top banner
  I  

Senin - 27 Agustus 2018 11:38:10 WIB

Kiprah Sejumlah Perusahaan Swasta di Kalsel Dalam Pengembangan SPAMS Perdesaan

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 351 pembaca

kiprah_sejumlah1Tanah Bumbu, Kalsel - Banyak hal menarik dan menjadi perhatian dalam kunjungan Misi Dukungan Teknis Program Pamsimas III oleh Tim Bank Dunia ke Kalimantan Selatan, 6-10/08/2018. Salah satu yang menjadi perhatian adalah peran strategis dan potensi sumber pendanaan cukup besar dari CSR (Corporate Social Responsibility) untuk pembangunan air minum dan sanitasi perdesaan. Trend positif semakin terbukanya kegiatan dan pendanaan CSR di Kalimantan Selatan dalam mendukung pembangunan air minum dan sanitasi di perdesaan pada program Pamsimas.

Kiprah PT Adaro Indonesia melalui Yayasan Adaro Bangun Negeri dan PT Balangan Coal di Kabupaten Balangan yang dimulai sejak tahun 2015 dan masih berjalan hingga sekarang, termasuk di Kabupaten Tabalong. Kedua perusahaan tersebut berkontriusi dalam pengembangan system air minum bagi masyarakat perdesaan. Pada tahun 2017, PT PLN melalui PLN PedulI juga menggelontorkan CSR-nya di Kabupaten Tanah Laut melalui Program BUMN Untuk Negeri. Di kabupaten tersebut PLN Peduli membantu 2 (dua) desa dalam pembangunan sarana air minum dengan total dana sekitar Rp 1,1 Miliar.

kiprah_sejumlah3Pada tahun 2018 ini BULOG Indonesia melalui Program CSR-nya BUMN Untuk Negeri, juga mengembangkan kiprahnya di Kalimantan Selatan untuk pembangunan sektor air minum di perdesaan dan sanitasi di perkotaan. Informasi diperoleh saat pertemuan (07/08) di kantor Bupati Hulu Sungai Utara, rencanaya Bulog akan mendukung pengembangan sIstem penyediaan air minum pada desa-desa lama Pamsimas di kabupaten Hulu Sungai Utara dan kabupaten Barito Kuala. Masing-masing kabupaten akan mendapatkan alokasi dana CSR untuk satu desa dengan kisaran dana Rp 100 juta.

Di Kabupaten Tanah Bumbu banyak dana CSR yang disalurkan untuk investasi pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan penghubung di kawasan perdesaan. Untuk tahun 2018-2019 dana CSR tersebut akan dialokasikan bagi pembangunan dan pengembangan infrastruktur dan sarana air minum pada desa-desa lama Pamsimas.

Sebagaimana disampaikan Imam Mahmuda selaku Humas PT BUMA (Bukit Makmur Mandiri Utama) saat mendampingi Tim Misi Bank Dunia mengunjungi Desa Mekar Jaya Kab. Tanah Bumbu menyampaikan, untuk tahun 2017 perusahaannya telah membangun 2 buah sumur bor senilai Rp 300 juta di Desa Sebamban Baru yang merupakan desa Pamsimas. Untuk tahun 2018, giliran Desa Mekar Jaya di Kecamatan Angsana akan dibangunkan menara air dan tendon air senilai Rp 100 juta, dan pembangunan sumur bor dalam senilai Rp 150 juta di Desa Bayan Sari.

kiprah_sejumlah3Saat Tim Misi Bank Dunia yang didampingi Interdep berkunjung ke Desa Sumber Baru di Kecamatan Angsana, Meidia Pratama selaku CSR Special Project Manager PT Borneo Indobara – Sinarmas Mining menyampaikan, PT. Borneo Indobara – Sinarmas Mining pada tahun 2018 mengalokasikan CSR untuk menunjang pengembangan air minum perdesaan pada 4 desa di Kab. Tanah Bumbu dengan total bantuan sekitar 3,5 milyar rupiah. Untuk Desa Sumber Baru total bantuan sekitar Rp 640 juta untuk pembaNgunan 1 unit bor dalam, sumber energi 1 unit, 1 unit pompa air submersible, 1 unit menara air, perpipaan 3.720 meter dan 180 SR (KK). Untuk tahun 2019 bantuan CSR akan diberikan kepada 9 desa, dan hingga tahun 2020 ditargetkan sebanyakn 25 desa Pamsimas di Kabupaten Tanah Bumbu.

Sebagaimana dilaporkan Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, “Program Kalsel Sehat” menempati urutan kedua dari 13 Prioritas Pembangunan di Kalimantan Selatan. Program tersebut antara lain menyangkut pembangunan infrastruktur berkualitas menuju lingkungan berkualitas. Peran swasta (melalui dana CSR) menjadi sangat penting dan strategis dalam mendukung akselerasi perwujudan Akses Universal 2019.

kiprah_sejumlah4Dalam pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL), Gubernur Kalimantan Selatan telah menerbitkan Peraturan Daerah No.1 Tahun 2014 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP), yang diperkuat dengan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan No. 03 tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2014 terkait Perda dimaksud. Kemudian disusul dengan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan No. 188.44/0122/KUM/2016 tentang Pembentukan Tim Fasilitasi dan Sekretariat Tim Fasilitasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan di Kalimantan Selatan Tahun 2016. Semoga dengan adanya payung hukum ini masing-masing Kabupaten/Kota bisa memaksimalkan peran dan fungsi Forum CSR atau CFCD (Corporate Forum of Community Development).

Pembangunan air minum dan sanitasi tidak hanya menjadi tugas dan tanggungjawab pemerintah saja, peran pihak swasta menjadi penting dan strategis dalam mendukung Akses Universal Tahun 2019. Semoga kolaborasi dan peran swasta lainnya semakin meluas untuk akselerasi pembangunan air minum dan sanitasi perdesaan (Zulkifli-CDCB Kalsel/Hartono Karyatin-Advocacy & Media Sp. Pamsimas)


Tidak disertai video terkait.