top banner
  I  

Jum'at - 11 Januari 2013 03:05:54 WIB

Berkah PAMSIMAS di Desa Merpang

Best Practice
Administrator | dibaca: 50772 pembaca
Dusun tetangga pun turut menuai berkah kehadiran Program PAMSIMAS di Kecamatan Runjung Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Provinsi Sumatera Selatan.
 
kisahsuksek11012013OKU Selatan - Belum genap setahun kehadiran Program PAMSIMAS di Desa Merpang, sudah turut memberikan berkah tidak hanya bagi warganya, tapi juga dirasakan desa tetangganya, diantaranya Dusun Sura dan Desa Gedung Wani.
 
Setidaknya sampai saat ini, sudah ada lebih dari 40 KK yang sudah siap mendaftar, untuk mendapatkan sambungan langsung kerumah. 25 KK dari Desa Sura dan 15 KK dari Desa Gedung Wani, sebagaimana diakui Ketua BP-SPAMS Tirta Melancar Jaya desa Merpang.
 
Rato-rato tian tiuh-tiuh glung malai at mik masalah di balakni biaya masangko sambungan mit bhan-bhan hik mhalni bayaran, nani tian siaparlu ni tian panda ngraso ko bangik ni mik way barsih (Rata-rata mereka tidak mempermasalahkan besaran biaya pasang ataupun besaran iuran, bagi mereka yang terpenting adalah bisa menikmati air bersih), tutur Andi Sahria, Bendahara Satlak PAMSIMAS yang terpilih sebagai ketua BP SPAMS.
 
Saat ini, SPAMS Tirta Melancar Jaya Desa Merpang memiliki 12 titik kran umum, yang tersebar di 3 dusun dari total 4 dusun, yaitu dusun I,II dan III. Dua titik diantaranya terletak di SDN Merpang dan sarana ibadah.
 
Sebelum kehadiran PAMSIMAS di desa ini, selain memanfaatkan air hujan, sebagian besar warga Desa Merpang, mengandalkan sumur gali dan aliran sungai untuk memenuhi sumber air minum dan kebutuhan sehari-hari lainya. Keberadaan sumur gali sebanyak 11 unit pada saat itu, baru mencukupi untuk 55 KK dari total 424 KK. Sehingga sangat menyulitkan bagi warga untuk mendapatkan air minum.
 
kisaksukses11012013-aSementara itu, keberadaan air sungai yang melewati desa tersebut, sangat bergantung terhadap keadaan cuaca, karena pada saat musim hujan, air menjadi sangat keruh. Belum lagi kebiasaan masyarakat masih suka BAB dan membuang sampah kesungai. Menyebabkan sungai menjadi kotor dan tidak layak untuk dimanfaatkan sebagai air bersih.
 
kisaksukses11012013-b Untungnya, dengan kehadiran PAMSIMAS, saat ini sebagian masyarakat perlahan tapi pasti mulai sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama menghilangkan kebiasaan BAB dan sembarang tempat, dan menjaga kelestarian air sungai, pungkas Andi.
 
Saat awal kehadiran PAMSIMAS, total akses jamban hanya sebanyak 25 KK. Jumlah tersebut jauh meningkat dengan tercapainya status SBS pada akhir Desember 2012 lalu.
 
Dengan dibangunnya sarana sanitasi di sekolah berupa jamban dan bak sampah, serta tempat cuci tangan sekaligus proses pemicuan dan kegiatan promosi PHBS, capain akses sarana sanitasi pasca pemicuan, sebesar 100% dan CTPS sebesar 85%. Dengan kata lain sampai saat ini 100% masyarakat Desa Merpang telah melakukan kebiasaan BAB di jamban.
 
Ke depan BP SPAMS Desa Merpang merencanakan untuk melanjutkan pembangunan di dusun 4. Tentu saja salah satunya, melalui program keberlanjutan dari PAMSIMAS yang berpihak kepada kelompok miskin dan kaum perempuan, walaupun tidak menutup kemungkinan mendapatkan dana dari sumber lain.
 
Desa Merpang sendiri merupakan desa sasaran program PAMSIMAS Tahun Anggaran 2012. Desa Merpang terletak di daerah kontur tanah perbukitan dan persawahan. Penduduk desa sebagian besar terdiri dari suku daya, suku jawa, suku sunda dan ada juga suku kisam.

Pada umumnya penduduknya bermata pencarian sebagai petani kebun dan pegawai negeri sipil. Desa Merpang terdiri dari 4 dusun hanya saja dengan jumlah penduduk 1287 jiwa terdiri dari laki-laki 689 jiwa dan perempuan 598 jiwa. (Suloyono - CF-CD OKU Selatan;Rita)
 
 

 


Tidak disertai video terkait.