah keluhan tersebut diteruskan ke BP SPAM, untuk selanjutnya BP SPAM menindaklanjutinya.

Hal ini juga secara langsung membuat BP SPAM menjadi dinamis, terlihat ada peningkatan pendapatan karena ada peningkatan jumlah pelanggan. Seperti yang terjadi pada BP SPAM Jaya Mandiri ini, disaat ada kenaikan pendapatan pada periode waktu tertentu, BP SPAM dapat mengalokasikan anggarannya untuk pengembangan jaringannnya, seperti membeli pipa dan meteran untuk melayani pemasangan sambungan rumah yang baru.

Saya mendukung sekali kegiatan BP SPAM agar ke depan menjadi  lebih baik, tukasnya.

Nurkholis berharap, semua warga bisa terlayani. Karena itu dengan adanya Hibah Insentif Desa ini,  diharapkan dapat menambah jumlah Sambungan Rumah sebanyak 150 SR. (Rinto Handoyo - Asisten Trainer Jateng 2; Rita)


Tidak disertai video terkait.