top banner
  I  

Jum'at - 11 Mei 2018 11:24:26 WIB

Sosialisasi Pamsimas III Kabupaten Gianyar Provinsi Bali

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 337 pembaca

“Buruknya sanitasi lingkungan dan rendahnya akses terhadap sarana air minum dan sanitasi merupakan salah satu penyebab stunting. Dampak stunting akan dirasakan di masa depan.”

 

Gianyar, Bali - Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua PPMU Provinsi Bali Ir. I Nyoman Sumerta, M.T. dalam acara Sosialisasi Program Pamsimas III Kabupaten Gianyar. Ketua PPMU Provinsi Bali juga menjelaskan bahwa cakupan layanan air minum di Provinsi Bali baru mencapai 72,04 % di tahun 2017, dan tiap tahunnya mengalami kenaikan sekitar 1 - 2 %. Lebih lanjut, Ketua PPMU juga menyampaikan bahwa Kabupaten Gianyar menjadi salah satu lokasi program nasional penanganan stunting, dan mengajak semua pihak di Kabupaten Gianyar dan Provinsi Bali untuk bekerjasama menangani kasus stunting, sesuai dengan bidang masing-masing.  

Sosialisasi Program Pamsimas III Kabupaten Gianyar dilaksanakan pada Jumat, 4 Mei 2018, bertempat di Ruang Rapat Bappeda dan Litbang Kabupaten Gianyar, bertujuan untuk menjaring minat desa yang akan mengikuti Program Pamsimas Tahun 2019. Peserta yang diundang adalah unsur pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar, Camat, Perbekel/Kepala Desa dari 49 Desa, Sanitarian Puskesmas, PPMU Provinsi Bali, Satker PSPAM Provinsi Bali, Tim ROMS-10 Provinsi Bali dan Kabupaten Gianyar  dan seluruh fasilitator pendamping Kabupaten Gianyar.

Narasumber utama dalam acara kegiatan sosialisasi Pamsimas III adalah Ketua Pakem Program Pamsimas III Kabupaten Gianyar  I Gst Ngurah Putu Ariana, Ketua Provincial Project Management Unit (PPMU) Provinsi Bali, Ir. I Nyoman Sumerta, M.T. serta PC ROMS 10 Bali Effendi Tahir.

Acara Sosialisasi dibuka oleh Kepala Sub Bidang Pengendalian dan Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah Bappeda dan Litbang Kabupaten Gianyar I Gst Ngurah Putu Ariana, S.Sos, M.T., mewakili Kepala Bappeda dan Litbang. Dalam sambutannnya, Kepala Bappeda dan Litbang mengharapkan masyarakat dan pemerintahan desa menyambut baik dan mengajukan minat untuk mengikuti Program Pamsimas. Program ini sangat dibutuhkan karena masih banyak desa di Kabupaten Gianyar yang masyarakatnya belum mengakses air minum yang aman dan sanitasi yang layak.

Provincial Coordinator (PC) ROMS 10 Provinsi Bali. Effendi menjelaskan bahwa Kabupaten Gianyar menjadi peserta Program Pamsimas sejak tahun 2016, dilaksanakan di  15 Desa, dengan perincian 12 Desa dibiayai melalui APBN TA 2017 dan 3 desa lainnya melalui APBD TA 2017. Semua desa ini sudah menyelesaikan pembangunan fisik dan sudah diserahterimakan. Pada tahun anggaran 2018, pembangunan sarana akan dilaksanakan di 14 Desa, 11 Desa dibiayai melalui APBN dan 3 Desa melalui APBD Kabupaten Gianyar. Pelaksanaan kegiatan fisik tahun anggaran 2018 akan di laksanakan awal Juni 2018.

Effendi menjelaskan manfaat yang akan diterima oleh desa peserta Pamsimas. Selain pembangunan sarana air minum, desa juga akan memiliki Perencanaan Jangka Menengah untuk program pembangunan Air Minum, Kesehatan dan Sanitasi (PJM ProAKSI), RKM 100% dan peluang pendanaan lain pembangunan sarana air minum dan sanitasi di desa. 

Penjelasan tentang program Pamsimas dan kriteria  desa calon peserta Pamsimas disampaikan oleh Ketua Pakem Kabupaten Gianyar, I Gst Ngurah Putu Ariana, S.Sos, M.T. Sosialisasi ditingkat Kabupaten akan ditindaklanjuti dengan Sosialisasi ditingkat Desa. Seleksi  desa-desa lokasi Program Pamsimas III akan dilakukan oleh Tim Panitia Kemitraan (Pakem). Mengakhiri penjelasannya, Ketua Pakem meminta agar desa yang belum akses 100% air minum dan sanitasi untuk mengajukan peminatan menjadi peserta Program Pamsimas. Pemerintah Kabupaten akan mencarikan sumber dana lain misalnya melalui ADK maupun APBD jika tidak terpilih sebagai desa lokasi Pamsimas (Putu Adi-DFMA Gianyar; LGS dan CD-CB Bali;Deddy S-WDA NMC)


Tidak disertai video terkait.