top banner
  I  

Kamis - 20 Juni 2013 02:46:13 WIB

Kamipun Mampu Berkarya Melalui PAMSIMAS

Best Practice
Administrator | dibaca: 50835 pembaca

Melalui Program PAMSIMAS masyarakat desa dibimbing dan dilatih agar mampu berkarya.

Sulawesi Tengah - Jangan berpikir jika masyarakat desa yang jauh dari perkotaan di pelosok negeri ini, tidak mampu membangun sistem penyediaan air minum dengan spesifikasi teknik yang baik dan benar serta air minum yang dihasilkan layak dan aman.

Program PAMSIMAS yang telah dilaksanakan di sekitar 6800 lebih desa di Indonesia, PAMSIMAS merupakan salah satu program penyediaan infrastrukstur perdesaan khususnya air minum berbasis masyarakat dan perubahan perilaku menuju hidup bersih dan sehat, melalui penyadaran untuk tidak buang air besar sembarangan, dan membiasakan cuci tangan pakai sabun untuk menjaga kesehatan.

Program ini dilaksanakan sejak 2008 hingga 2012. Sampai saat ini sekitar 4,8 juta jiwa masyarakat Indonesia telah mendapatkan akses air minum, dan 3,4 juta jiwa sudah mengakses sanitasi layak.

 

berita19062013-aTidak hanya menyediakan akses air minum dan sanitasi yang layak bagi masyarkat perdesaan dan pinggiran kota, program PAMSIMAS juga merupakan program pemberdayaan masyarakat, dimana masyarakat dibimbing dan didampingi untuk membangun infrastruktur air minum dan sanitasi. Hasil proses pemberdayaan itu sudah dapat dilihat di pelosok-pelosok desa sasaran program PAMSIMAS di Indonesia.

Hal ini dialami oleh Andi Rahman, salah satu warga desa Salungkaenu, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, yang juga ketua BPSPAMS (Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi) Desa Salungkaenu. Andi adalah satu dari sekian juta masyarakat sasaran Program PAMSIMAS yang merasakan hasil proses pemberdayaan itu. Sebelum menjabat sebagai Ketua BPSAMS Andi menjabat sebagai ketua Satlak (Satuan Pelaksana) Program PAMSIMAS di desanya.

�Hasil pemberdayaan melalui program PAMSIMAS kini sudah kami wujudkan dengan terbangunnya system penyediaan air minum di desa kami�, ungkap Andi sambil menunjukkan bangunan SPL (Saringan Pasir Lambat) dengan system penyaringan yang mereka buat.

Andi menambahkan, berkat bimbingan fasilitator masyarakat mereka belajar membuat bangunan dengan kontruksi yang baik dan benar secara teknis, sehingga air minum yang dihasilkan dari sistem ini layak dan aman dikonsumsi.

� Kami bersama-sama warga menyusun RKM (Rencana Kerja Masyarakat) dan bergotong royong untuk mewujudkannya, baik laki-laki maupun perempuan bahu-membahu mengumpulkan batu dan pasir dari sungai lalu mengangkat material tersebut ke atas bukit, untuk membangun bangunan penangkap air dan di kaki bukit untuk bangunan SPL, tidak hanya menyumbang tenaga, masyarakat juga mengumpulkan uang (in cash) rata-rata satu kepala keluarga sebesar Rp 80 ribu,� tutur Andi.

berita19062013-b

Lain halnya dengan Santi seorang ibu rumah tangga yang mempunyai dua anak balita ini. Santi menuturkan Program PAMSIMAS masuk ke desanya, adalah satu berkah luar biasa yang ia rasakan. Ia mengatakan, sebelum ada program ini, setiap hari ia harus mengambil air di sungai yang jaraknya sekitar satu kilometer di sebelah desa, pagi dan sore. Untuk megurangi beban mengangkat air, ia menggunakan gerobak dorong, karena ia juga harus menggendong anaknya yang masih balita.

� Hal itu kami lakukan bertahun-tahun untuk memenuhi kebutuhan air bersih rumah tangga kami, sementara suami mencari nafkah di kebun,� ungkap Santi.

berita19062013-c

Kini, tambah Santi, setelah ada Program PAMSIMAS ini, rutinintas ke sungai itu sudah berlalu, tinggal putar kran mengalirlah air nya. Sekarang di pagi dan sore hari kini ia gunakan untuk menyemai bibit sayuran dan bibit kelapa sawit.

� Bahkan kami juga memanfaatkan air buangan dari hidran umum untuk dialirkan ke empang kecil di belakang rumah, yang kami tebar benih ikan lele dan mujair, sehingga Program ini tidak hanya menyediakan akses air minum tapi juga mendukung kami untuk ketersediaan urusan lauk pauk rumah tangga,� tutur Santi tertawa riang.

Hasil karya masyarakat berkat adanya Program PAMSIMAS, tidak terbatas pada peningkatan ekonomi dan kemampuan membangun sarana air berita19062013-dmberita19062013-einum yang baik. Di sisi sanitasi, masyarakat Desa Salungkaenu juga mengasilkan hasil karyanya. Yaitu mereka mampu membangun jamban sehat/layak, dengan memanfaatkan cetakan jamban yang didistribusikan oleh pengelola Program PAMSIMAS Kementerian Kesehatan.

�Dulu kami buang air besar di kebun, sekarang kami punya jamban made in PAMSIMAS di belakang rumah warga,� ungkap Andi sambil menunjukkan jamban milik salah satu warga desa.

�Itulah hasil karya kami melalui Program PAMSIMAS. Kami berharap bukan hanya di desa Salungkaenu yang bisa menunjukkan karyanya, namun warga desa pelaksana program PAMSIMAS di seluruh pelosok negri ini juga dapat membanguan dengan sarana air minum yang baik dan benar, sehingga air minum layak dan aman dapat dinikmati oleh masyarakat,� tutur Andi. (Endang SR � Sekber Program PAMSIMAS;Rita)

 

 


Tidak disertai video terkait.