top banner
  I  

Rabu - 06 Juni 2018 11:45:36 WIB

Pelayanan Baik dan Kerjasama Menjadi Modal Keberhasilan BPSPAMS “Jaya Abadi”

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 187 pembaca

Kuningan, Jawa Barat - Air merupakan sumber kehidupan, namun air kotor bukanlah sumber kehidupan yang baik dan layak bagi manusia. Tak hanya bagi manusia, air bersih juga amat dibutuhkan oleh makhluk lain seperti tumbuhan dan hewan untuk kelangsungan hidupnya. Air yang tidak bersih dapat mempengaruhi kesehatan, keselamatan dan kualitas hidup anak-anak. Contohnya penyakit diare yang erat kaitannya dengan air bersih, sanitasi dan kebersihan lingkungan yang memadai.

Begitu juga di Desa Pancalang yang menjadi salah satu desa di Kecamatan Pancalang Kabupaten Kuningan. Pancalang berasal dari kata panca yaitu lima dan lang yaitu burung elang, konon dulunya desa ini banyak sekali burung elang yang berputar dan hinggap di pepohonan sehingga para sesepuh memberikan nama desa ini dengan nama Desa Pancalang. Bagi masyarakat Desa Pancalang, air merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi untuk minum, makan, mandi, cuci dan kebutuhan lainnya.  Masyarakat Desa Pancalang menggunakan sumber air sebagai air bakunya yang diperoleh dari mata air dari luar desa, dikarenakan di dalam desa Pancalang tidak terdapat sumber air.

Pada tahun 2015 Desa Pancalang merupakan salah satu desa yang mengajukan Program Pamsimas dan menjadi sasaran penerima Program Pamsimas pada tahun yang sama. Selama proses kegiatan Program Pamsimas, yang diawali dengan sosialisasi dan identifikasi permasalahan terkait air minum, sanitasi dan penyehatan lingkungan ditingkat basis sampai ke tingkat desa. Kemudian dilakukan perencanaan dengan pemilihan sumber air dari Mata Air yang berada diluar desa tepatnya di Desa Salaka Domas Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan.

Dari pelaksanaan Program Pamsimas Desa Pancalang berhasil membangun 3 unit broncapturing sebagai penangkap mata air dan Jaringan Perpipaan sepanjang 2.750 meter untuk mendukung sarana dan prasarana sarana air bersih, selain itu juga dibangun sarana cuci tangan di sekolah dasar pancalang sebanyak 6 unit.

Setelah pelaksanaan Pembangunan sarana dan prasarana yang di danai oleh APBN dan Kontribusi masyarakat melalui Program Pamsimas, sarana yang telah terbangun belum dapat dioperasionalkan, kendala utamanya adalah ketidakpercayaan masyarakat terhadap pengelolaan sarana sebelumnya.  Dengan semangat dan kerjasama antar pihak pengelola dalam hal ini BPSPAMS “Jaya Abadi” dan Pemerintah Desa yang bahu membahu membangkitkan kepercayaan masyarakat dengan mengoptimalkan sarana yang telah terbangun oleh Program Pamsimas serta dukungan dari Pemerintah daerah melalui bantuan kegiatan perpipaan serta dana APBDes untuk pengadaan meteran air.

Kepercayaan masyarakat mulai tumbuh, terbukti dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun dari pembentukannya BPSPAMS Jaya Abadi telah memasang sambungan rumah dengan menggunakan meteran air sebanyak 702 sambungan rumah dengan tarif air Rp.500/m³ secara progresif. Sampai dengan akhir bulan Desember 2017,  BPSPAMS menyimpan saldo sebesar Rp 23.607.200,- dana tersebut rencananya akan dipergunakan untuk menambah akses layanan pemanfaat  air minum sehingga pada akhir tahun 2018 seluruh rumah atau sekitar 870 KK yang ada di desa pancalang dapat menikmati Sambungan Rumah yang dikelola oleh BPSPAM Jaya Abadi. Semoga BPSPAM di Desa Pancalang ini terus jaya dan berkelanjutan sesuai dengan cita-cita yang dituangkan dalam nama organisasi BPSPAMS dan terwujudnya 100% Akses Air Minum & Sanitasi Masyarakat pada tahun 2018 di Desa Pancalang. (Tim Pamsimas Kuningan; Jawa Barat;Deddy S-WDA NMC)


Tidak disertai video terkait.