top banner
  I  

Jum'at - 13 Juli 2012 09:24:51 WIB

Sudah Sehat Untung Juga

Best Practice
Administrator | dibaca: 50837 pembaca
Dalam jangka kurang dari 3 bulan, Wakhidin mendapat pesanan 38 jamban sehat. Pelatihan yang diikuti selama 5 hari itu, membuka pola pikir seorang Wakhidin mengenai cara jitu merubah perilaku hidup sehat.
 
berita13072012Pemalang - Apa yang dilakukan Wakhidin, nampaknya sejalan dengan arahan Kasubdit Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar, Direktorat Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Zainal Nampira yang beberapa waktu lalu mengemukakan mengenai identifikasi dan inisiasi wirausaha sanitasi pendesaan. Zainal mengatakan, bahwa untuk maju, tidak hanya bicara pemicuan saja, tetapi peningkatan akses.
 
Karena capaian baru 2,5 juta dari target 6 juta. Masih ada kesenjangan cukup besar, sehingga tidak cukup hanya dengan pemicuan, harus disinergikan dengan upaya-upaya untuk peningkatan akses. Kompenen supplynya harus diperkuat melalui wirausaha sanitasi, tutur Zainal.
 
Zainal pun menegaskan akan ada target dua bulan ke depan, minimal tiap kabupaten punya satu wirausaha. Dalam waktu dekat ini, akan didata tiap-tiap kab/kota, identifikasi wirausaha yang potensial.
 
Salah satu wirausaha sanitasi yang potensial, yang diyakini mampu merubah perilaku menjadi sehat dan bersih ini, adalah usaha jamban. Seperti yang dilakukan Wakhidin saat ini.
 
 
Wakhidin, sanitarian Puskesmas Desa Randudongkael, Kecamatan Randudongkel, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mencoba menerapkan strategi dalam penyampaian perubahan perilaku. Pelatihan pembuatan jamban sehat yang diadakan oleh Water an Sanitation Program (WSP) pada 30 April hingga 3 Mei 2012 lalu di Jombang, Jawa Timur, membuka pikirannya bagaimana menyampaikan pesan jitu untuk merubah perilaku menjadi sehat dan bersih.
 
Apalagi dukungan dari dinas kesehatan Kab Pemalang, menambah semangat Wakhidin sebagai seorang pengusaha jamban. Sehari setelah selesai pelatihan, dengan semangat untuk berubah, semangat untuk mencoba, Wakhidin langsung melakukan uji coba pembuatan jamban sehat di desanya sendiri. Rumah Bapak Wahyudi, Ketua BPD Desa Sikasur, Kecamatan Mbelik, Kabupaten Pemalang, menjadi tempat pertama pembuatan tangki septik. Dengan meminjam cetakan dari dinas kesehatan dan dibantu 1 tukang dan 1 pembantu tukang, akhirnya terciptalah jamban sehat sederhana.
 
Dari hasil uji coba tersebut, Bapak dari 4 orang anak ini makin percaya diri, bahwa pembuatan jamban sehat itu mudah dilakukan apabila kita punya kemauan. Apalagi bila jamban yang berhasil dibangun itu di ekspose, maka masyarakat lain akan tertarik dan ikut pesan jamban untuk dibangun di rumahnya.
 
Kita sudah seperti bidan yang bisa menyuntik, atau seorang perawat yang bisa memeriksa dan menyuntik, maupun seorang dokter yang bisa mengobati. Bila kondisi ini tercapai, maka seorang sanitarian menjadi lebih berfungsi, ungkap Wakhidin putra asli Pemalang ini.
 
berita13072012-aTidak kurang dari 3 bulan sejak mengikuti pelatihan, kini Wakhidin dibanjiri pesanan pembuatan jamban. Sudah ada 38 pesanan jamban sehat yang menunggu untuk dibangun.

Jika ingin membangun jamban sehat, ada 4 paket yang ditawarkan Wakhidin. Paket jamban sehat tersebut berkisar dari harga Rp 650 ribu sampai Rp 1.150 ribu.
 
Ada komisi Rp 50 ribu, bagi yang bisa mendapatkan konsumen untuk setiap jamban sehat yang dibuat, tutur Wakhidin berpromosi.
 
Keinginannya untuk terjun berwirausaha jamban ini, aku Wakhidin adalah selain mendapatkan keuntungan, juga ada yang bisa dibanggakan sebagai seorang sanitarian. Bahwa berhasil merubah perilaku masyarakat terhadap buang air besar sembarangan.
 
Ada yang bisa dibanggakan sebagai seorang sanitarian. Selain mencapai tujuan program yaitu tercapainya target cakupan jamban, merubah perilaku menjadi hidup sehat dan bersih, juga menghasilkan tambahan penghasilan, ungkap penyuka olah raga badminton ini.
 
berita13072012-bKeberhasilan lelaki kelahiran Pemalang 49 tahun silam ini, nampaknya menarik perhatian dinas kesehatan Kab Pemalang. Wakhidin pun diundang untuk memberikan pelatihan pembuatan jamban sehat, dengan maksud agar para sanitarian lainnya, terpicu melakukan wirausaha sanitasi.
 
Sebanyak 22 orang perwakilan dan 100 kader lingkungan yang meliputi 100 desa, mengikuti pelatihan yang diadakan di Aula DKK Kabupaten Pemalang, 21 Juni 2012 lalu.
 
Kami melihat ini, ada penguatan pada tahap sosialisasi yang dilakukan oleh dinas kesehatan. Ini artinya pada tahap sangat awal, yaitu sosialisasi, keterlibatan pelaku di lapangan dalam hal ini, seksi penyehatan lingkungan dari dinas kesehatan, maupun pemerintah desa sangat diperlukan dalam menyebarkan informasi, ucap Wakhidin.
 
Sementara itu Wiji Mulyani, Kasi Penyehatan Lingkungan, Kab Pemalang, berharap, agar sanitarian lain bisa mengikuti jejak Wakhidin, yaitu menjadi wirausaha sanitasi, karena masih banyak jamban sehat yang perlu dibangun agar target cakupan jamban segera terpenuhi.
 
berita13072012-cPenyebaran informasi melalui sosialisasi pun berbuah manis. Wakhidin mendapatkan pesanan pembuatan 38 unit jamban sehat, diantaranya di Desa Samong, Kecamatan Ulujami, Desa Klareon, Kecamatan Petarukan, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Desa Purana, Kecamatan Bantar Bolang. Kemudian di Kecamatan Ulujami yang berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan. Bahkan kemungkinan ada ada tambahan pesanan lagi untuk jamban sehat.
 
Di Kabupaten Pemalang masih perlu ribuan jamban sehat , apalagi pesanan juga datang dari luar Kota Pemalang, sehingga makin banyak jamban sehat yang perlu segera kita garap, dan ini merupakan peluang bisnis yang harus kita tangkap, tutur Wakhidin.
 
Keberhasilan wirausaha jamban sehat ini pun, sambungnya, tidak lepas dari dukungan dinas kesehatan setempat. Karena dukungan pinjaman alat cetak septik tank dan alat cetak kloset membantu banyak masyarakat akhirnya memiliki jamban yang sehat.
 
Bahkan saat ini kami sedang menunggu pesanan alat cetak septik tank dan kloset dari Jawa Timur untuk mempercepat pekerjaan, tutur suami dari Yuni Parwati.
 
Untuk mempercepat target cakupan jamban, maka perlu dibuat peraturan tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, baik yang berupa perda, keputusan bupati ataupun perdes.
 
Pegangan yang berupa peraturan ini sangat diperlukan bagi pelaku program. Karena dengan peraturan tersebut, akan memudahkan pelaksana untuk mengajak masyarakat, melakukan kegiatan buang air besar pada tempatnya, memudahkan sanitarian mengajak warga agar mempunyai jamban sehat, ada dasar yang kuat dalam penganggaran untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan, memudahkan koordinasi dengan instansi lain, terutama untuk pemenuhan sarana air bersih, dan menunjukkan adanya adanya komitmen yang kuat dari pemda menuju tercapainya target SBS dan MDGs 2015.
 
berita13072012-dBerkaitan dengan tahap penguatan tersebut, advokasi telah dilakukan Kepala Bidang Promosi Kesehatan dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, melalui pertemuan lintas sektor dan lintas program. selain itu juga, advokasi dengan Bupati Pemalang H. Junaedi,SH.MM yang memberikan dukungan kebijakan melalui Peraturan Bupati, dalam kaitannya mendukung Visi Misi Kab Pemalang Sehat, Cerdas Berdaya Saing dan Berakhlak Mulia .
 
Pada kesempatan lain Kepala dinas kesehatan Kab Pemalang dr Erna dalam pembukaan pelatihan CLTS di Hotel Regina Kab Pemalang, akhir Juni 2012 lalu, menekankan bahwa dukungan anggaran dan optimalisasi program Penyehatan Lingkungan perlu ditingkatkan, melalui monitoring pasca pelaksanaan pemicuan, dengan metode CLTS dan peningkatan pelaksanaan program STBM bagi semua desa di Kab Pemalang, melalui fasilitasi petugas Puskesmas.
 
Sehubungan hal tersebut, perlunya dukungan dari semua pihak yang terkait dengan masalah sanitasi. Sehingga sanitasi total dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan.
 
Sehingga ke depannya, semua desa yang ada di Kab Pemalang, sudah Stop Buang Air Besar Sembarang (SBS), ucap dr Erna.
 
Menurutnya, apabila kita berhasil membangun jamban sehat, maka target cakupan jamban dapat segera terpenuhi. Terutama untuk desa sasaran program PAMSIMAS. Bila semua warganya mempunyai jamban sehat, maka desa tersebut bisa dikategorikan sudah SBS, dan bisa diikutkan dalam seleksi Hibah Insentif Desa (HID). (Rinto Handoyo PMAC Pamsimas Jateng 2;Rita)
 

Tidak disertai video terkait.