top banner
  I  

Rabu - 15 Agustus 2018 13:54:29 WIB

Menelisik Potensi Air Bersih di Daerah Seberang Daratan

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 459 pembaca

Bungku, Morowali - 14 Agustus 2018. Letak wilayah yang dikelilingi lautan membuat sebagian besar desa yang ada di Kecamatan Bungku Selatan dan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali miskin air bersih dan rawan sanitasi. Ketidaktersediaan sumber air baku yang layak konsumsi, dan kondisi desa yang dikelilingi lautan membuat masyarakat wilayah kepulauan lebih memilih Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang berujung pada keadaan masyarakat rentan terhadap penyakit yang disebabkan buruknya sanitasi disekitar.

menelisik_morowali1Resah akibat buruknya kondisi air bersih di wilayah kepulauan ini pula setidaknya telah beberapa kali diantisipasi pemerintah daerah Kab. Morowali melalui kegiatan pembangunan sarana infrastruktur air minum didesa-desa yang krisis air minum dan rawan sanitasi seperti proyek Dana Alokasi Khusus penyediaan air minum dan pembangunan sarana sanitasi. hanya saja, kurangnya potensi air bersih dan kontur daerah kepulauan yang notabene dikelilingi lautan, pula mengambil bagian yang besar atas gagalnya ketersediaan air minum yang cukup bagi masyarakat kepulauan.

Paham atas kondisi yang terjadi, ROMS 16 Kabupaten Morowali melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas III) tahun ini getol meretas kesenjangan yang terjadi. melalui Proses Identifikasi Masalah dan Analisis Situasi (IMAS I) yang telah dilakukan sejak 2017 dan berdasarkan usulan desa calon penerima manfaat, akhirnya Pamsimas hadir sebagai pemberi solusi atas keterbatasan Air Minum yang dialami masyarakat kepulauan.

menelisik_morowali2Menurut R. Herawanto B. Distric Coordinator (DC) Pamsimas III Kab. Morowali, alasan memilih daerah kepulauan tahun ini sebagai desa penerima Program Pamsimas adalah tidak lain disebabkan sulitnya masyarakat diwilayah kepulauan dalam memperoleh air minum. Hal ini ditandai dengan sebagian masyarakat desa masih mengonsumsi air minum yang tidak memenuhi syarat kesehatan karena masih berbau dan memiliki rasa, juga masih banyak desa yang harus membeli air dalam jerigen untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari seperti Desa Dongkalan yang berada di Kec. Menui Kepulauan. Padahal menurut herawanto, sebagian desa ini setidaknya masih memiliki sumber air yang layak namun perlu dikelola dengan baik dan dengan perlakuan yang benar. Sebut saja Desa Masadian di ujung utara Menui Kepulauan memiliki sumber air dari sumur warga yang rasanya tawar dan dapat dimanfaatkan warga sekitar untuk sumber air minum, Desa Tanjung Tiram Kec. Menui Kepulauan Juga memiliki sumber air permukaan yang bisa dimanfaatkan walaupun sumber air masih terbilang jauh sekitar 4 KM dari desa. Tidak hanya itu, Desa Poaro di Bungku Selatan juga memiliki sumber air tawar dan perlu pengelolaan yang baik, Desa Lalemo pula yang selama ini gagal dalam pelaksanaan pembangunan sarana air minum juga memiliki potensi air tanah yang baik hanya memerlukan perencanaan dan perlakuan yang tepat pungkasnya.

menelisik_morowali3Berdasarkan penetapan desa sasaran Pamsimas III tahun 2018 ini, setidaknya Kab. Morowali mendapatkan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang bersumber dari APBN untuk wilayah kepulauan yang tersebar dari daerah bungku pesisir Desa Sambalagi, Kec. Bungku Selatan yang meliputi Desa Poaro, Lalemo, Sainoa, serta desa-desa yang berada di wilayah Menui Kepulauan yaitu Desa Tanjung Tiram, Dongkalan, Masadian, Tafagapi, Ulunipa, Wawongkolono, Ngapaea, serta satu desa di Kecamatan Bumi Raya yaitu Desa Harapan Jaya. Selain itu dana yang bersumber dari APBD Tahun 2018 meliputi Desa Waru-Waru dan Padabale Bungku Selatan serta Parilangke di Kecamatan Bumi Raya.

Lanjut Herawanto, pelaksanaan Program Pamsimas III yang difokuskan pada daerah kepualuan ini diharapkan mampu menjadi jawaban dari sulitnya akses air minum yang dirasakan masyarakat di wilayah kepulauan serta mampu mendorong tercapainya target Universal Acces tahun 2019 dibidang air minum dan sanitasi, meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat kepulauan dan mampu menjadi percontohan atas pelaksanaan pembangunan sarana air minum dan sanitasi yang ada di Kab. Morowali. Namun target dan cita-cita ini menurut Herawanto disadari memiliki kendala yang sangat besar disebabkan akses transportasi di wilayah kepulauan yang sulit dan mahal sebab untuk menuju desa satu dengan desa yang lainnya tidak memiliki jalur angkutan umum atau regular belum lagi kondisi gelombang laut yang tidak bisa diprediksi apalagi menjelang akhir tahun seperti ini.

menelisik_morowali4Untuk itu, kendala yang dihadapi ini setidaknya memerlukan penanganan yang serius dari pemerintah berupa kerja sama dan dukungan yang baik antara Program Pamsimas III, Pemerintah daerah, serta pemerintah desa dalam mensukseskan setiap kegiatan yang ada ditingkatan desa. Dengan begitu, bukan hal yang tidak mungkin pasca pelaksanaan kegiatan pamsimas didesa-desa dikawasan kepulauan ini ketersediaan air minum yang meresahkan masyarakat bisa diatasi dengan baik tuturnya.

Pelaksanaan Program Pamsimas III di desa desa juga diakui cukup membantu masyarakat desa penerima Pamsimas. Hal ini disampaikan Saediman Koordinator KKM Lambala Desa Tafagapi Tafagapi ini kita ambil airnya dari sumur warga. Sumur yang ada juga hanya dua unit sementara harus melayani seluruh kebutuhan masyarakat desa Tafagapi. Jadi kami sangat senang Pamsimas bisa masuk ke desa kami. Kami bisa rencanakan sendiri mau bangun apa, dibantu oleh fasilitator. Dananya juga langsung masuk direkening kami sendiri jadi control dan pengelolaannya semua kami yang lakukan. Mudah-mudahan setelah selesai sarananya kami bangun masalah air minum disini sudah tidak jadi soal lagi”. Tutur Saediman sesaat setelah melakukan pencairan Dana Pamsimas Termin Pertama. (Bahrun Samran FM CD-Kab. Morowali;Deddy S-WDA NMC)


Tidak disertai video terkait.