top banner
  I  

Jum'at - 21 September 2012 02:46:11 WIB

PAMSIMAS Solusi Terbaik Bagi Cijengkol

Best Practice
Administrator | dibaca: 50899 pembaca
Sekarang sudah ada 262 rumah yang menggunakan Sambungan Rumah.
 
sukses21092012Subang – Warga Desa Cijengkol kini sudah bisa bernapas lega. Pasalnya, sebelum ada program PAMSIMAS di desa ini, untuk mendapatkan air bersih, masyarakat Cijengkol harus berjalan kaki sepanjang 2 km atau membeli air seharga seribu rupiah per derigennya dengan kapasitas 20 lt.
 
Dengan dibangunnya sarana air minum; broncaptering sebagai pemanfaatan Mata Air Cimutan, rservoar kapasitas 27 m3, Kran Umum, dan perpipaan sepanjang 4.896 m, Desa yang berada di Kecamatan Serangpanjang Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat ini sudah menikmati sarana tersebut dengan baik.
 
Kegiatan Program PAMSIMAS di Desa Cijengkol yang telah dilaksanakan adalah penyediaan sarana dan prasarana di masyarakat desa dan masyarakat sekolah seperti: sarana air minum, sanitasi dan kesehatan, yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, perempuan dan laki-laki, kaya dan miskin.
 
sukses21092012-aDengan termanfaatnya sarana yang dibangun itu, warga merasa senang dan mengucapkan syukur, karena sekarang tidak perlu repot-repot lagi jika mengambil air.
 
“ Ayeuna wargi Desa Cijengkol tos ngaraoskeun cai Cimutan nu disayogikeun ku Program PAMSIMAS, kabuktos nepi ka ayeuna tos aya 262 bumi nu ngagunakeun SR (Sekarang masyarakat Desa Cijengkol sudah merasakan air Cimutan yang disediakan Program PAMSIMAS, terbukti, sampai dengan sekarang sudah ada 262 rumah yang menggunakan Sambungan Rumah),” ungkap Een Ruhanda, ketua BPS dan mantan Koordinator LKM Cimutan Asri.
 
Sebelum adanya Program PAMSIMAS di Desa Cijengkol, terang Een, untuk mendapatkan air masyarakat Cijengkol berjalan kaki sepanjang 2 km, atau mereka membeli seribu rupiah per derigennya untuk kapasitas 20 lt.
 
sukses21092012-bDesa yang berpenduduk sebanyak 4.799 jiwa dan 1.535 rumah ini, memiliki BPS Cimutan Asri yang dibentuk sebagai pengelola Sarana yang telah terbangun dari Program PAMSIMAS. BPS ini melakukan pengembangan-pengembangan dalam rangka memaksimalkan pemanfaatan sarana tersebut
 
“Untuk pemeliharaan sarana, konsumen dikenakan tarif Rp 2.000,-/m³ untuk 0 - 10 m³ dan Rp 2.500,-/m³ untuk di atas 10 m³. Cara membayarnya, mereka datang ke loket pembayaran di sekretariat BPS yang dibuka dari tanggal 16 sampai dengan 20 setiap bulannya,” tutur Een.
 
Karena air bersih sudah mudah didapat, otomatis di desa ini, perilaku hidup bersihnya pun semakin meningkat. Bahkan Desa Cijengkol sudah mendapatkan status Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) yang disaksikan dan ditandatangani oleh wakil Bupati Kabupaten Subang, Ojang Sohandi.
 
Belum lama ini Desa Cijengkol menjadi lokasi studi lapangan para peserta pelatihan Satker Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Jawa Barat dan Banten.

“Kebanggaan rasanya didatangi tamu Satker Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Jawa Barat dan Banten, terasa mimpi. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mengelola, dengan Program PAMSIMAS solusi terbaik bagi kami mengatasi kekurangaan air bersih,” ungkap Een tanpa bisa menyembunyikan rasa senangnya. (DMAC Subang;Rita)
 
 
 

Tidak disertai video terkait.