top banner
  I  

Jum'at - 18 Januari 2013 03:33:41 WIB

PAMSIMAS, Jawaban Dari Sebuah Harapan

Best Practice
Administrator | dibaca: 51088 pembaca
Sebelum Program PAMSIMAS ada di Kelurahan Tanah Lemo, air merupakan barang yang sangat mahal. Masyarakat harus meluangkan waktu berjam-jam, tenaga dan biaya untuk mendapatkan kebutuhan akan air minum. Sedangkan air hujan yang ditunggu-tunggu juga tak mampu memenuhi bak penampungan warga.
 
kisahsukses18012013Bulukumba - Tanah Lemo adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan yang menyimpan harapan bertahun-tahun akan datangnya kemudahan untuk mendapatkan air minum.
 
Sepanjang perjalanan nampak batu karang tersusun rapi sebagai pengganti pagar di rumah-rumah warga Kelurahan Tanah Lemo. Tak heran jika usaha masyarakat untuk membuat sumur bor selalu gagal, karena struktur tanah daerah tersebut adalah batu karang. Tanah Lemo, adalah salah satu lokasi pelaksana program PAMSIMAS tahun 2009.
 
Sebelum Program PAMSIMAS ada di Kelurahan Tanah Lemo, air merupakan barang yang sangat mahal, masyarakat harus meluangkan waktu berjam-jam, bahkan tenaga dan biaya untuk mendapatkan kebutuhan akan air minum. Sementara air hujan yang ditunggu-tunggu juga tak mampu memenuhi bak penampungan warga.
 
kisahsukses18012013-aPada tahun 2008 lewat peminatan Program PAMSIMAS dari Kabupaten Bulukumba, masyarakat Tanah Lemo bagaikan mendapat angin surga, dengan kesepakatan kesanggupan untuk berkonstribusi dalam membangun sarana, maka terpilihlah Kelurahan Tanah Lemo ini menjadi desa sasaran Program PAMSIMAS pada awal tahun 2009.
 
Setiap rumah tangga diwajibkan membayar in cash sebesar seratus ribu rupiah sampai terkumpul kurang lebih sebelas juta rupiah.
 
Namun perjalanan program PAMSIMAS di Tanah Lemo tak semulus dibayangkan, salah satu warga sempat menuturkan pada saat penentuan opsi sarana jika pilihannya adalah sumur bor, lebih baik uang dikembalikan ke pemeritah. Karena dari pengalaman warga, setiap membangun sumur bor tak pernah berhasil mengeluarkan air dari dalam tanah mereka. Akhirnya disepakati opsi yang dipilih dengan melakukan sistem tapping PDAM.
 
kisahsukses18012013-bIbu Hasna salah satu warga Kelurahan Tanah Lemo yang merasakan sulitnya mendapatkan air minum sebelum ada Program PAMSIMAS, menuturkan, dulu ia dan warga harus berjalan sepanjang 7 kilometer dari kampung ke tempat pengambilan air. Di sanapun mereka harus antri untuk mendapatkan air kurang lebih setengah jam. Bagi warga yang mempunyai kuda, mereka naik kuda untuk menempuh jarak tersebut.
 
Air sangat sulit saat itu, kami harus bergantian mengambil air, pagi hari biasanya ibu-ibu yang ke sumber air, sedangkan anak-anak setelah pulang sekolah. Setelah program PAMSIMAS datang ke tempat kami, perjalanan melelahkan itu kini tidak kami jalani lagi, cukup dengan berjalan 15 meter dari rumah, kami bisa mendapatkan air, ujarnya lega sambil menunjukan hidran umum yang dibangun program PAMSIMAS.
 
kisahsukses18012013-cDari dana program PAMSIMAS, masyarakat membangun sarana berupa hidran umum sebanyak 1 unit, Kran umum 1 unit dan rehab penampungan air hujan sebanyak 8 unit sebagai tempat penampungan air PAMSIMAS di lingkungan permukiman warga, yang dulu pernah dibangun.
 
Karena musim kemarau panjang bak tersebut, tidak pernah terisi air sehingga cederung terbengkelai, dana Program PAMSIMAS juga diguankan untuk membiayai pemasangan jaringan perpipaan (pipa Gip) sepanjang 2,750 m.
 
Pemasangan pipa ini dilakukan secara bergotong royong oleh warga, tua-muda, pria dan wanita saling bahu membahu, berharap air segera mengalir di tempat tinggal mereka. Sejak dibangunnya sarana-sarana air minum dari tahun 2009 sampai 2012, terlihat masih sangat terawat. Hal ini menunjukkan rasa memiliki dan tanggungjawab oleh warga Tanah Lemo yang cukup tinggi, akan sarana yang mereka bangun secara gotong royong, sebagai jawaban dari harapan mereka akan kemudahan mendapatkan air minum yang mereka impikan. (Endang SR Sekber Program PAMSIMAS;Rita)
 
 
 

Tidak disertai video terkait.