top banner
  I  

Kamis - 07 Juni 2018 12:31:05 WIB

Kalteng Lakukan Penguatan Kapasitas Fasilitator Program Pamsimas

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 186 pembaca

Palangka Raya, Kalteng – Untuk meningkatkan kualitas pendampingan program Pamsimas yang dilakukan oleh Tenaga Fasilitator, Pengelola Program Pamsimas Kalimantan Tengah menyelanggarakan kegiatan Pelatihan Fasilitator Masyarakat (FM) yang diikuti para tenaga Fasilitator se Kalimantan Tengah, di Palangka Raya (20-25 Mei 2018).  Pelatihan FM dibuka secara resmi oleh Kepala Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (Satker PS-PAM) Provinsi Kalimantan Tengah, Irbar P.Senobua, Minggu (20/05/2018).  

Dalam arahan dan sambutannya, Kasatker PS-PAM menyampaikan,  Akses Universal  air minum aman dan sanitasi layak yang ditargetkan akan dicapai pada tahun 2019 sehingga tinggal menyisakan waktu tidak lama lagi, mengingat saat ini akan memasuki pertengahan tahun 2018.  Untuk mempersiapkan dan mencapai target 2019 tersebut tersedia waktu beberapa bulan lagi.   Berbagai hal baik untuk mencapai target maupun keberlanjutan program harus dilakukan dengan cara bekerja keras secara maksimal pada tahun 2018 ini.

Irbar P.Senobua memberikan penekanan pada peran Fasilitator yang akan mendampingi masyarakat di lapangan baik pada saat persiapan, perencanaan dan pelaksanaan dan bahkan pada tahap pengelolaan keberlanjutan pasca program Pamsimas.  Pendampingan masyarakat beserta kelembagaan masyarakat seperti Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi  ( KP-SPAMS ) yang dilakukan oleh Tim Fasilitator sangat ditentukan pada tahun 2018 ini.  Oleh sebab itu pembekalan bagi Fasilitator Masyarakat (FM) secara optimal hanya akan dilaksanakan pada tahun 2018 ini.  Kegiatan  Pelatihan Fasilitator masyarakat program Pamsimas III ini menjadi sangat penting  karena ada beberapa hal penting yang akan disampaikan kepada Fasilitator Masyarakat, sehingga akan membantu mempercepat target pencapaian akses air minum dan sanitasi. Tahun 2019 adalah target universal akses air minum dan sanitasi, sehingga tidak akan ada desa-desa baru lagi. Oleh karena itu fokus Fasilitator Masyarakat selanjutnya adalah bagaimana melaksanakan dan menjamin keberlanjutan program. Pendampingan Fasilitator kepada KPSPAMS agar berkinerja baik sehingga jumlah desa merah dan kuning semakin berkurang. Fasilitator hendaknya dapat memastikan bahwa iuran mencukupi tidak hanya untuk operasional tetapi juga untuk pemeliharaan, dan pengembangan.   Jadi fokus pendampingan fasilitator pada keberlanjutan program.

Kasatker PS-PAM menegaskan, Program HKP (Hibah Khusus Pamsimas) mestinya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga sarana yang tidak berfungsi atau hanya berfungsi sebagian dapat diatasi. Selain itu adalah tantangan terhadap komitmen fasilitator dalam pendampingan masyarakat rentan seperti penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus, manula, perempuan dan masyarakat adat, agar menjadi perhatian untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses air minum dan sanitasi.

“Pelatihan ini harus mampu menghasilkan Tim Fasilitator yang dapat melaksanakan tugas pendampingan masyarakat secara lebih baik dibandingkan pelaksanaan Pamsimas tahun-tahun sebelumnya sesuai tujuan program Pamsimas,”.tutur Irbar P.Senobua menegaskan.

Sebagaimana  dilaporkan oleh Ketua Panitia, Sri Wahyuningsih, yang juga TA CD-CB Kalimantan Tengah, tujuan diselenggarakannya pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Fasilitator Masyarkat (Baru) agar mampu melaksanakan tugas pendampingan dengan lebih baik sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja dan Pedoman dan Petunjuk Teknis Pamsimas, terutama dalam mendukung pencapaian target akses air minum aman dan  sanitasi layak bagi seluruh warga masyarakat di desa-desa yang didampinginya.  Disamping itu, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Fasilitator Masyarakat (Lama) agar dapat meningkatkan kinerjanya secara lebih baik dengan belajar dari pengalaman pendampingan pada waktu sebelumnya, sehingga temuan BPKP dan Misi Bank Dunia semakin diperkecil jumlah dan kualitasnya. Pelatihan juga dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Fasilitator Masyarakat (Lama) agar mampu melaksanakan tugas pendampingan dengan lebih baik terutama dalam mendukung pencapaian target akses air minum aman dan sanitasi layak bagi seluruh warga masyarakat di desa-desa yang didampinginya khususnya dalam mendukung terwujudnya kolaborasi program dan pendanaan menjadi lebih optimal. Diharapkan ada peningkatan kemampuan Fasilitator  Masyarakat (Lama) agar dapat melakukan pendampingan kepada KP-SPAMS sehingga jumlah SPAMS yang tidak berfungsi dan berfungsi sebagian semakin berkurang.

Adapun Narasumber/Pemandu Pelatihan Fasilitator Masyarakat dalam pelatihan ini adalah Johan Kadafi dari National Management Consultant (NMC) Pamsimas III Pusat dan Tenaga Ahli ROMS  (Regional Oversight Management Service) Provinsi Kalimantan Tengah, serta para District Coordinator di Kalimantan Tengah.

Pelatihan ini diikuti oleh 78 orang yang merupakan Tenaga Fasilitator Masyarakat se-Kalimantan Tengah, yang berasal dari dari 9 kabupaten yaitu Kab. Kotawaringin Barat, Seruyan, Lamandau, Katingan, Gunung Mas, Kapuas, Barito Selatan, Barito Utara dan Barito Timur. (Sri Wahyuningsih-TA CD-CB Kalteng/Hartono Karyatin-Advocacy & Media Sp. NMC) 


Tidak disertai video terkait.