top banner
  I  

Kamis - 13 Desember 2012 04:42:58 WIB

Melongok Suksesnya Asosiasi HIPPAM Prov Jawa Timur

Best Practice
Administrator | dibaca: 51296 pembaca
Keberhasilan sebuah program adalah ketika proses keberlanjutan program tersebut berjalan dengan baik.
 
Jakarta - Air bersih dan sanitasi masih menjadi masalah utama yang perlu dibenahi, guna memenuhi kehidupan yang sehat, bersih dan produktif. Pada pengembangannya, pengelolaan air dan sanitasi pun bisa dilakukan oleh kelompok masyarakat yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk meningkatkan mutu pengelolaan SPAMS perdesaan yang berdaya guna dan berkelanjutan, untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
 
Kelompok masyarakat tersebut dibina, diberdayakan sebagai serangkaian kegiatan untuk membangun kesadaran kritis dan kemandirian. Mereka mengelola sarana penyediaan air minum, mengembangkan hingga bisa berkelanjutan dan menjadi lembaga yang memililiki nilai ekonomis meski sebagai lembaga pengelola SPAM non PDAM.
 
Pada program PAMSIMAS, seperti yang ditegaskan Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy Supriadi, bahwa keberhasilan program PAMSIMAS ini perlu ditindaklanjuti dengan dibentuknya asosiasi pengelola SPAM desa PAMSIMAS.
 
Asosiasi ini penting untuk mendorong seluruh desa di Indonesia dalam kegiatan ini. Asosiasi ini juga berfungsi sebagai wadah untuk saling tukar ilmu dan informasi terkait program yang dijalankan.
 
Selain itu, Dedy juga mengatakan, dukungan perusahaan atau swasta dalam CSRnya untuk kegiatan ini sangat diharapkan.
 
“Pemerintah di seluruh dunia manapun tidak akan mampu membangun infrastruktur tanpa bantuan perusahaan swasta dan masyarakat,” kata Dedy.
 
Keberadaan asosiasi tersebut sejatinya begitu penting sebagai wadah yang mampu mewakili aspirasi BPSPAMS dalam perumusan kebijakan yang berpihak pada kepentingan pengelolaan SPAMS yang berkelanjutan
 
kisahsukses13122012Di beberapa daerah bahkan sudah terbentuk asosiasi yang sudah berjalan dengan baik. Tengoklah di Jawa Timur yang sudah membentuk asosiasi sebagai lembaga independen yang dapat mengayomi seluruh SPAMS yang beranggotakan BPSPAMS yang ada. Sekelompok masyarakat yang terhimpun dalam wadah HIPPAM ini merupakan ujung tombak dalam pelayanan air bersih, khususnya di wilayah yang belum terjangkau dari jaringan PDAM.
 
Ir. Mochammad Anwar, Kepala Bidang Perumahan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur memaparkan, terbentuknya asosiasi HIPPAM (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) ini, agar sarana air bersih yang telah dibangun bisa berkelanjutan, karena itu dirasa perlu dibentuk asosiasi HIPPAM sebagai wadah aspirasi anggota HIPPAM di perdesaan.
 
Selain itu, adanya keinginan yang kuat asosiasi HIPPAM Prov Jatim yang telah terbentuk, ikut berperan dan berpartisipasi membantu pemerintah mewujudkan pencapaian target MDGs 2015.
 
“Atas dasar keinginan anggota HIPPAM dan anggota asosiasi HIPPAM Kab/Kota serta dukungan dari Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Prov Jawa Timur, maka dibentuklah asosiasi HIPPAM Provinsi Jawa Timur,” tutur M. Anwar saat mempresentasikan suksesnya Asosiasi HIPPAM Prov Jawa Timur pada Rakornas PAMSIMAS, (7/12) di Jakarta.
 
M. Anwar mengatakan, Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Prov Jawa Timur memfasilitasi pembentukan, pengukuhan dan sarana Asosiasi HIPPAM Provinsi Jawa Timur pada 26 Oktober 2011 silam.
 
kisahsukses13122012-aAsosiasi ini adalah merupakan lembaga pengelola SPAM non PDAM oleh masyarakat, yang berfungsi sebagai organisasi nirlaba namun profesional, sehingga ke depannya bisa ditingkatkan setara dengan PDAM.
 
“ Aspamindo, itulah nama asosiasi HIPPAM kami. Saat ini ada 227 HIPPAM, 20 asosiasi tingkat kab. Posisi asosiasi tingkat prov ini, sederajat dengan Perpamsi Jatim,” ucap M. Anwar.
 
Asosiasi HIPPAM kabupaten yang sudah terbentuk yaitu Kabupaten Lamongan, Gresik, Bangkalan, Jember, Malang(kabupaten), Malang Kota, Kota Malang, Banyuwangi, Probolinggo, Ngawi, Sumenep, Blitar, Ponorogo, Nganjuk, Kediri, dan Magetan.
 
Terbentuknya asosiasi HIPPAM ini adalah untuk memfasilitasi serta mediasi bagi HIPPAM desa dengan pemerintah dan swasta, sebagai tempat pemecahan masalah bagi HIPPAM, sebagai mitra Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi atau Kab/Kota yang membidangi pelayanan air bersih agar program yang telah dicanangkan oleh pemerintah bisa berkelanjutan.
 
Selain itu juga, asosiasi ini juga merupakan wahana saling tukar menukar informasi dan pengalaman dalam hal pengetahuan teknologi, peningkatan tata cara pengelolaan air minum, peningkatan ketrampilan karyawan dan kerjasama lainnya.
 
Ke depannya, asosiasi ini terus akan melakukan pembinaan dan pengembangan HIPPAM di kab/kota, sehingga terbentuk asosiasi HIPPAM berbasis masyarakat di seluruh kab/kota di Jawa Timur.
 
Dalam pelaksanaannya, di 2012 ini sudah ada beberapa kegiatan asosiasi yang telah terlaksana, antara lain, sebagai narasumber pada acara Sosialisasi SPAM Tahap I yang diselenggarakan Dinas PU Cipta Karya Prov Jatim di Surabaya, konsinyasi dalam rangka Monev Kinerja dalam Penyelenggaraan SPAM non PDAM yang diselenggarakan BPPSPAM Jakarta di Surabaya.
 
Di samping itu, juga melakukan pembinaan HIPPAM desa di Kab Pasuruan, Lamongan, Tuban dan pembentukan Asosiasi HIPPAM Kabupaten di Kab Gresik, Ngawi, Nganjuk, Pasuruan, Tuban serta melalukan bakti sosial pada korban banjir di Kab Lamongan.
 
Keberadaan Aspamindo Jatim ini mendapat dukungan penuh dari Pemda Provinsi Jawa Timur. Terbukti, mereka mengalokasikan dana untuk pembinaan HIPPAM dan asosiasi, memfasilitasi perolehan dukungan dana dari CSR (Corporate Social Responsibility), memfasilitasi untuk mendapatkan prioritas/harga khusus dari produsen pipa dan accesoris di Jawa Timur dan membahas bersama Dinas, tentang aspirasi anggota HIPPAM di Jawa Timur. (Rita Hendriawati – CMAC)
 

 


Tidak disertai video terkait.