top banner
  I  

Selasa - 07 Agustus 2018 14:50:52 WIB

Review Percepatan Pelaksanaan Kegiatan & Perencanaan Desa 2018 Serta Evaluasi Pelaksanaan Desa 2017

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 346 pembaca

review_sumsel1Palembang, Sumsel - 07 Agustus 2018 Salah satu Kegiatan Rutin yang diadakan oleh Satker PSPAM Sumatera Selatan yaitu melakukan review percepatan dan evaluasi capaian kerja Senior Fasilitator dan Fasilitator terkait dengan progress capaian baik desa tahun 2017 maupun 2018, hal tersebut dilakukan dalam rangka pemantauan kegiatan-kegiatan di desa. Kegiatan tersebut diadakan di Hotel Grand Duta Syariah Palembang selama satu hari dengan agenda review perencanaan TA. 2008, APBDes sharing untuk kegiatan Pamsimas, Pelatihan Pra Konstruksi desa untuk KKM Satlak, Administrasi dan Pembukuan, Paparan hasil Monev desa 2017 dan 2018 serta RKTL serta berakhir dengan diskusi.

Kegiatan Review ini dihadiri oleh 171 FM dan 23 FS dan 3 orang DC yang dijadikan sampel monitoring dari 13 kabupaten. Selain Kepala Satker PSPAM beserta tim, turut hadir pula Pakem Provinsi dihadiri oleh Muhamad Suro dari Bappeda, Ahmad Syaiful, Juharmansyah dari BPMPD, Yudhiansyah PPK Randal, Fery Sahrizal dari Dinas Kesehatan dan TA. Program P3MD serta Tim ROMS Prov. Sumatera Selatan.

review_sumsel2Acara diawali dengan seremonial kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan sambutan dari Kepala. PPMU Sumatera Selatan, Ahmad Syaiful S.T., M.Eng. Saat menyampaikan sambutannya beliau menyampaikan “Saat ini pelaksanaan kegiatan desa 2018 sudah pencairan termin I yang mana diperlukan pendampingan secara optimal dan serius baik FM, FS maupun team ROMS. Pendampingan tersebut harus dilaksanakan secara terus menerus agar penggunaan dana sesuai dengan rencana, disaat yang sama proses perencanaan untuk desa 2019 juga sudah harus dilaksanakan. Desa Pamsimas 2018 BLM APBN sebanyak 223 desa sedangkan untuk desa APBD sebanyak 58 desa. Dalam Annual Work Plan (AWP) Pamsimas TA 2018 yang disederhanakan lagi dalam bentuk Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) Provinsi Sumatera Selatan, diawal bulan Agustus 2018 proses perencanaan desa 2019 seharusnya sudah masuk ke IMAS II sedangkan realisasi dilapangan saat ini masih banyak kabupaten Pamsimas yang belum mencapai tahapan tersebut disinilah perlunya pertemuan ini.  Keberhasilan pendampingan tentunya tidak lepas dari pengetahuan, ketrampilan dan kerja keras semua pihak, baik dari para pelaku program, termasuk para Fasilitator Masyarakat. Namun satu hal yang sangat penting dalam program pemberdayaan seperti Pamsimas ini adalah adanya komitmen yang tinggi. Mohon dengan sangat komitmen itu benar-benar anda pegang erat demi keberhasilan program.  

Karenanya, review ini amatlah penting untuk menjaga dan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan komitmen Saudara/saudari. Hal ini tidak hanya mencakup pendampingan dalam pembangunan, tetapi juga terkait dengan keberlanjutan program SAMS di masyarakat pasca pendampingan Pamsimas. Dengan demikian, saya tegaskan kepada Saudara/saudari untuk bersungguh-sungguh dalam kegiatan review ini, bersedia untuk mempelajari hal-hal baru yang berkembang, berbagi pengalaman akan keberhasilan serta menyadari kekeliruan dan kesalahan yang masih ada untuk perbaikan selanjutnya.

Saya tegaskan pula, bahwa evaluasi kinerja bagi semua konsultan pelaku Pamsimas, termasuk Tim Fasilitator sudah lama dilakukan oleh karena itu ada FM yang di Promosikan sebagai FS dan FS menjadi DC. Jadi bagi Fasilitator yang berkinerja baik sangat memungkinkan untuk dipromosi. Tetapi bagi Fasilitator yang kinerjanya tidak baik pasti akan diperingatkan bahkan pemberhentian hubungan kerja. Untuk itu mohon kinerja yang bagus supaya terus dapat ditingkatkan minimal dipertahankan supaya tetap bagus”.

review-sumsel3Tidak kalah pentingnya Ka. Satker, Sopan, S.T. M.T. juga menyampaikan hasil temuan BPKP tentang pelaksanaan desa 2017 terkait Sharing APBDes yang belum terealisasi dari data beliau disampaikan tercatat baru di Kabupaten Banyuasin saja yang sudah selesai 100% kabupaten lainnya masih belum maksimal pelaksanaannya, maka dari itu beliau juga menghadirkan dari pihak BPMPD dan TA. P3MD dengan tujuan agar terjadi diskusi tantang permasalahan-permasalahn atau kendala belum terrealisasinya APBDes nya diharapkan kehadirannya turut memberikan solusi sehingga kekurangannya segera dapat direalisasikan dengan segera.

Beliau juga menyampaikan tentang desa Merah dan Kuning di Sumatera Selatan secara keseluruhan untuk segera ditindaklanjuti dan difungsikan secara maksimal untuk mendukung Universal Akses di tahun 2019 nanti dan itu akan percumah saja jika yang merah dan kuning ini tidak segera ditangani dengan serius karena akan berkurangnya penerima manfaat baik terutama air minum. Tercatat sebanyak 38 desa merah 156 desa Kuning bukanlah jumlah yang sedikit dan perlu penanganan yang sangat serius untuk memaksimalkannya.

Untuk kegiatan desa-desa tahun 2018 sudah melakukan pencairan sebanyak 244 dari total 282 desa yang tersebar di 13 Kabupaten Sumatera Selatan sisanya yang belum cair adalah desa Reguler APBD. Kegiatan di desa sudah mulai membangun sarana Fisik dan pelatihan-pelatihan yang difokuskan pada pendampingan pemberdayaan tidak ada presentasi per kabupaten sebagaimana biasanya review ini dilakukan namun kali ini disampaikan materi-materi dari seluruh nara sumber diberikan waktu dalam menyampaikan materi mulai dari BPMPD, PPK Randal, Dinas Kesehatan dan Bappeda seluruhnya diberikan waktu yang cukup dan yang disampaikan materinya masing-masing dan dipastikan ada kaitannya dengan Program Pamsimas.

Sesi per sesi kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh peserta dengan tertib dan dipenghujung acara adalah pembahasan RKTL yang sudah di sepakati beberapa waktu lalu pada saat rakor di PPMU dan dan berakhir dengan diskusi umum (Damanuri/DMS ROMS-5 Sumsel;Deddy S-WDA NMC)


Tidak disertai video terkait.