top banner
  I  

Kamis - 23 Juni 2011 04:04:52 WIB

Desa Gamsungi, Desa ODF Pertama Di Kabupaten Halmahera

Best Practice
Administrator | dibaca: 51171 pembaca
Deklarasi Open Defecation Free (ODF) program PAMSIMAS Desa Gamsungi, Kecamatan Sahu Timur disaksikan langsung oleh Bupati Halmahera Barat Ir. Namto H. Roba dan menjadi desa ODF pertama di Kabupaten Halmahera Barat.

odf_halbarHamahera Barat - Kabupaten Halmahera Barat berada di Provinsi Maluku Utara dan berada di Pulau Halmahera. Secara administrative, Kabupaten Halmahera Barat dibagi atas 9 Kecamatan dan 146 desa. Dari 146 desa itu, yang mendapat bantuan untuk Program PAMSIMAS ada 9 desa pada tahun 2008, 14 desa pada 2009 dan 12 desa di 2010. Sementara di tahun 2011 ada 9 desa, 1 desa diantaranya adalah desa replikasi yang pembiayaannya langsung dari APBD.

Kehadiran program PAMSIMAS di Kab. Halmahera Barat ini memberikan dampak terhadap masyarakat Halmahera Barat. Dalam proses berjalannya program ini, terjadi peningkatan yang signifikan dari perilaku hidup bersih dan sehat.

Dalam kegiatan program PAMSIMAS Komponen B yang dilaksanakan di 15 Desa sasaran dan 14 Desa, melalui kegiatan pemicuan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), terjadi peningkatan cakupan yang mengakses jamban oleh masyarakat di desa sasaran,dari hanya 857 KK  (total 2.096 KK), sebelum intervensi, kini sudah mencapai 1769 KK atau 84,39%, KK yang mengakses jamban.

Sebelum pemicuan, penduduk yang akses jamban hanya  22 KK (42,30%)  dan setelah pemicuan akses penduduk terhadap jamban sebesar 100%. Perubahan perilaku masyarakat Desa Gamsungi ini menjadikan Desa Gamsungi sebagai desa ODF pertama di Kabupaten Halmahera Barat.

odf halbar-aBupati Halmahera Barat Ir. Namto H. Roba, dalam sambutannya saat acara deklarasi mengatakan, bahwa tingkat kesadaran berperilaku hidup bersih dan sehat yang dikembangkan dengan strategi yang dikenal dengan STBM, sebagai suatu metode pendekatan dengan memfasilitasi masyarakat lokal melalui proses membangkitkan (inspiring) dan memberdayakan (empowering).

Untuk menganalisis profil sanitasi mereka sendiri, meliputi luas buang air besar sembarangan, sebaran kontaminasi fekal-oral yang mempengaruhi dan mengganggu di masyarakat, menginisiasi aksi lokal kolektif untuk bebas dari buang air besar di sembarang tempat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Namto memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa Gamsungi yang telah mencapai Desa ODF. Ia berharap prestasi ini dipertahankan, apalagi didukung oleh peraturan desa, sehingga layak menjadi panutan semua desa yang ada di Kabupaten Halmahera Barat.

Pada tahun 2010 Stop BABS di Kabupaten Halmahera Barat meningkat secara signifikan, akses awal atau sebelum pemicuan dilaksanakan masyarakat yang stop BABS sebesar 4210 jiwa dari 9470 jiwa (44,46%) penduduk yang ada di desa sasaran program 14 desa Tahun 2009, dan setelah dilakukan pemicuan meningkat menjadi 7.873 jiwa, yang akses buang air besar ke jamban atau dengan cakupan 83,14%.

Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa di kabupaten Halmahera Barat sasaran desa program PAMSIMAS tahun 2009 telah mencapai target nasional 80 % desa Stop BABs, telah terjadi perubahan kebiasaan penduduk dari buang air besar sembarangan tempat ke tempat yang terfokus (Jamban).

odf halbar-bDi Desa Gamsungi sendiri, sebelum dilakukan pemicuan, masyarakat yang BABs mencapai 110 jiwa dari 321 jiwa (34,26%). Namun setelah dilakukan pemicuan secara berulang-ulang, semua stakeholder yang terlibat, terdapat 321 jiwa dari 321 jiwa yang terakses penggunaan jamban dengan cakupan 100%.

Kegiatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Kabupaten Halmahera Barat pada 2010 telah dilakukan Monitoring implementasi pelaksanaan kegiatan CTPS dilaksanakan di 14 sekolah dasar lokasi PAMSIMAS dengan jumlah 1605 siswa, dan jumlah siswa yang mengakses sarana cuci tangan adalah 606 (80,90%), sedangkan Monitoring Implementasi CTPS di masyarakat sebelum dilakukan promosi kesehatan terdapat 727 KK (34,68%) dari 2096 yang belum mencuci tangan pakai sabun. Setelah dilakukan promosi kesehatan di masyarakat terdapat 1751 KK (83,54%) dari 2096 yang mencuci tangan pakai sabun.

Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat sudah ada peningkatan secara signifikan, di Desa Gamsungi sebelum masuknya program PAMSIMAS masyarakat yang belum mencuci tangan pakai sabun di air yang mengalir masih 18 KK (34,61%) dari 52 KK. akan tetapi pada saat masuknya Program PAMSIMAS dilakukan beberapa kali penyuluhan kesehatan/kampanye CTPS dan penerapan pola hidup bersih dan sehat terdapat 321 KK dari 321 KK masyarakat sudah mengadopsi cuci tangan pakai sabun.

Tidak heran, Desa Gamsungi pun layak mendapatkan predikat Desa ODF dan yang pertama di Kabupaten Halmahera. (Andi Irfanji - HHS DMAC Kab. Halmahera Barat;Rita)


Tidak disertai video terkait.