top banner
  I  

Pelatihan Fasilitator Masyarakat Untuk Masyarakat

Berita Terbaru
Administrator |Rabu - 16 Mei 2018 16:05:26 WIB | dibaca: 278 pembaca

“Diharapkan agar tim fasilitator dapat mengelola emosi dan tetap solid dalam menjalankan tugasnya di desa, jangan terjadi perpecahan di antara sesama, karena semua itu tidak menghasilkan apa-apa kecuali hanya masalah saja yang akan menjadikan kita mundur beberapa langkah ke belakang.”

 

Ambon, Maluku - Kapasitas yang mumpuni bagi seorang fasilitator merupakan indikator penting yang dibutuhkan dalam Program Pamsimas, dikatakan demikian karena berhasil tidaknya pelaksanaan Program Pamsimas di desa setidaknya juga ditentukan oleh cara kerja fasilitator. Oleh karena itu kapasitasnya sebagai fasilitator  perlu senantiasa ditingkatkan. Untuk itulah pelatihan ini dilaksanakan dengan menghadirkan para pemandu pelatihan yang handal dari kalangan DC (District Coordinator) Kabupaten Provinsi Maluku 8 orang dan Maluku Utara 6 orang yang telah diberikan penguatan sebelumnya. Harapannya agar ilmu yang diperoleh fasilitator setelah pelatihan dapat digunakan untuk melaksanakan tugas pendampingan di masyarakat dengan baik. Hal ini disampaikan oleh Iwan, S.T., M.Eng. selaku PPK Program Pamsimas ROMS 17 Provinsi Maluku dalam sambuatannya pada acara Pembukaan Pelatihan Fasilitator Masyarakat (FM) Lama dan Baru Program Pamsimas III Tahun 2018 di Kota Ambon. Hadir dalam acara pembukaan tersebut antara lain dari unsur Kelompok Kerja (Pokja) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Dinas PU Provinsi Maluku, selain itu juga dihadiri unsur ROMS 17 Provinsi Maluku terdiri dari Provincial Coordinator, para Tenaga Ahli dan staf pendukung.  Jumlah fasilitator masyarakat yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 120 orang yang berasal dari Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Pelatihan ini sendiri dilaksanakan mulai tanggal 8 hingga 13 Mei 2018.

Selanjutnya, PPK kembali menegaskan bahwa pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan, di samping untuk meningkatkan kompetensi fasilitator dalam mengorganisir dan membangun kapasitas masyarakat dan unsur pemerintahan desa, juga agar dapat mengawal dan memfasilitasi penyelesaian berbagai masalah yang mungkin muncul berkaitan dengan pelaksanaan Program Pamsimas di desa sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Dikatakannya pula, Fasilitator merupakan ujung tombak keberhasilan program di desa. Kepentingan lain dari pelatihan ini adalah untuk melahirkan fasilitator yang mau bekerja  dalam tim work, diharapkan agar tim fasilitator dapat mengelola emosi dan  tetap solid dalam menjalankan tugasnya, jangan sampai terjadi perpecahan diantara sesama, karena semua itu tidak menghasilkan apa-apa kecuali hanya masalah yang akan menjadikan kemunduran beberapa langkah ke belakang. 

Perwakilan dari kementerian PUPR sekaligus sebagai panitia, Dwicahyono melaporkan bahwa pelatihan fasilitator masyarakat ini dilaksanakan karena adanya tantangan yang semakin sulit yakni, munculnya persoalan yang berkaitan dengan  cara  kerja pendampingan fasilitator di desa, serta adanya upaya dan target untuk mencapai akses air minum dan sanitasi lingkungan. Pelaksanaan pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan fasilitator lama dan memberikan penguatan kepada fasilitator baru sesuai dengan kerangka acuan.

Dalam laporannya, Dwicahyono mengingatkan agar setelah pelatihan, fasilitator tetap melakukan pengawalan terhadap hasil-hasil pembangunan dalam rangka pelaksanaan Pamsimas, salah satu di antaranya adalah pemeliharaan SPAM agar terus berfungsi, dan karena itu diharapkan agar pendampingan lebih baik dari sebelumnya. Dalam pelatihan ini ungkapnya, metodologi yang digunaan adalah metode partisipatif atau biasa juga disebut pendidikan orang dewasa. Pendekatan ini berbeda dengan motode pendidikan di sekolah, pendekatan ini memberikan kesempatan dan peluang yang luas bagi warga belajar untuk berperan serta atau berpartisipasi dalam proses belajar, agar semakin terbuka wawasan dan pola berfikirnya.

Pelatihan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk mengupgrade kapasitas pelaku di lapangan, agar semakin baik cara kerjanya dalam mengawal program di desa. Selain itu juga dimaksudkan agar kapasitas peserta pelatihan atau fasilitator lebih meningkat, terutama bagi mereka yang lemah daya. Lemah dalam melakukan pengawalan dan pendampingan di desa. Sementara itu tujuan dilaksanakannya Program Pamsimas adalah untuk mengakselerasi pembangunan pelayanan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat agar masyarakat terlayani hingga 100% pada tahun 2019. Tujuan ini tentu tidak muluk-muluk oleh karena upaya pemerintah untuk mencapainya cukup realistis. Baik hal itu dilaksanakan oleh Pamsimas, pihak swasta, lembaga social, maupun yang dilaksanakan oleh berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya. (Muhammad Rustam-LGS ROMS 17 Provinsi Maluku;Deddy S-WDA NMC).


Tidak disertai video terkait.