top banner
  I  

Selasa - 20 Maret 2012 06:54:42 WIB

Sri Fatonah Perempuan Tangguh dari Desa Tampang

Best Practice
Administrator | dibaca: 50817 pembaca
Di setiap kegiatan program PAMSIMAS, Sri Fatonah selalu hadir bahkan tidak segan-segan terjun langsung di masyarakat. 

kisah-sukses20032012Tala – Banyak hal yang bisa kita lakukan demi kesuksesan sebuah program untuk masyarakat. Masyarakat senang, kita pun senang. Hal ini tertanam dibenak seorang ibu rumah tangga bernama Sri Fatonah. Meski lahir dan dibesarkan di Bojonegoro, Jawa Tengah. Namun ia memutuskan mengabdi di tanah Kalimantan Selatan.

Ya, perempuan kelahiran 24 April 1960 ini, sejak menikah dengan Sutiyono, mereka kemudian hijrah ke Kalimantan pada 1979, dan akhirnya menetap di Desa Tampang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan sejak 1994.

Sri Fatonah hanyalah seorang perempuan biasa seperti kebanyakan ibu –ibu lainnya. Namun keaktifannya dalam banyak kegiatan di desanya, menjadikan ibu beranak empat ini sosok yang luar biasa. Tangguh, berpendirian kuat, dan penuh humor. Meski pendidikanya tidak sampai sarjana, namun partisipasi dan keaktifannya di setiap kegiatan di desa patut diacungi jempol. Mulai dari kegiatan kemasyarakatan, seperti pengajian, sampai kegiatan kesehatan dengan menjadi kader posyandu. Ia juga bahkan aktif dalam program pembangunan desa CERD dan LSPBM serta sebagai bendahara desa.

Saat program PAMSIMAS masuk ke Desa Tampang, ia termasuk salah satu warga yang menyambut sangat antusias. Buktinya, di semua kegiatan PAMSIMAS, ia tidak hanya hadir, tetapi juga turut berkonstribusi dalam pelaksanaan program PAMSIMAS.

kisah-sukses20032012-aMisalnya, ketika kesulitan pencarian data warga secara strata kesejahteraan, ada Sri Fatonah, masalah terselesaikan. Dengan tekun ia mengarsip semua data dan dokumen desa sejak dulu sampai sekarang. Sehingga memudahkan tim fasilitator mencari data warga, bahkan sampai data jumlah sumur dan wc pribadi.
 
Di lain kegiatan seperti transect walk, bersama fasilitator, ia tak kenal lelah menemani ke lokasi-lokasi warga yang tingkat kesejahteraannya di bawah rata-rata. Di sana bersama-sama mencari informasi tentang kemudahan dan kesulitan dalam air bersih dan sanitasi.
 
Di kegiatan CLTS, perempuan berusia 52 tahun ini juga aktif mendampingi fasilitator kesehatan bersama instansi puskesmas, melakukan penyuluhan kepada warga desa yang masih BAB sembarangan.

Keaktifan Sri Fatonah semakin menjadi setelah terpilih menjadi anggota LKM Amanah Desa Tampang beserta 6 warga lain. Tak kenal lelah, saat penyusunan PJM, Opsi dan RKM, ia memperjuangkan keinginan warga yang mengharapkan pembangunan sarana air bersih (sumur gali di RT 4) dan sanitasi di desa (bantuan WC pribadi) dan di sekolah (Sarana cuci tangan).
 
Dan apa yang diperjuangkannya terpenuhi, kecuali bantuan sarana sanitasi pribadi, karena memang program tidak mengarahkan sampai ke sana.
 
Namun karena penyediaan WC pribadi bagi yang belum punya WC tidak dibiayai oleh program PAMSIMAS, ia pun kemudian berinisiatif bersama anggota LKM dan satlak lain, berswadaya secara pribadi menyumbang kloset leher angsa kepada warga yang belum punya WC, dengan harapan kemudian mereka tergerak untuk membangun WC sendiri.

kisah-sukses20032012-bSofwan Koordinator LKM Amanah Desa Tampang, berujar, rasanya belum pernah ada suatu kegiatan di desa ini yang Ibu Sri tidak terlibat secara aktif. Mulai dari kegiatan Yasinan Ibu-ibu, kegiatan posyandu, LSPBM, PAMSIMAS sampai pemilihan Kepala Desa beliau selalu aktif terlibat.
 
Bahkan demi kelancaran pelaksanaan program PAMSIMAS tersebut, ia pun rela rumahnya sekretariat kegiatan. Seluruh ATK LKM, berkas, arsip dan segala kegiatan LKM dilaksanakan di rumahnya. Bahkan mulai dari rapat internal LKM, pembukuan LKM sampai penyuluhan kesehatan oleh fasilitator kesehatan dan instansi puskesmas juga dilakukan di situ.
 
Tidak hanya itu, ibu empat anak ini juga terlibat dalam penyediaan pengadaan barang dan jasa, baik sebagai pengawas maupun yang membantu dalam pembelanjaannya maupun dalam pembukuan, dengan melakukan pengontrolan, setiap transaksi yang dilakukan LKM dan satlak.

Diakui memang, keaktifannya mendapat respon positif di lingkungannya. Suyanto, Kepala Desa Tampang membenarkan dan merasa bersyukur memiliki sosok seperti Sri Fatonah.
 
“Kami di Desa Tampang sangat beruntung memiliki sosok seperti Ibu Sri ini. Selain aktif, Ibu Sri juga telaten, sehingga kami tidak segan memberikan amanat kepadanya,” tutur Suyatno.
 
Sampurni, anggota Unit Pengelola Keuangan Satlak PAMSIMAS menambahkan, masyarakat jelas senang dengan keaktifan Ibu Sri dalam kegiatan di desa. Sosok Ibu Sri seakan mewakili hak perempuan yang ada di desa dalam suatu kegiatan.

kisah-sukses20032012-c“Bahkan ia pun turut mengajak kami, sehingga kami pun tidak malu-malu lagi untuk turut berpartisipasi karena yang mengajak sama-sama perempuan,” ungkap Sampurni.
 
Meski kesibukannya sekana tak pernah henti, namun Sri Fatonah tetaplah seorang ibu rumah tangga. Begitu banyaknya kegiatan, namun ia tidak lupa kodratnya sebagai seorang istri sekaligus ibu dari ke empat anaknya. Mengurus rumah tangga tidak luput di tengah kesibukannya.
 
“Untungnya anak-anak ibu sekarang sudah punya keluarga masing-masing, jadi ibu bisa fokus ngurusin Bapak saja” ujar Sri Fatonah tersenyum.
 
Bagi seorang Sri Fatonah, keaktifannya dalam berbagai kegiatan, merupakan kesenangan tersendiri di sela-sela mengurus tanaman yang merupakan hobinya sejak dulu.
 
“ Saya memang suka membantu. Jadi saya tidak merasa kerepotan. Rasanya bahagia bila dapat membantu orang, apalagi bila bantuan kita tersebut memang sangat diperlukan,” tutur ibu yang dikenal sebagai seorang yang santai namun mengayomi dan penuh canda ini.
 
Sosok seperti Sri Fatonah inilah pantas menjadi contoh panutan bagi warga yang lain. Bahkan bagi kami fasilitator, untuk tetap semangat menyelesaikan program ini sesuai dengan target yang diharapkan (DMAC Kab Tanah Laut Prov Kalsel;Rita)
 
 

Tidak disertai video terkait.