top banner
  I  

Jum'at - 27 April 2018 10:46:42 WIB

Melalui Workshop, Kinerja BP-SPAMS Akan Meningkat

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 540 pembaca

Kota Gorontalo, Gorontalo - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Gorontalo bertempat di Hotel New Rachmat menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kapasitas Kinerja Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BPSPAMS) Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun Anggaran 2018. Kegiatan berlangsung selama 4 (empat) hari, yaitu dimulai pada tanggal 17 April 2018 sampai dengan 20 April 2018.

Workshop dihadiri oleh 5 (lima) kabupaten di Provinsi Gorontalo, yaitu Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara, Pohuwato, Boalemo dan Bone Bolango yang terdiri dari unsur Dinas PMD Kabupaten 5 orang, Ketua Assosiasi BPSPAMS Kabupaten 5 orang, Kepala Desa 15 orang dan Ketua BP-SPAMS 15 orang dengan total peserta berjumlah 40 orang.

Pada kesempatan pembukaan workshop, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Gorontalo Drs. Slamet Bakri, M.Sc. yang didampingi oleh Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Debby Habibie, S.E., M.Si. dan Provincial Coordinator ROMS 14 Gorontalo, Syukri, menyampaikan bahwa berbicara mengenai air minum yang merupakan kebutuhan dasar makhluk hidup. Bagaimana kita mau berbicara mengenai kesejahteraan jika air minum saja tidak tersedia secara memadai.

Selanjutnya Slamet Bakri kemukakan bahwa program air minum dan sanitasi dari Pamsimas sudah dimulai sejak Tahun 2008 – 2012 (Pamsimas I), Tahun 2013 – 2015 (Pamsimas II) dan Tahun 2016 – 2019 (Pamsimas III). Dari data yang ada, keberfungsian sarana air minum di Provinsi Gorontalo banyak yang belum berfungsi secara optimal, sehingga dalam kegiatan ini diharapkan agar kita dapat bersama-sama mencari permasalahan yang terjadi di desa dan mencarikan solusi terbaik, agar sarana yang ada dapat berfungsi kembali.

Ada beberapa desa yang sudah mengelola sarana air minumnya dengan cukup baik sehingga pengalaman tersebut dapat dibagikan kepada desa-desa yang pengelolaannya belum optimal baik terkait keberfungsian sarananya maupun iurannya. Beliau menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan ini selain untuk meningkatkan kinerja badan pengelola juga meningkatkan masyarakat mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini terkait juga dengan stunting yang salah satu penyebabnya adalah dari air minum dan sanitasi serta gizi buruk.

Hal lain yang juga disampaikannya adalah apabila ada persoalan atau permasalahan di desa, maka usulkan ke kabupaten bahkan ke provinsi atau paling tidak dapat menggunakan dana desa sesuai Permendes No. 19 Tahun 2017, bahwa kegiatan prioritas bidang pembangunan desa dapat membiayai air bersih berskala desa.

Selanjutnya sarana yang terbangun dapat didistribusikan ke rumah-rumah penduduk (Sambungan Rumah) dengan menggunakan dana desa. “Ketika pada zaman Nabi, yaitu terbentuknya Kota Mekkah diawali dari adanya sumber air yang bernama zam-zam. Nah!  Bagaimana di daerah kita bisa juga dikembangkan sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat tercukupi dan terpenuhi, yaitu dengan mengembangkan sarana air minum yang sudah terbangun secara bersama-sama”, ujar beliau.

Selain itu Slamet Bakri mengungkapkan bahwa menurut Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo ada 2 hal yang diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan, yaitu 3 K dan 4 CT. 3K adalah Konsultasi, Koordinasi, Komunikasi dan 4 CT adalah Cepat Temu, Cepat Tindak, Cepat Tanggap, Cepat Tuntas. Jika kedua rumusan ini dilaksanakan dengan baik maka persoalan atau permasalahan yang terjadi diharapkan dapat diselesaikan dengan baik.

Di penghujung acara beliau berpesan bahwa kita juga harus konsisten, tetapi konsisten itu tidak mudah, sehingga dibutuhkan komitmen pada setiap diri kita untuk meningkatkan kapasitas kinerja.  (Darwisaliebhy & Irhasana ROMS 14 Prov Gorontalo;Deddy S-WDA NMC)


Tidak disertai video terkait.