top banner
  I  

Senin - 30 Juli 2012 05:09:15 WIB

Sekarang Beta Su Bisa Mandi Ke Sekolah

Best Practice
Administrator | dibaca: 50836 pembaca
Senyum manis Deasy mengembang tatkala air mengucur deras dari Hidran Umum yang dibangun Program PAMSIMAS TA 2011. Dibenaknya sekarang, ia sudah tidak perlu susah payah lagi membantu mengambil air bersih sejauh 1.5 kilometer.
 
berita30072012TTU - Deasy Deratna Keke begitulah nama lengkap seorang bocah kelas 2 SDI Naileku Desa Tokbesi, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
 
Sejak HU yang terletak 500 m dari rumah Deasy berfungsi, pekerjaan membantu orangtuanya jadi lebih ringan. Waktu belajar dan bermain bersama teman-teman sebayanya pun, kini lebih banyak dan lebih leluasa. Malah, sejak ada air bersih tersebut, Deasy sudah bisa mandi ke sekolah. Sebelumnya, berangkat sekolah hanya membasuh muka saja.
 
Mengalirnya air ke Dusun 3 dan 4 Desa Tokbesi, mengubah kehidupan dan rutinitas Deasy bersama warga Desa Tokbesi lainnya. Dengan akses air yang dekat rumah, setiap pagi Desy sudah bisa mengambil air sendiri di HU untuk kebutuhan minum, masak, mandi, cuci dan tentunya mandi ke sekolah.
 
Dulu, ketika orangtuanya berangkat ke kebun dan mengambil air, tugas menjaga serta mengasuh tiga adiknya yang masih balita menjadi tanggung jawab Deasy. Namun demikian, bocah berkulit sawo matang itu menjalaninya dengan penuh tanggung jawab. Ia merelakan waktu belajar dan bermain bersama teman-temannya hilang demi membantu sang orangtua.
 
Warga Dusun 3 Desa Tokbesi,sangat kesulitan untuk memperolah air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Termasuk orangtua Deasy. Meski dalam keadaan capai atau mengantuk saat pulang dari kebun di sore hari, bahkan kadang di malam hari, namun mereka terpaksa mengambil air untuk kebutuhan esok hari.
 
berita30072012-aDeasy bercerita, orangtuanya terpaksa mengambil air selepas dari berkebun. Rasa lelah pun di kesampingkan hanya untuk air bersih yang dibawa pulang nantinya.
 
Biasanya katong susah ame air. Kalo bapa deng mama pulang dari kebun biar malam meski cape ju, katong harus ame air jauh. Kadang-kadang sampe rumah su tengah malam. Biasanya mama yang bawa air. Dua jerigen mama fi'i dan satu jerigen mama junjung. (biasanya kita susah ambil air. kalau bapak dengan ibu pulang dari kebun biar malam meski lelah juga, kita harus ambil air jauh. Kadang-kadang sampai rumah sudah larut malam. Biasanya ibu yang bawa air. 2 jerigen ibu bawa dengan tangan dan satu jerigen lagi dijunjung), ungkap bocah berambut ikal dan periang ini.

Bahkan Deasy mengatakan, jika rasa lelah dari kebun sudah tidak bisa diajak kompromi, maka ibunya akan meminjam air ke tetangganya dan besok harinya bari diganti.
 
Kalo su talalu cape dari kebun sonde sempat lagi ambil air, mama pinjam air 2 atau 3 jerigen dari tatangga untuk kebutuhan masak sa. Besok harinya baru diganti (Kalau sudah terlalu lelah dari kebun dan tidak sempat lagi ambil air. Ibu saya akan pinjam air dua atau tiga jerigen dari tetangga untuk kebutuhan masak saja, dan esok harinya baru diganti), tutur Deasy
 
Namun sekarang semua sudah berubah dan menjadi lebih mudah. Orangtua Deasy kini memiliki banyak waktu luang untuk mengurus anak, rumah tangga, kebun, tenun dan ternak.
 
Sebelum masuk program PAMSIMAS, sejak tahun 1972, untuk mendapatkan air bersih, warga Dusun 3, harus menempuh jarak 0,7 km di saat musim hujan dan bila puncak musim kemarau (September Nopember), jarak tempuhnya lebih jauh lagi, yaitu 1 - 1.5 km setiap hari.
 
Perjuangan hanya untuk memperoleh air bersih tidak sampai disitu. Untuk mencapai mata air, warga harus melewati jalan yang curam. Dengan sumber dan debit air yang terbatas, biasanya warga harus antri 3 sampai 4 jam di mata air, demi 25 liter air setiap harinya. Tidak heran untuk menghemat penggunaan air, maka air yang diambil hanya untuk kebutuhan air minum, memasak. Selebihnya untuk kebutuhan mandi dan cuci biasanya dilakukan di mata air. Tidak heran pula, bila pagi dan sore menjelang, akan tampak ramai warga antri mengambil air.

Keberadaan HU tersebut, juga jelas berdampak positif bagi putri pasangan Veni Doro Ufa dan Markus Ufa ini. Pola hidup, terutama dalam hal kebersihan kini lebih terjaga. Sekarang gadis kecil berambut ikal ini sudah bisa mandi dua kali sehari. Dulu ia cuma mandi sekali sehari, di saat sore hari bersama orangtuanya saat mengambil air.

" Sebelum ada PAMSIMAS, beta ke sekolah hanya cuci muka sa. Tapi sekarang be su bisa mandi ke sekolah. Be senang karena air su dekat, sonde lagi jauh. Setiap saat beta bisa ame air (sebelum ada PAMSIMAS, saya ke sekolah hanya membasuh muka saja. Tapi sekarang saya sudah bisa mandi. Saya senang karena air sudah dekat, tidak jauh lagi. Saya bisa ambil air kapan saja, ujar Deasy sumringah. (Lukas Melkianus Daulima DMAC CD Kab TTU;Rita)

 

 


Tidak disertai video terkait.