top banner
  I  

Selasa - 12 Juni 2018 12:44:39 WIB

NTT Bentuk Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan Tingkat Provinsi

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 234 pembaca

Kupang, NTT -  Untuk mewadahi dan sekaligus sebagai sarana komunikasi bagi para Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAMS) dibentuklah Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan Provinsi NTT pada awal Juni 2018.  Pembentukan Asosiasi di tingkat provinsi yang difasiltasi oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim) Provinsi NTT ini nantinya akan menaungi bagi 1.110 KP-SPAMS tingkat desa dan 17 Asosiasi Tingkat Kabupaten/Kota yang tersebar di 22 Kabupaten/Kota di wilayah NTT yang menjadi lokasi program PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat).  KP-SPAMS adalah kelembagaan di tingkat desa yang dibentuk oleh masyarakat untuk mengelola sistem penyediaan air minum yang sudah dibangun oleh PAMSIMAS. 

Rapat pembentukan Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan tingkat provinsi diawali dengan kegiatan sosialisasi guna menjelaskan betapa penting dan strategisnya kedudukan, peran  dan fungsi Asosiasi.  Saat ini di seluruh Indonesia telah terbentuk KP-SPAMS di tingkat desa lebih dari 16.000, 7 Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan tingkat provinsi (ditambah 1 dari NTT) dan 226 Asosiasi di tingkat Kabupaten, yang tersebar di 365 Kabupaten/Kota dari 33 provinsi.

Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM) Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Muhammad Sundoro, M.Eng, yang juga hadir pada kegiatan sosialisasi dan Rapat pembentukan Asosiasi, menyampaikan betapa pentingnya keberadaan KP-SPAMS dalam mengelola keberlanjutan sarana yang dibangun melalui program PAMSIMAS.  KP-SPAMS bertugas mengelola operasi dan pemeliharaan dari sistem penyediaan air minum yang sudah dibangun oleh PAMSIMAS.  “Mengingat tugas dan fungsinya yang strategis yaitu menjaga keberlanjutan hasil program, maka diperlukan kelembagaan yang kuat dan berkinerja baik,” tegas Sundoro.

Sementara itu Gubernur NTT Frans Lebu Raya yang hadir dan menyampaikan arahannya, sangat mendukung pembentukan Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan di tingkat provinsi.  Keberadaan asosiasi diharapkan dapat mempercepat pencapaian akses air minum aman dan sanitasi layak bagi masyarakat perdesaan dalam rangka mendukung Akses Universal air minum dan sanitasi. Gubernur meminta pengelola Asosiasi Provinsi untuk melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait lainnya dalam rangka penguatan kapasitas dan penguatan Asosiasi SPAMS Perdesaan tingkat Kabupaten/Kota, termasuk untuk perluasan jaringan akses air minum.  Dalam rangka percepatan pencapaian akses air minum di NTT, Gubernur  meminta agar para Kepala Dinas PMD Kabupaten membantu memfasilitasi dan melakukan kolaborasi dengan memberikan dukungan nyata melalui Dana Desa.

Menunjuk data BPS (2017),  untuk wlayah NTT cakupan pelayanan air minum tahun 2016 sebesar 65,20%, meningkat 5,16% dibandingkan tahun sebelumnya.  Sedangkan untuk sarana sanitasi cakupannya sebesar 45,31% yang meningkat sebesar 4,85% dibandingkan tahun 2015.  Sedangkan penanganan permukiman kumuh hanya dari sektor pengembangan kawasan permukiman dan program KOTAKU sebesar 33,12% dari total luasan kumuh di provinsi NTT.  Untuk mewujudkan Akses Universal yaitu pelayanan 100% akses air minum dan 100% akses sanitasi pada tahun 2019 nanti, maka provinsi NTT dengan segenap OPD dan para pemangku kepentingan lainnya, masih perlu bekerja keras untuk menutup gap tersebut.

Kegiatan sosialisasi dan sekaligus pembentukan Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan di tingkat provinsi, yang diadakan tanggal 5-7 Juni 2018 di Kupang - NTT,  difasilitasi oleh Dinas Perkim Provinsi NTT dan PPMU NTT selaku pengelola program PAMSIMAS di provinsi NTT.  Pada arahannya Kepala   Dinas Perkim Ir. Yulia Afra, MT mengingatkan perlunya melakukan penguatan pengelola SPAMS tingkat desa (KP-SPAMS), mengingat KP-SPAMS yang ada belum berjalan maksimal, antara lain karena belum terpadunya kegiatan penguatan kapasitas bagi Pengelola KP-SPAMS.  Hal yang sama juga terjadi pada Pengelola SPAMS Perdesaan yang ada di tingkat kabupaten/kota.  Kepala Dinas Perkim menekankan, peningkatan kualitas layanan air minum di perdesaan mutlak untuk ditingkatkan sehingga akses air minum aman dan sanitasi yang layak dapat diberikan sesuai standar layanan.  Belum terpadunya kegiatan termasuk dalam kegiatan penguatan kapasitas Asosiasi Pengelola SPAMS Kabupaten/Kota dan KP-SPAMS di tingkat desa menyebabkan peningkatan akses air minum dan sanitasi belum berjalan sesuai harapan.

Kegiatan sosialisasi dan pembentukan pengurus Asosiasi juga  dihadiri Dea Widyastuti perwakilan dari Bank Dunia  dan  perwakilan dari Departement of Foreign Affairs dan Trade (DFAT) dari Pemerintah Australia, serta Kepala Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) NTT.  Pemerintah provinsi NTT memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Bank Dunia dan Pemerintah Australia (DFAT) yang telah memberikan dukungan pada program air minum dan sanitasi khususnya di wilayah NTT.

Pada Musyawarah Daerah (MUSDA) Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan tingkat provinsi tersebut,  Sdr. Benyamin Y. Seubelan terpilih sebagai Ketua Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan Provinsi NTT.  Sebelumnya, Benyamin adalah Ketua Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan Kabupaten Kupang.  Benyamin akan memimpin Asosiasi tersebut selama tiga tahun ke depan (periode 2018 – 2021), dengan dibantu oleh Davis Loin (Wakil Ketua), Adrianus Tse (Sekretaris), dan Antonius C. Tae (Bendahara), serta sejumlah pengurus lainnya. Kepengurusan Asosiasi tingkat provinsi tersebut dikukuhkan oleh Kepala Dinas Perkim dan Kepala Dinas PMD Provinsi  NTT dan dibacakan oleh Gubernur NTT pada Penutupan Acara  (AT Pulungan -Advocacy & Media Ass. NMC & Herman Zogara – Co PC NTT/Hartono Karyatin-Advocacy & Media Sp. NMC)


Tidak disertai video terkait.