top banner
  I  

Rabu - 11 Juli 2018 16:16:33 WIB

KP-SPAMS Sinar Pancur Oku Selatan Terintegrasi Ke Dalam BUMDES

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 252 pembaca

Oku Selatan, Sumatera Selatan - Desa Simpang Pancur Kecamatan Pulau Beringin Kabupaten OKU Selatan berpenduduk 1.541 jiwa, terdiri dari 549 laki-laki dan 492 perempuan. Sebagian besar warga atau sebanyak 317 KK dari total 436 KK merupakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Desa berada di kawasan perbukitan dengan sebagian besar permukiman penduduk berada di atas bukit, tersebar di enam dusun. Kontur tanah yang demikian menyulitkan warga dalam mendapatkan sumber air untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mengingat sumber air berada di bawah desa.  

Kondisi inilah yang mendorong Pemerintah desa untuk mencari peluang guna mendapatkan program air bersih berskala desa. Kepala Desa Simpang Pancur Rifki Candra bersama perangkat desa dan BPD berupaya membuat proposal untuk mendapatkan bantuan pengadaan air bersih. Usaha tersebut membuahkan hasil dengan turunnya bantuan untuk pembangunan sarana air minum berskala desa pada tahun 2009. Sayangnya pembangunan sarana tersebut menemui kegagalan dan hanya sebagian kecil warga yang dapat menikmatinya. Penyebab utama kegagalan adalah sumber air berada di bawah desa.

Kegagalan dalam mewujudkan SPAMS perdesaan tidak membuat Pemerintah desa patah semangat dan terus berusaha untuk mengatasi kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Harapan tersebut menemui titik terang dengan diundangnya Kepala Desa untuk mengikuti kegiatan sosialisasi program Pamsimas di Kabupaten OKU Selatan pada tahun 2011. Kepala Desa ditemani perangkat desa hadir dalam kegiatan sosialisasi dan menyimak penjelasan seputar program Pamsimas.

Kesempatan berharga ditindaklanjuti dengan antusias Pemerintahan Desa dan masyarakat dengan mengirimkan surat pernyataan minat, diikuti pengajuan proposal desa ke Panitia Kemitraan. Tahun 2012 Desa Simpang Pancur ditetapkan sebagai lokasi program Pamsimas berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR.

Program Pamsimas di Desa Simpang Pancur membutuhkan biaya sekitar Rp. 275.000.000. Masyarakat mendukung program tersebut dengan meyediakan kontribusi incash sebesar Rp. 11.000.000 dan inkind dalam bentuk dukungan tenaga kerja dan material lokal. KKM/Satlak sebagai pelaksana kegiatan di desa memaksimalkan dana Pamsimas dengan membangun SPAMS berupa PMA. Opsi sarana yang dibangun menggunakan sistem gravitasi dengan memanfaatkan sumber air Sungai Kemu yang berjarak 3.250 M dari desa. Selisih ketinggian dengan tempat yang paling tinggi di desa 10 M, dengan cakupan layanan sebesar 200 KK atau 830 jiwa. Dengan cakupan pelayanan sebesar itu maka sebanyak 50% masyarakat dapat terlayani air bersih melalui program Pamsimas.

Masyarakat menggelar acara syukuran sebagai pertanda sarana yang dibangun dapat berfungsi. Masyarakat menyambut gembira dan mengucap rasa syukur dan terimakasih kepada pemerintahan desa yang telah membantu dalam pemenuhan kebutuhan air bersih di desa. Masyarakat desa berjanji akan menjaga dan memelihara sarana yang telah dibangun agar dapat bermanfaat dalam jangka panjang.

Pengoperasian, pengelolaan dan perawatan SPAMS perdesaan diserahkan kepada KP-SPAMS Sinar Pancur yang dibentuk pada tanggal 20 Agustus 2012. Untuk kelancaran kegiatan SPAMS ditetapkanlah Perdes tentang tata kelola SPAMS Perdesaan. Hal terpenting yang diatur dalam Perdes, setiap pemasangan sambungan rumah (SR) wajib menggunakan meteran air (water meter). Juga pengaturan Kran Umum sebagai tempat pengambilan air, bukan tempat mandi dan mencuci untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Tahun pertama KP-SPAMS beroperasi belum ada honor/insentif bagi pengurus, iuran yang terkumpul hanya cukup untuk menopang biaya operasional dan pemeliharaan. Sambungan rumah (SR) baru ada 20 SR dengan biaya Rp. 500/m3. Pada tahun kedua belum ada perubahan yang memadai, jumlah sambungan rumah bertambah menjadi 60 SR. Dengan jumlah SR yang belum seberapa, dari iuran yang diterima setelah dikurangi biaya oprasional dan pemeliharaan, hanya bisa menyisihkan honor seadanya bagi para pengurus.

Ketekunan pengelola KP-SPAMS dalam mengurus SPAMS perdesaan membuahkan hasil dengan mendapatkan bantuan kembali berupa Hibah Intensif Desa (HID) pada tahun 2014. Bantuan HID diwujudkan dalam bentuk bangunan bak penampung, bak pengendap, pipa transmisi, dan pipa distribusi sepanjang 300 M.

Berbagai upaya dilakukan KP-SPAMS untuk meningkatkan kualitas pelayanan sebelum akhirnya dibangun bak penampung dan bak pengendap.  Pengelola melakukan pergantian 65 unit meteran air yang rusak dengan beban biaya 50% menggunakan dana talangan KP-SPAMS dan 50% ditanggung pelanggan. Setelah bak penampungan dan bak pengendap selesai dibangun, dilakukan penggantian meteran air sebanyak 30 unit.

KP-SPAMS Sinar Pancur bersama-sama dengan Pemerintah desa berusaha untuk melakukan peningkatan standar pelayanan SPAMS perdesaan. Pada tahun 2016 pemerintah desa mengucurkan dana desa sebesar Rp39.925.500 untuk pembangunan bak pengendap yang terletak dekat bangunan Cek DAM untuk memudahkan air masuk ke dalam bak, selanjutnya air dialirkan ke bak pengendap dan bak penampung yang ada di desa. Peningkatan layanan ini dapat menambah sambungan rumah menjadi 170 SR.

Tahun 2017 Pemerintah desa mengucurkan lagi dana desa sebesar Rp80.000.000 yang digunakan untuk menambah pipa transmisi 474 M, pipa distribusi sepanjang 486 M, dan bak penampung 1 unit.

KP-SPAMS Sinar Pancur terus berupaya dalam meningkatkan akses cakupan layanan bagi seluruh masyarakat desa terutama bagi kelompok MBR. Tahun 2017 mendapat bantuan program Hibah Air Minum Perdesaan (HAMP) berupa 65 SR khusus untuk kelompok MBR.

Hingga saat ini cakupan air bersih telah mencapai 83% dari total jumlah penduduk. Jumlah SR sudah mencapai 235 SR, dengan tarif air Rp. 700/m3 atau naik dari sebelumnya Rp. 500/m3. Saat ini saldo kas di bendahara sebesar Rp3.790.000. Tahun 2018 ini, dalam rangka mendukung target 100-0-100, Pemerintah desa mengalokasikan dana desa untuk pembuatan siring limbah rumah tangga sepanjang 400 M dan bantuan jamban bagi MBR sebanyak 30 unit.

Keberhasilan KP-SPAMS Sinar Pancur dalam pengelolaan SPAMS perdesaan mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintahan Desa dan masyarakat.  Untuk lebih meningkatkan usaha SPAMS di Desa Simpang Pancur, berdasarkan hasil musyawarah desa, yang melibatkan Pemerintahan Desa, Kepala Desa, BPD, tokoh masyarakat, pemuka agama dan pengurus BUMDes, bersepakat untuk menjadikan KP-SPAMS Sinar Pancur menjadi Unit Usaha BUMDes. (Mulyadi-Ketua BP-SPAM Sinar Pancur sekaligus Ketua Asosiasi SPAMS Perdesaan OKU Selatan/Fatmawati-Co. DC OKU Selatan/Hartono Karyatin-Advocacy & Media Sp. NMC)


Tidak disertai video terkait.