top banner
  I  

Senin - 15 Oktober 2012 04:23:14 WIB

Muktitama Desa SBS Pertama PAMSIMAS 2012

Best Practice
Administrator | dibaca: 50758 pembaca
Gadis cilik itu kini sudah tidak lagi menahan malu, karena ejekan teman-temannya yang kerap memergokinya buang air besar di bawah pohon nangka samping rumahnya.
 
berita15102012Solok Selatan - Kehadiran program PAMSIMAS membawa perubahan besar untuk seorang Mia, murid kelas 1 SD ini. Pasalnya ia tidak perlu malu menahan ejekan teman-teman sekelasnya yang kerap kedapatan buang air besar di bawah pohon nangka, samping rumah sederhana milik neneknya.
 
September 2012 lalu, kini di rumahnya sudah ada jamban yang dibangun sendiri oleh sang ayah, untuk memenuhi kebutuhan buang air besar. Keluarga Mia adalah salah satu dari puluhan keluarga yang berdomisili di Jorong Muktitama, yang sudah menerapkan stop buang air besar sembarangan (SBS).
 
Muktitama merupakan jorong terisolir yang terdapat di Kecamatan Sangir Balai Janggo, sekitar 60 km dari pusat Kabupaten Solok Selatan. Jorong Muktitama terdiri dari 4 dusun, dan semua dusun sekarang telah SBS. Untuk sampai di jorong ini diperlukan waktu sekitar 90 menit dengan kondisi jalan yang nyaris tidak layak.
 
berita15102012-aSebelum adanya program PAMSIMAS, banyak masyarakat yang masih buang air besar di sembarang tempat. Seperti di kebun, sungai kecil yang mengalir tidak jauh dari pemukiman.namun sekarang kebun dan sungai kecil tersebut sudah bersih dari pemandangan orang yang buang hajat besar.

Kini ndak ado tacirik ka banda lai do buk, awak alah punyo WC (sekarang sudah tidak BAB di sungai lagi buk, saya sudah punya WC), celetuk seorang ibu muda saat didatangi fasilitator kesehatan ke rumahnya beberapa minggu lalu.
 
Terjadinya perubahan perilaku secara cepat di Jorong Muktitama ini, tidak lepas dari pengaruh sosok yang disegani dan dihormati. Sosok itu adalah Edi, seorang mantri yang sehari- hari bertugas di Puskesmas Mercu, Kec Sangir Balai Janggo. Bersama fasilitator, LKM dan bidan desa, memicu minat masyarakat dengan melakukan pendekatan agama, untuk merubah perilaku buang air besar sembarangan, yang selama ini sudah menjadi tradisi turun temurun.
 
berita15102012-bEdi mengatakan, tidak ada trik khusus untuk memicu masyarakat, cuma pemicuan yang dilaksanakan, sejalan dengan ceramah agama yang dilakukan tiap malam Jumat. Selain itu, pendekatan secara kekeluargaan untuk perubahan perilaku, juga tak bosan- bosan disampaikan apabila ada pasien datang berobat.
 
ndak ado trik khusus untuk memicu masyarakat, cuma pemicuan kami lakukan sejalan jo ceramah agama yang dilaksanakan tiok malam Jumat. Selain itu, pendekatan kekeluargaan untuak perubahan perilaku tak bosan-bosan disampaikan kalau ado urang datang barubek, urai Edi.
 
Usaha Edi bersama fasilitator, LKM dan bidan desa membuahkan hasil manis. Muktitama didaulat sebagai jorong pertama penyandang predikat SBS di Kab Solok Selatan untuk program PAMSIMAS tahun 2012.
 
Selain itu, Gusnelly selaku fasilitator kesehatan menuturkan, berhasilnya pemicuan CLTS di Muktitama, tidak lepas dari dukungan berbagai pihak seperti kepala jorong, anggota LKM dan bidan desa, yang tidak patah semangat melakukan pemicuan demi terwujudnya perubahan perilaku di masyarakat.
 
Berdasarkan hasil kesepakatan DMAC HH dan Kepala Dinas Kesehatan Kab Solok Selatan, Muktitama dan beberapa jorong lainnya yang sudah SBS di Solok Selatan, akan dideklarasikan bertepatan dengan HKN (Hari Kesehatan Nasional), yang akan jatuh pada November mendatang. (Hanifah - DMAC HH Solok Selatan; Rita)
 

Tidak disertai video terkait.